Kaba Tausyiah
Malam Lailatul Qadar, Mencari Kemuliaan di Sepuluh Malam Ramadan Terakhir
Lubukbasung, kaba12 — Tidak terasa, perjalanan Ramadhan 1447 Hijriah sudah memasuki fase akhir, jika merujuk pada kalender Ramadhan Muhammdiyah, hari ini 12 Maret 2026 bertepatan dengan 23 Ramadhan 1447 H.
Sementara itu, berdasarkan kelender Ramadhan versi pemerintah atau Nahdlatul Ulama (NU), saat ini sudah hari ke-22 Ramadhan 1447 H. Meskipun berbeda penaggalan, keduanya menunjukan bahwa umat islam kini telah memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dalam mencari malam Laitul Qadar.
Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam Islam. Kenapa? Karena di malam ini memiliki nilai ibadah yang lebih baik daripada seribu bulan, hal ini diperkuat dalam satu surat Al-Qadr.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lalailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr; 1-3)
Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar dirahasiakan waktunya, namun Rasulullah SAW memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam – malam ganjil.
Rasulullah SAW bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam – malam ganjil dari sepulun malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Dengan demikian, malam ke-23 Ramadhan menurut kalender Ramadhan 1447 Muhammdyah saat ini termasuk salah satu malam yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.
Begitu pula bagi umat islam yang mengikuti kalender pemerintah/NU yang sedang berada di malam ke-22 Ramadhan, tetap dianjurkan meningkatkan amalan karena telah memasuki sepuluh malam terakhir.
Para ulama menyarankan untuk meningkatkan berbagai amalan seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, istighfar, serta doa. Begitu juga sebaliknya dari kalender Ramadhan 1447 H pemerintah/NU.
Bagi sahabat kaba12 yang sedang menjalani Ramadhan tahun ini, malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan menjadi momentum untuk kembali menguatkan ibadah. Luangkan waktu sejenak di malam hari untuk bermunajat, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Sebab tidak ada yang tahu apakah malam ini adalah Lailatul Qadar atau bukan. Namun yang pasti, setiap ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan di malam –malam terakhir Ramadhan akan menjadi bekal berharga.
Ramadhan hampir sampai di garis akhir. Mari manfaatkan sisa waktu yang ada dengan memperbanyak ibadah, karena boleh jadi inilah kesempatan terbaik yang Allah berikan sebelum bulan suci kembali pergi.
(TAUFIQ)