Kaba Agam
Manggopoh, Nagari Terbaik Sarat Keunggulan
Pariwara, KABA12.com — Nagari Manggopoh dinobatkan sebagai nagari berprestasi tahun 2017 di kabupaten Agam dan mewakili daerah ini dalam lomba nagari berprestasi tingkat provinsi Sumbar. Proses penilaian dilakukan Senin, (15/05), dimana tim dijadwalkan akan disambut khusus oleh berbagai kompoten masyarakat.
Bahkan, nagari Manggopoh mampu meraih peringkat pertama dari 82 nagari di kabupaten Agam, seiring dengan derap kemajuan yang diperlihatkan Manggopoh beberapa tahun belakangan.
Sukses yang diraih nagari Manggopoh, tak lepas dari kepiawaian wali nagari Ridwan, A.Md, yang dikenal kreatif dan pro-aktif. Wali nagari yang tergolong berusia muda di kabupaten Agam itu, dipercaya masyarakat menjadi pemimin di nagari itu sejak tahun 2013, dan sudah memacu beragam terobosan untuk masyarakat.
Tak hanya pelayanan, tapi juga motivasi Ridwan, A.Md dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi yang kini secara apik dinikmati masyarakat. Manggpoh kini menjadi sentral kegiatan ekonomi wilayah Barat kabupaten Agam, dengan berbagai komoditi unggulan.
Hal lain yang menjadi kebanggaan adalah komitmen dan dukungan masyarakat yang luar biasa. Masyarakat Manggopoh dikenal kompak, kebersamaan yang kuat bahkan sampai ke perantauan dengan memperlihatkan kepedulian untuk kemajuan kampung halaman.
Dengan komitmen itulah yang dicoba dipelihatkan warga nagari Manggopoh saat ini untuk berbuat yang terbaik, untuk nagari mereka menjadi nagari terbaik ditingkat Sumatera Barat.
Harmen / Ikhsan
Ridwan, A.Md : Motivasi Warga Untuk Inovasi
Seluruh lini lakukan penataan bahkan masyarakat dari berbagai unsur berperan maksimal untuk menghadirkan berbagai sarana pendukung agar nagari mereka terpilih menjadi yang terbaik. Motivasi warga itu, menjadi catatan penting yang dinilai tim juri penilaian lomba nagari berprestasi tingkat Sumbar, Senin,(15/05).
“Ditetapkankan nagari Manggopoh sebagai nagari berprestasi di kabupaten Agam bahkan mewakili daerah dalam penilaian serupa tingkat provinsi, merupakan prestasi masyarakat, dukungan maksimal warga nagari Manggopoh, membuahkan hasil, namun masih sangat banyak perjuangan belum usai, ” ujarnya.
Ditambahkan Ridwan, A.Md, walau masih dalam proses penilaian, pemerintahan nagari Manggopoh akan terus memacu terobosan untuk meningkatkan terhadap masyarakat, inovasi dan pembenahan dalam pelayanan kepemerintahan, keagamaan, adat-budaya, sosial, ekonomi,pendidikan, kelembagaan, pemberdayaan berbagai organisasi nagari, dan agenda lainnya akan terus berlanjut sesuai visi misi nagari Manggpoh, nagari madani, nagari maju.
“Tugas pokok kami adalah memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, karena nagari ujung tombak pemerintahan dalam melayani masyarakat,” tegas Ridwan.
Harmen / Ikhsan
Manggopoh & Kebanggaan Yang Tertanam
Zaman kolonial Belanda, nagari Manggopoh menjadi salah satu daerah barometer dalam melakukan perlawanan terhadap kompeni. Perlawanan dan perjuangan mengusir penjajah itu seiring dengan peran Kamang yang meletus 15 Juni 1908.
Adalah Siti Manggopoh atau lebih dikenal Mandeh Siti, menjadi singa berani yang membuat ciut nyali para penjajah yang berani masuk ke wilayah Manggopoh. Mandeh Siti bersama para pejuang Manggopoh dalam perlawanan sengit berhasil membunuh 54 orang tentara Belanda.
Anggota tentara Belanda yang dihabisi Srikandi Ranah Minang dapat dilihat di tugu perjuangan mengusir penjajah di Kota Bukittinggi. Sementara, para 17 orang pahlawan dan pejuang Manggopoh yang gugur dalam peperangan dahsyat itu diabadikan di dinding tugu Pahlawan Manggopoh dan makam para pejuang di halaman masjid Pahlawan Manggopoh.
Kebanggaan dan semangat pejuang yang sejak lama tertanam itulah yang kini menjadi catatan sejarah penting yang terus bergelora ditengah masyarakat yang senaniasia hidup dalam aktivitas keseharian warga termasuk dalam kemajuan nagari saat ini.
Nagari Manggopoh dengan luas wilayah 11.820 hektar, dihuni 5.330 kepala keluarga, dengan jumlah penduduk 22.365 jiwa terdiri dari laki-laki 11.835 dan perempuan 10.530, tersebar di 8 jorong masing-masing jorong Balai Satu, Pasar Durian, Anak Aia Dadok, Kubu Anau, Batu Hampa , Sago, Padang Tongga, dan Manggopoh Utara.
Mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani-pekebun dengan andalan perkebunan kelapa sawit dan usaha jasa, yang kini terus berkembang seiring inovasi yang dilakukan pemerintahan nagari.
Sistim pengelolaan dan pengembangan usaha juga sudah semakin mondren, dengan pengemasan produk yang professional serta pemasaran yang kerjasama dengan pihak ketiga sehingga kegiatan ekonomi kreatif memanfaatkan potensi kelapa yang berlimpah di wilayah itu, menjadi salah satu unggulan yang dibanggakan saat ini.
Aktivitas ekonomi masyarakat nagari Manggopoh pun dibanding nagari lain di belahan Barat kabupaten Agam relative kencang, terutama aktivitas perkebunan, jasa angkutan dan usaha kecil karena posisi nagari Manggopoh berada di jalur lintas Sumatera dengan lalulintas yang cukup padat di ruas Simpang Gudang-Simpang Ampek Pasaman Barat. Dampaknya, kegiatan warga cenderung lebih hidup dan aktif.
Harmen / Ikhsan
Indra Catri : Manggopoh Nagari Yang Terus Menggeliat
Bupati Agam Ir H Indra Catri dt Malako Nan Putiah menyebut nagari Manggopoh merupakan nagari yang terus menggeliat maju. Potensi alam yang dimiliki menjadi kekuatan tersendiri dalam mendorong kemandirian warga dalam kegiatan ekonomi. Geliat itu, memacu ketertinggalan nagari Manggopoh dibanding nagari lain di kabupaten Agam, bahkan kini menjadi yang terbaik.
Bagi Pemkab Agam, nagari Manggopoh adalah kebanggaan, mengingat beragam terobosan, ide kreatif dan semangat masyarakat dalam mendorong kemajuan terlihat sangat efektif memacu pertumbuhan pembangunan di berbagai aspek.
Bahkan, dengan latar sebagai masyarakat pejuang, Manggopoh kini tampil sebagai salah satu nagari yang aktivitasnya hidup di berbagai lini, sehingga nagari Manggopoh tercatat sebagai nagari dengan tipologi cepat maju dan berkembang.
“ Kami optimis, dengan hadirnya tim penilai di Manggopoh akan menyaksikan kemajuan dan cepat berkembang yang diperlihatkan nagari Manggopoh, kami berharap Manggopoh bisa menjadi yang terbaik di Sumatera Barat, “ tegas Indra Catri.
Harmen / Ikhsan