Kaba Terkini

Lembaga Nagari Bereaksi, Minta Hasil Operasi Pekat Diusut Tuntas

Lubukbasung, kaba12.com — Berbagai lembaga nagari yang ada di nagari Lubukbasung bereaksi menyusul hasil operasi penyakit masyarakat yang dilakukan tim gabungan Satpol PP Agam-Polres Agam, Minggu,(20/10) dini hari.

Bahkan, para unsur pimpinan lembaga nagari Lubukbasung minta pemerintah khususnya Satpol.PP Agam bertindak tegas menjatuhkan sangsi pada para pelaku dan penyedia sarana yang berpotensi memicu penyakit masyarakat di Lubukbasung.

Bahkan dijadualkan Senin besok, beberapa unsur lembaga nagari akan menggelar pertemuan khusus membahas masalah tersebut, untuk merumuskan langkah-langkah bersama yang akan direkomendasikan pada pemerintah untuk ditindaklanjuti bersama.

Reaksi keras dan prihatin terkait penangkapan 8 wanita dan 1 waria yang terjaring dalam operasi pekat Minggu dini hari tadi, disampaikan ketua KAN Lubukbasung N.E.Dt. Simarajo, ketua BAMUS Lubukbasung Bob Nuzuar, ketua Gappis Rino Syamna Putra menjawab kaba12.com melalui ponsel Minggu,(20/10).

Disebutkan Bob Nuzuar, pihaknya memantau perkembangan yang terjadi terkait keresahan masyarakat akan keberadaan kafe-kafe yang buka sampai larut malam dan kegiatannya yang mengganggu masyarakat sekitarnya.

Bahkan, ketua BAMUS Lubukbasung menyebutkan, pihaknya sudah menerima laporan dari masyarakat, termasuk surat resmi dari masyarakat kawasan Pasar Inpres Padang Baru terkait keberadaan kafe tersebut.

Ketua BAMUS Lubukbasung itu juga sudah memantau hasil operasi pekat yang dilakukan Satpol PP dan Polres Agam,” kamk berharap, ada tindakan konkrit dan tegas dan pemerintah,” tegasnya.

Terkait kian merebaknya kafe-kafe yang dibumbui wanita-wanita yang disebut-sebut sebagai pelayan kafe, Bob Nuzuar yang mengaku prihatin, meyakinkan Bamus Nagari Lubukbasung akan menggelar pertemuan khusus membahas hal itu, dan akan mendatangi kantor Satpol PP Agam Rabu lusa untuk meminta dilakukan penertiban secara konkrit dan tegas.

” Kami meminta potensi- potensi yang bisa memicu penyakit masyarakat harus ditindak tegas,” ulas Bob Nuzuar.

Ketua Bamus Nagari Lubukbasung itu mengaku memberi apresiasi atas hasil operasi pekat yang dilakukan Minggu dini hari tadi tersebut, dan meminta para wanita dan waria yang terjaring dijatuhi sangsi sesuai ketentuan yang berlaku termasuk harus dilakukan penyidikan terhadap pemilik kafe lokasi para wanita yang terjaring.

Harapan serupa disebutkan Rino Syamna Putra, ketua Gappis Agam yang menyebut keberadaan kafe di kompleks pasar inpres itu sudah sangat meresahkan,” kami apresiasi tindakan operasi yang dilakukan aparat gabungan itu,” sebutnya.

Ketua Gappis Agam itu berharap, ada sangsi tegas untuk efek jera, sehingga masyarakat tidak lagi resah akan potensi-potensi masalah pekat dan kriminal hanya bisa saja terjadi,” kami bersama masyarakat memberi dukungan penuh,” tegas Rino Syamna Putra.

Operasi tim gabungan Satpol.PP Agam bersama personil Polres Agam Sabtu sampai Minggu dini hari tadi, berhasil menjaring 8 wanita dan 1 waria yang saat ini masih menjalani pemeriksaan di markas Satpol PP Agam.

(Jaswit)

To Top