Pariwara Pemkab Agam

Laporan Khusus Bencana Hidrometeorologi di Agam ( I )

Posted on

Duka Dalam Yang Tiba-Tiba Menghujani 13 Kecamatan di Agam Diterjang Bencana

Dampak curah hujan tinggi yang berkepanjangan sejak pertengahan November 2025, meletupkan duka berkepanjangan di Kabupaten Agam.

Warga Kabupaten Agam yang sudah mendeteksi peningkatan curah hujan seiring perubahan iklim yang disampaikan pemerintah, justru tak menduga, dampak hujan lebat yang selama sepekan mendera Kabupaten Agam, bahkan merata di seluruh kecamatan, justru berujung pada serentetan bencana.

Tercatat 13 kecamatan yang terdampak, dengan 5 kecamatan yang mengalami dampak cukup parah, menyusul terjadinya banjir bandang, tanah longsor serta banjir besar yang berdampak luar biasa bagi berbagai sarana yang ada, ribuan rumah rusak, ribuan kilometer jalan rusak parah, banyak jembatan yang hancur, bahkan yang memilukan banyak korban jiwa berjatuhan.

Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Agam, mulai menerjang Kecamatan Palupuah, Sabtu, (22/11/2025), yang menyebabkan banyak akses jalan terputus di ruas jalan lintas Sumatera, jalur utama penghubung Sumatera Barat -Sumatera Utara.

Bahkan, di kecamatan Palupuah dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor justru tidak akan tak berhenti dalam sepekan pasca hujan lebat, tidak hanya jalur jalan yang tertutup longsor, tapi juga luapan sungai menyebabkan warga terisolasi, terutama di Jorong Lurah Dalam, Nagari Pasie Laweh, di Patapaiyan, di Pagadih dan beberapa titik lain, yang menyebabkan 1 warga meninggal dunia.

Besoknya, Minggu, (23/11), giliran wilayah Kecamatan Tanjung Raya didera serangkaian bencana, diawali kejadian di Nagari Paninjauan, yang diterjang banjir bandang menyebabkan puluhan hektar sawah rusak, material banjir bandang menimbun badan jalan, rumah penduduk, kolam renang, kolam pembibitan ikan, dan lainnya.

Pada hari yang sama, serangkaian musibah meletup di berbagai kecamatan, terutama di kecamatan Palembayan, yang mulai dihantam longsor di berbagai titik, di kecamatan Ampek Nagari, di Kecamatan Matur, di Kecamatan Malalak, mulai longsor di berbagai titik, di kecamatan Banuhampu direndam banjir, kecamatan Tilatang Kamang direndam banjir. Rangkaian ini, berlangsung hingga tiga hari kedepan.

Dampak bencana hidrometeorologi yang cukup parah, terjadi di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Rabu, (26/11), yang diawali dengan dentuman keras di puncak Gunung Singgalang yang berlanjut dengan tumpahan air bah galodo, menimbun rumah-rumah penduduk, areal pertanian rata oleh tumpahan lumpur dan batu-batu besar, serta kayu besar yang meluluhlantakan wilayah itu.

Sebelumnya, wilayah Kecamatan Malalak, juga sudah terkepung dengan serangkaian bencana longsor yang menutup akses jalan Sicincin-Malalak-Balingka, dengan longsor yang terjadi di Nagari Balingka dan berbagai titik di sepanjang ruas jalan propinsi tersebut, termasuk akses jalan menuju Padang Pariaman.

Malalak terisolasi, aliran listrik padam, saluran komunikasi selular putus total, bahkan kondisi warga diperparah dengan makin tingginya curah hujan, sehingga Kabupaten Agam betul-betul dihantui ketakutan akan nasib warga di Malalak.

Duka warga akan musibah di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur , hingga ini masih terus mengalir, karena selain jatuhnya korban jiwa yang mencapai 14 orang dan 3 orang diantaranya masih dinyatakan hilang. Belum lagi, proses penananan darurat,penyaluran bantuan untuk korban terdampak, karena banyak wilayah yang terisolasi.

Sepanjang Rabu, (26/11/2025), Kabupaten Agam dihadapkan pada kondisi yang luar biasa sulit, dimana dampak bencana sudah merambah di beberapa kecamatan, terutama luapan bantuan yang menggenangi wilayah Ampek Nagari, Banuhampu, Tilatang Kamang, Baso, Kamang Magek, Lubukbasung, dan Tanjung Raya Banyak warga yang mengungsi akibat kepungan banjir di pemukiman mereka.

Tuhan betul-betul memberi ujian pada warga Kabupaten Agam, karena Kamis, (27/11/2025), terjadi lagi hantaman banjir bandang yang menyentakkan banyak pihak di Indonesia.

Betapa tidak, kabar menakutkan itu, tiba-tiba bergema sekitar pukul 16.45 WIB, di media sosial warga, banyak bersileweran informasi terjadi banjir bandang dan galodo besar di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan.

Warga melaporkan sambil menangis ketakutan menyebutkan, ada 4 jorong dalam nagari itu yang dihantam banjir bandang, diperkirakan ribuan warga terdampak, bahkan warga memprediksi ratusan jiwa melayang dalam musibah dahsyat itu.

Dan memang, Nagari Salareh Aia Utara, Nagari Salareh Aia Timur di Kecamatan Palembayan, betul-betul luluh lantak dihantam banjir bandang. Tidak hanya menyebabkan korban jiwa lebih dari 150 orang, 66 orang dinyatakan hilang.

Bahkan, Bupati Agam menyebutkan 300-400 jiwa warga setempat tertimbun di satu perkampungan akibat terjangan banjir bandang dahsyat itu.

Rangkaian bencana yang terjadi Kamis,(27/11) juga melanda wilayah Matur, Balingka, IV Koto, Palupuah dan tumpahan banjir makin merendam pemukiman warga di Ampek Nagari, wilayah nagari lain di Palembayan, di Kecamatan Lubukbasung ratusan warga mengungsi akibat banjir, bahkan di Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, ribuan warga terkepung banjir yang semakin tinggi akibat curah hujan berkepanjangan.

Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda kabupaten Agam betul-betul berat. Namun, gerak cepat Pemkab.Agam dibawah Bupati Beni Warlis bersama seluruh elemen yang ada, langsung terjun ke lapangan, membantu warga terdampak.(HARMEN)

Bupati Agam Berlakukan Tanggap Darurat Selama Sebulan,
Prioritaskan Keselamatan Warga

Menyikapi perkembangan kondisi yang terjadi di berbagai kecamatan, terutama dampak bencana yang mulai melanda berbagai wilayah, terutama di Tanjung Raya, Palupuah, Palembayan, Malalak,IV Koto, Tanjung Mutiara, Lubukbasung dan berbagai kecamatan lain, Bupati Agam berlakukan masa tanggap darurat penanganan dampak bencana di Kabupaten Agam.

Melalui Surat Keputusan Nomor 387 Tahun 2025, tanggal 23 November 2025, tentang penetapan status tanggap darurat bencana alam banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang, yang intinya melakukan berbagai langkah cepat, tepat dan terukur dalam penanganan darurat, terutama pendataan dan langkah-langkah penanganan cepat di lokasi terdampak bencana.

Keputusan penetapan status tanggap darurat bencana itu diberlakukan selama 30 hari, terhitung mulai tanggal 23 November 2025 sampai tanggal 22 Desember 2025 , yang dikuatkan dengan surat pernyataan Bupati Agam Nomor 360/401/BPBD-AG/XI/2025 tanggal 23 November 2025.

Bupati Agam juga menginstruksikan pembentukan posko penanganan dampak bencana, yang dipusatkan di Balairung Kediaman Resmi Bupati Agam, didukung posko II di Banuhampu, dan seluruh kantor camat dan kantor walinagari dibangun posko pendukung untuk gerak cepat penanganan darurat dan pendataan.

Dalam pernyataannya Bupti Agam H.Beni Warlis menegaskan, selama masa tanggap darurat, Pemkab.Agam bersama unsur gabungan penanganan dampak bencana, baik dari TNI-Polri, BPBD, BNPB, Basarnas dan berbagai lembaga yang bergerak dalam kebencanaan,akan melakukan berbagai langkah prioritas untuk melakukan berbagai langkah penting khusus di wilayah terdampak.

Bupati Agam itu memberi penetapan, keselamatan dan penyelamatan warga menjadi hal yang prioritas, yang harus berlanjut tidak hanya dalam masa tanggap darurat, tapi juga di masa pasca bencana, masa pemulihan dan langkah-langkah penanganan lebih lanjut.

Kemudian, proses penanganan kawasan terdampak, pencarian warga yang hilang, termasuk proses distribusi bantuan logistic untuk warga terdampak yang tersebar di berbagai kecamatan, terutama warga mengalami kerusakan parah, yang rumahnya rusak, mengungsi dan terisolasi akibat longsor dan banjir bandang.

“Kita sangat berduka atas musibah yang menimpa masyarakat Kabupaten Agam. Namun, kita takkan larut dalam duka, Agam harus bangkit. Bersama kita atasi dampak bencana yang terjadi, “tegas Beni Warlis.

Bahkan, diyakinkan gerak cepat Pemkab.Agam bersama seluruh elemen terkait didukung seluruh unsur masyarakat, penanganan dampak bencana akan dioptimalkan di lapangan, “kami memberi penekanan, keselamatan dan penyelamatan warga menjadi hal yang utama, baik berada di kawasan terdampak, termasuk penanganan logistic dan kebutuhan dasar lainnya, “tegas Beni Warlis lagi.(HARMEN)

Duka di Toboh Malalak, Duka Semua

Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah Kabupaten Agam sejak Sabtu,(22/11) bulan lalu, menjadi kejadian paling parah dalam sejarah kabupaten Agam.

Sebagai salah satu daerah yang dikenal rawan, bahkan pihak BNPB menyebutkan, Kabupaten Agam menjadi salah satu “super market”bencana di Indonesia, karena banyak potensi rawan bencana yang senantiasa bisa berdampak terhadap masyarakat, baik banjir bandang, tanah longsor, banjir, gempa, erupsi gunung Marapi dan terjangan angin kencang.

Bahkan, dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak bulan November lalu, yang beruntun hingga Desember 2025 ini, Kecamatan Malalak menjadi salah satu kecamatan terdampak cukup parah.

Dampak curah hujan tinggi di Malalak tidak hanya menyebabkan longsor yang memutuskan akses jalan propinsi Sicincin-Malalak-Balingka di banyak titik, yang juga memicu banjir bandang yang meluluh lantakkan wilayah Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, yang menyebabkan 14 korban meninggal dan 3 orang masih dinyatakan hilang.

Hantaman banjir bandang dan tanah longsor, juga membuat Malalak sempat terisolasi selama sepekan, akses jalan yang bisa ditembus satu-satunya dari arah Sicincin, Padang Pariaman, sementara dari Balingka, IV Koto terputus total, demikian juga akses alternatif dari arah Sungai Garinggiang, Padang Pariaman juga terputus akibat longsor.

Dampak bencana, dengan banyak korban jiwa, apalagi wilayah itu terisolasi, aliran listrik padam akibat banyak tiang listrik yang roboh diterjang longsor, termasuk akses komunikasi selular yang terputus karena tidak adanya aliran listrik di beberapa tower selular di kawasan itu. Malalak betul-betul mencekam.

Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama. Gerak cepat Pemkab.Agam bersama berbagai elemen yang bergerak dalam penanganan dampak bencana, seiring pemberlakuan masa tanggap darurat bencana di kabupaten Agam, sukses menembus isolasi Malalak.

Berbagai bantuan sudah bisa mengalir ke Malalak, termasuk sambutan komunikasi, dibantu para relawan dan terjun langsungnya Bupati Agam Beni Warlis, Wakil Bupati Agam M.Iqbal bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, yang terjun langsung menelusuri berbagai titik di Malalak, termasuk memasok bantuan menggunakan helikopter di kawasan yang terisolasi.

Saat ini, upaya pencarian korban yang masih hilang, termasuk proses pembersihan material longsor dan banjir bandang masih terus dilakukan menggunakan alat berat, walau harus dihadapkan pada tantangan berat karena kondisi cuaca masih terus hujan di kawasan itu.(HARMEN)

Tanjung Raya Dikepung Bencana,
Banyak Warga Mengungsi

Kecamatan Tanjung Raya menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi 2025 di Kabupaten Agam. Wilayah ini, menjadi kawasan pertama yang diterjang banjir bandang, yakni di Nagari Paninjauan, Sabtu, (22/11) dan Minggu, (23/11).

Serangkaian dampak bencana, juga mendera wilayah nagari lain, diantaranya Nagari Koto Kaciak, Duo Koto, Koto Malintang, Bayua,Tanjung Sani, Dalko dan Sungai Batang, dengan jumlah korban meninggal sebanyak 10 orang dan 3 orang masih dinyatakan hilang.

Tidak hanya longsor dan banjir bandang, dampak banjir juga meluas ke berbagai titik, sehingga menghambat akses jalan, bahkan, wilayah itu sempat beberapa hari terisolasi ,karena akses jalan utama tertutup , baik di Salingka Danau Maninjau termasuk akses jalan utama dari Lubukbasung maupun dari Matur.

Kondisi Tanjung Raya diperburuk dengan padamnya aliran listrik yang menyebabkan akses komunikasi juga tersebut, apalagi dampak bencana berlanjut dengan hantaman tanah longsor dan banjir bandang yang mendera Nagari Maninjau di Jorong Bancah, dan Nagari Sungai Batang, yang menyebabkan akses jalan putus total, termasuk putusnya jembatan penghubung ke wilayah tersebut.

Camat Tanjung Raya Al Hafiz menyebutkan, dampak bencana hidrometeorologi yang memicu serangkaian musibah, baik banjir bandang,longsor dan banjir memutuskan akses jalan utama, baik dari arah Lubukbasung maupun dari arah Matur di kelok 44.

Saat ini, proses penanganan warga terdampak masih terus dilakukan, terutama pembersihan material longsor dan banjir bandang, termasuk material batu-batu kerikil yang banyak memenuhi badan jalan, “saat ini korban yang dinyatakan hilang masih dalam pencarian, termasuk penanganan pengungsi yang cukup banyak menyebar di berbagai nagari , serta pembenahan material banjir di berbagai sarana dan rumah penduduk, “sebutnya.(HARMEN)

Duka Menghujam Dalam di Salareh Aia
Palembayan Terparah Dihantam Bencana

Kecamatan Palembayan, menjadi kecamatan paling parah terdampak bencana di Kabupaten Agam,bahkan di Sumatera Barat.

Setelah dilanda serangkaian musibah tanah longsor, jalan putus, pohon tumbang dan banjir di berbagai titik, Kecamatan Palembayan dihantam banjir bandang dahsyat Kamis, (27/11) lalu, khususnya di 4 jorong dalam Nagari Salareh Utara.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 140 orang korban meninggal dari total 192 korban meninggal di Kabupaten Agam, belum lama korban yang dinyatakan hilang mencapai lebih dari 72 orang, yang terbanyak di Palembayan mencapai 66 orang.

Tak terbayangkan dampak kerusakan yang dialami di 4 jorong dalam Nagari Salareh Utara, Palembayan tersebut, saat ini yang terhampar hanya tumpahan lumpur yang menutupi rumah-rumah penduduk yang hancur diterjang banjir bandang, jalan rusak, seluruh insfrastruktur hancur, bahkan satu perkampungan disebut-sebut terbenam dalam lumpur, yang hingga kini masih belum terkonfirmasi jumlah penduduk yang mendiaminya.

Dampak bencana di Kecamatan Malalak sangat luar besar. Terjangan banjir bandang di puncak pebukitan di Subarang Aia, tumpah akibat tak kuat menampung debit air akibat hujan deras berkepanjangan selama sepekan, sehingga memicu banjir bandang yang melumat habis seluruh areal yang dilewati.

Tak terbayang, bahkan banyak cerita duka yang tergambar di lokasi kejadian, terutama kisah pilu yang disampaikan para korban yang menjalani perawatan di RSUD Lubukbasung, tercatat sebanyak 75 orang warga menjalani perawatan, bahkan 32 orang diantaranya menjalani operasi patah tulang secara serentak dalam sehari yang dikerjakan 30 orang tim dokter.

Hingga saat ini, para korban yang berhasil ditemukan sudah dikuburkan, bahkan tercatat sebanyak 29 orang dikuburkan tanpa identitas, setelah tim DVI baik di RSUD Lubukbasung maupun di RS Bhayangkara Padang, tidak berhasil mengidentifikasi mayat korban, yang kondisinya beragam.

Bupati Agam H.Beni Warlis bersam Wakil Bupati Agam H.M.Iqbal, yang secara rutin memantau perkembangan upaya pencarian dan penanganan dampak bencana di Palembayan, meyakinkan, pihaknya bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana di kabupaten Agam akan berupaya maksimal mengatasi seluruh dampak bencana yang terakhir.

Langkah prioritas yang dilakukan pihaknya, selain proses pencarian terhadap para korban, pembersihan dan pemulihan insfrastruktur utama, penanganan pengungsi dan penyaluran bantuan, menjadi hal penting yang secara rutin dievaluasi.

Duka mendalam di Palembayan, masih terus mengalir hingga kini. Proses pencarian 66 warga yang hilang, proses pembenahan insfrastruktur dasar, baik listrik, jaringan selular, pembukaan akses jalan ke berbagai nagari terdampak secara maksimal masih terus dilakukan tim gabungan penanganan dampak bencana. Duka masih terus tersisa, semoga semua cepat bangkit bersama.(HARMEN)

Banjir Isolasi Warga Tiku V Jorong , Lubukbasung dan Anak Aia Kasiang

Dampak bencana hidrometeorologi cukup parah juga melanda wilayah Tanjung Mutiara, khususnya di Nagari Tiku V Jorong, yang terkepung banjir. Dampak curah hujan yang tinggi, membuat kawasan yang menjadi langganan banjir itu, terisolasi.

Upaya penanganan warga terdampak banjir, terutama dengan evakuasi dan penyaluran bantuan logistic, tidak hanya dilakukan warga tapi juga didukung personil TNI -AL dari Kodaeral II Padang, yang menurunkan personil Marinir, dibantuk personil TNI dan jajaran TNI-Polri yang bertugas di wilayah itu.

Camat Tanjung Mutiara, Edo Aipa Pratama menyebutkan, banjir yang merendam wilayah Tiku V Jorong terutama di Jorong Labuhan, Subang-Subang dan Gadih Angik, membuat ribuan warga terkepung dan tidak bisa keluar wilayah, pasalnya banjir di kawasan perkebunan kelapa sawit itu, dipenuhi banjir sampai 3 meter.

Proses evakuasi berlangsung dramatis,warga hanya bisa menyeberangi arus banjir dengan perahu karet, perahu nelayan dan speedboat, termasuk proses distribusi bantuan logistic untuk warga terdampak, “kita dibantu personil Marinir, PMI dan kesatuan lain, sehingga proses evakuasi warga dan distribusi bantuan logistic bisa maksimal,’sebut Edo Aipa Pratama.

Banjir juga menyebabkan warga Anak Aia Kumayan, Nagari Kampuang Tangah, Lubukbasung harus dievakuasi menggunakan perahu karet dan sampan. Luapan aliran sungai di kawasan itu merendam pemukiman penduduk sehingga warga harus diungsikan.

“ Dampak curah hujan yang tinggi, menyebabkan arus sungai naik sampai ke pemukiman penduduk, dan warga kita ungsikan ke kantor walinagari, “sebut Camat Lubukbasung Ricky Eka Putra.

Kondisi serupa juga dialami warga Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, kecamatan Ampek Nagari yang harus diungsikan akibat luapan banjir. Proses evakuasi terpaksa menggunakan perahu karet karena genangan banjir berarus deras sudah mencapai 2 meter dan menutupi rumah-rumah penduduk.

Banjir serupa dialami warga di Nagari Sitanang, khususnya di Jorong Gantiang yang mengharuskan warga mengungsi ke tempat aman, “dampak curah hujan tinggi, menyebabkan aliran sungai Batang Sitanang meningkat, dan menyebabkan banjir beras. Seluruh warga terdampak sudah diungsikan ke tempat aman, “sebut Wakil Bupati Agam M.Iqbal saat meninjau warga terdampak.

(HARMEN)

Populer

Exit mobile version