Lubuk Basung, kaba12 — Pemerintah Kabupaten Agam resmi memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan sejak 6 Januari 2026.
Penegasan ini disampaikan bertepatan dengan pelaksanaan pemakaman massal enam jenazah korban bencana alam yang digelar pada Rabu (7/1) di TPU Pemkab Agam, Kampuang Baru, Nagari Lubuk Basung.
Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan pemakaman enam jenazah tersebut menjadi bagian dari rangkaian akhir penanganan darurat pascabencana hidrometeorologi yang melanda Agam akhir November 2025.

“Kabupaten Agam telah masuk masa transisi menuju pemulihan sejak 6 Januari, hari ini kita melaksanakan pemakaman enam jenazah yang telah melalui proses identifikasi terakhir di RSUD Lubuk Basung,” ujar Benni Warlis di lokasi TPU Pemkab Agam.
Ia menjelaskan, keenam jenazah yang dimakamkan secara massal tersebut seluruhnya telah terdata , sehingga tidak ada korban yang kehilangan kejelasan identitas.
Pemerintah daerah masih membuka ruang bagi keluarga korban yang belum sempat hadir untuk proses administrasi lanjutan.

Bupati Agam juga menyampaikan apresiasi kepada DVI Mabes Polri, Kapolda Sumatera Barat, jajaran TNI–Polri, tenaga kesehatan, serta relawan yang telah bekerja secara intensif sejak masa tanggap darurat hingga tahap transisi saat ini.
Baca Juga : 6 Jenazah Korban Bencana Dimakamkan, Kapolda : Di Sumbar 253 Meninggal, 222 Teridentifikasi, 31 Masih Proses
Sebagaimana diketahui, bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung yang melanda Kabupaten Agam pada akhir November 2025 telah menyebabkan 165 orang meninggal dunia, dengan sebaran korban terbesar berada di Kecamatan Palembayan.

Pemakaman enam jenazah Rabu (7/1) ini sekaligus menandai penutupan fase tanggap darurat, dan menjadi titik awal bagi Kabupaten Agam untuk melangkah ke tahap pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur, meski duka masih terasa di tengah masyarakat.
Baca Juga : Kapolda Sumbar Pimpin Shalat Jenazah, Ketua DPRD Agam Pimpin Doa
(TAUFIQ)