Oleh : Hazihratun Khutsiyah
Dalam dunia perbankan, IPO bukan sekedar menjual saham ke publik, tetapi juga menuntut kesiapan dari berbagai sisi, mulai dari permodalan yang kuat, sistem tata kelola yang transparan, hingga kemampuan bersaing di pasar terbuka.
Karena status Bank Nagari saat ini masih sebagai BDP dengan mayoritas kepemilikan pemerintah daerah, keputusan untuk fokus terhadap penguatan internal terlebih dahulu merupakan hal yang sangat logis.
Secara kinerja Bank Nagari sudah punya modal yang kuat dan rasio kredit bermasalah yang rendah. Namun penguatan dana murah ( CASA ) dan pertumbuhan kredit stabil tetap penting diperhatikan agar siap untuk berkecimpung ke pasar modal. Keputusan ini mencerminkan strategi jangka panjang agar Bank Nagari siap bersaingan dan tidak hanya kuat di tingkat daerah.
Untuk melakukan keputusan IPO Bank Nagari perlu memiliki kebijakan yang terarah dan bertahap, dan hal ini tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena menyangkut kesiapan keuangan, operasional dan tata kelola Bank Nagari perlu memperkuat struktur permodalan,karena modal yang kuat akan menjadi daya tarik utama bagi investor.
Penguatan tata kelola juga penting karena Bank Nagari akan terbuka ke publik jadi Bank Nagari harus siap dengan transparansi laporan keuangan dan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.-(*)