Matur,kaba12 — Komitmen kemanusiaan Tim Lubuk Basung Mengaji (LBM) Peduli bersinergi dengan Ikhwan Bukittinggi betul-betul diperlihatkan dengan serius. Bahkan, harus menghadang medan berat sekalipun.
Hal itu dibuktikan dengan upaya penyaluran air bersih untuk kebutuhan warga terdampak bencana longsor dengan membangun jaringan pipa baru di Jorong Durian Pabatuangan, Nagari Matua Hilia,Kecamatan Matur, yang sebelumnya hancur diterjang longsor.

Saat ini, masyarakat terdampak bencana yang sebelumnya terisolasi, bahkan saluran air bersih yang biasa dimanfaatkan, hancur diterjang longsoran tanah, masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan harian dan ibadah. Diyakini, dalam waktu beberapa hari kedepan, pembangunan jaringan distribusi air bersih baru akan rampung dan bisa dimanfaatkan.

Seperti dijelaskan, ketua tim LBM Peduli Ronald Abu Lintang, upaya penanganan dampak bencana longsor yang menyebabkan saluran distribusi air bersih warga putus total, menjadi bagian tanggungjawab moral pihaknya untuk bisa menyelesaikan dan membantu warga terdampak.
Disebutkan, proses pendistribusian material membutuhkan stamina dan kerja keras ekstra, dimana tim harus berjibaku membawa pipa-pipa sepanjang 100 meter sebanyak 7 gulung melewati jalur yang terjal dan didominasi tanjakan curam.

” Kami harus mengangkut pipa secara manual melewati jalan yang berat dan menanjak untuk mencapai titik-titik krusial,” ujar Ronald.
Dijelaskan, tim gabungan bersama masyarakat telah berhasil merampungkan beberapa tahapan penting, terutama pendistribusian material berupa pipa-pipa telah sampai di titik utama, yakni area masjid setempat, instalasi bak penampung, pemasangan drum yang difungsikan sebagai bak penampungan air bersih, penanganan teknis di lokasi longsoran yang menjadi sumber air bersih, persiapan jalur pemasangan pancang untuk penyangga kabel sling guna memperkuat jalur pipa, “InsyaAllah, perjuangan ini akan kita lanjutkan sampai tuntas, “tegasnya.

Solusi Setelah Mengandalkan Air Hujan
Ditambahkan Ronald, langkah pipanisasi ini diambil sebagai respon cepat atas kondisi memprihatinkan yang dialami warga Jorong Pabatuangan.

Sejak bencana melanda wilayah tersebut, akses air bersih terputus total. Selama berbulan-bulan, masyarakat hanya bisa bergantung pada air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Keputusan pengerjaan ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian assesmen mendalam yang dilakukan oleh tim LBM Peduli bersama Ikhwan Bukittinggi dan wali jorong.
“Hal ini diharapkan menjadi solusi permanen agar warga kembali mendapatkan akses air layak konsumsi tanpa harus menunggu turunnya hujan, “ulasnya.
(HARMEN)