Kaba Pemko Bukittinggi

KWT dan Bank Sampah ATTS Pilot Project di Bukittinggi

Posted on

Bukittinggi, KABA12.com — Kelompok Wanita Tani (KWT) Mutiara Indah di bawah pimpinan Dra. Adizar, berdiri tahun 2015 lalu, difasilitasi Kantor Ketahanan Pangan Bukittinggi dan pembinaan dari Dinas Pertanian. Hingga kini,  KWT telah memiliki 17 anggota aktif.

KWT dibina untuk memanfaatkan lahan pekarangan untuk pembibitan sayur mayur dan memanfaatkan lahan pekarangan. Sehingga untuk kebutuhan dapur, warga dapat memanfaatkan hasil tanaman mereka yang ada di perkarangan rumah, tanpa harus membeli di pasar.

Lurah ATTS, Endi Syamsir menjelaskan, KWT Mutiara Indah yang berada di RT IV RW III di kelurahannya, merupakan kegiatan yang sedang giat dilaksanakan. Selain itu, KWT, dasawisma dan bank sampah selalu jalan beriringan karena berada satu atap. “Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tapi juga dapat meningkatkan kreatifitas warga khususnya para ibu rumah tangga,” ungkapnya.

Camat Guguk Panjang, Drs. Rispayanto menambahkan, bahwa KWT Mutiara Indah merupakan bagian dari kegiatan dasawisma di RT IV RW III, selain kegiatan KWT, RT IV di bawah pimpinan Suryadi juga memiliki berbagai kegiatan unggulan seperti dasawisma dan bank sampah. Tiga icon tersebut dilaksanakan secara serentak setiap hari Minggu, seperti arisan dasawisma, kegiatan transaksi di bank sampah Mutiara Indah, serta gotong royong bersama KWT.

“Keberhasilan RT IV RW III kelurahan ATTS itu, menjadi rujukan bagi RT dan RW lain untuk memberdayakan warga khususnya kaum perempuan untuk mengembangkan kegiatan dasawisma dan bank sampah. Ini perlu kita sukseskan bersama,” jelasnya.

Terbukti, lanjut Rispayanto, lima RW di kelurahan ATTS kini telah memiliki bank sampah. Khusus di RT IV RW III, sejak berdiri Mei 2016 lalu, bank sampah mutiara indah telah memiliki 50 nasabah aktif, setiap minggu warga di RT tersebut melakukan transaksi di bank sampah.

Pemko Bukittinggi mengapresiasi kegiatan dasawisma yang dilaksanakan kelurahan ATTS kecamatan Guguk Panjang ini. Asisten II Setdako Bukittinggi, Ismail Djohar menuturkan bahwa kelurahan ATTS merupakan pilot project di Bukittinggi.

“Meskipun sebelumnya ditetapkan sebagai salah satu kawasan kumuh, namun ATTS terus berbenah hingga banyak prestasi yang berhasil diraih kelurahan ATTS,” ungkapnya.

Keberhasilan kelurahan ATTS dalam mengelola bank sampah, dasawisma dan kelompok wanita tani itu, juga mendapat perhatian daerah luar. Salah satunya provinsi Gorontalo yang menyempatkan diri untuk mengunjungi KWT Mutiara Indah, di kawasan rumah pangan lestari, kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah kecamatan Guguk Panjang, beberapa waktu lalu.

(Ophik)

Populer

Exit mobile version