Pariwara Pemkab Agam
Kota Lubukbasung Kebanggaan Rang Agam
Pariwara, KABA12.com — Berbicara tentang kabupaten Agam, sosok ibukota kabupaten Agam, kota Lubukbasung takkan pernah henti mengurai benang merah sejarah.
Perjalanan cukup panjang, untuk mewujudkan Lubukbasung sebagai pusat pemerintahan kabupaten Agam, bahkan, tanggal 19 Juli 2020 ini, usia ibukota kabupaten Agam sudah berusia 27 tahun, yang sudah merubah sosok kota ini menjadi sebuah kota maju, bergengsi dan modern.
Saat ini, masyarakat Lubukbasung khususnya sudah bisa bertepuk dada, penuh bangga, bahwa sosok wilayah yang dulunya belantara, kini sudah berdiri gedung-gedung megah, berbagai sarana pelayanan untuk masyarakat, jalan-jalan mulus, benderang jika malam menjelang, sarana hiburan yang menjadi obat penyejuk masyarakat, serta berbagai fasilitas lain yang kini dengan bangga bisa dinikmati masyarakat.
Dan itu, menurut beberapa tokoh masyarakat, menjadi sebuah catatan penting sejarah Lubukbasung yang, secara lugas bisa dijawab bupati Agam Dr.Indra Catri, “ kami bangga sebagai warga Lubukbasung , “ sebut Warman St.Rajo Bungsu, warga Padang Baru, Lubukbasung.
Kebanggaan itu, sebutnya seolah mimpi yang menjadi kenyataan, pasalnya banyak yang tidak menduga, gerak cepat Pemkab Agam dibawah bupati Indra Catri, bisa dengan nyata menjawab aspirasi membangun yang disampaikan masyarakat di berbagai moment.
Bahkan saat ini, sosok Lubukbasung justru hadir menjadi sebuah kota maju, penuh sarana, bahkan menjadi kota kebanggaan bagi masyarakat dan perantau yang selalu menjadi buah bibir. “ Kampung kita, sudah setara kota maju di Indonesia, “ ungkap Hj.Muliati, tokoh perantau Lubukbasung di Jakarta.-(*).-
Ibukota Kabupaten Agam Kian Tacelak
Kian “tacelaknya” Lubukbasung, sebagai ibukota kabupaten Agam, sebagai pusat pelayanan dan sentral aktivitas pemerintahan di kabupaten Agam, memberi warna luar biasa dalam beragam cerita bangga yang dibahas di berbagai forum.
Dukungan masyarakat yang menyatu dengan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan berbagai sarana yang dibutuhkan untuk pelayanan masyarakat, dalam 3 tahun terakhir memperlihatkan bukti nyata.
Dalam 3 tahun terakhir, jelmaan sosok kota Lubukbasung begitu “mengena”, berbagai gedung perkantoran yang sengaja diatur berlantai dua, karena kondisi alam yang rawan gempa, dan langkah antisipasi terhadap hal-hal yang bisa merugikan masyarakat, kini menggurita di pusat pemerintahan di Padang Baru, Lubukbasung.
Saat ini, selain kantor bupati Agam, gedung DPRDAgam, gedung inspektorat-Bappeda Agam, rumah sakit umum daerah (RSUD) Lubukbasung, Dinas Kesehatan, DPUTR, Disparpora, gedung Disdikbud.Agam, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan-Ketahanan Pangan, gedung DPMN-Diskoperindagkop-UMKM, Dalduk-KB-PP-PA, dan fasilitas ruang terbuka hijau sudah dibangun dengan segala kemegahan yang dimilikinya.
Tahun lalu, juga sudah dibangun kediaman resmi wakil bupati Agam, kediaman resmi ketua DPRD Agam, termasuk hadirnya gedung Kejaksaan Negeri Kabupaten Agam yang semakin menambah sumringah sosok Lubukbasung yang semakin tacelak. Itu lakek tangan bupati Agam Indra Catri. (*)
Aura Luar Biasa Bernama Lubukbasung
Saat ini, masyarakat kabupaten Agam bisa berbangga, karena memiliki pusat pemerintahan yang tertata apik dan secara professional dirancang untuk menjawab harapan dan aspirasi yang mengemuka dalam masyarakat selama ini.
Bupati Agam Dr.Indra Catri saat berdiskusi dengan kaba12.com, dalam RPJM periode keduanya menjabat bupati Agam (2016-2021),fokus mendorong kemajuan pembangunan di ibukota kabupaten Agam menjadi target penting yang harus diselesaikan menjelang akhir masa jabatannya.
Disebutkan Indra Catri, pihaknya memproyeksikan, sosok Lubukbasung akan menjadi ibukota pemerintahan yang tak kalah bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia. Selain tekstur bangun yang pas dengan gaya kekinian, disesuaikan dengan kondisi daerah, yang dalam beberapa puluh tahun kemudian akan bertahan seiring kemajuan zaman.
Bahkan, keberadaan bangunan kantor, rumah sakit, sekolah dan berbagai sarana lain, justru jauh diatas target yang ditetapkan, karena bangunan yang dibangun pemerintah tersebut merupakan sarana yang akan digunakan masyarakat, anak kemenakan dan cucu sampai nanti sehingga kekuatan, kenyamanan dan keindahannya, harus menjadi kajian sejak saat ini.
“ Yang akan memanfaatkan berbagai sarana itu adalah anak kemenakan dan cucu kita semua, jadi harus memiliki tekstur yang kokoh, nyaman dan bisa dinikmati dengan baik, sehingga bisa menjadi sarana yang bisa bertahan lama dan bermanfaat maksimal, “sebut Indra Catri. (*)
Kerangka Kota Besar Untuk Masa Depan
Konsep pengembangan kota Lubukbasung, menurut bupati Agam Dr.Indra Catri harus disiapkan untuk jangka panjang dan bisa bermanfaat optimal dalam berbagai aspek, baik kenyamanan, keamanan, keindahan yang sesuai dengan kemajuan era kekinian.
Konsep pengembangan kota, sesuai format yang disusun dalam konsep tata ruang kota, kawasan pusat pelayanan pemerintahan, berada dalam satu area, tidak hanya untuk memudahkan pelayanan pada masyarakat, juga untuk memudahkan koordinasi antar pemerintah yang notabone-nya akan menjadikan sosok Lubukbasung sebagai sebuah kota yang betul-betul menjadi pusat pelayanan yang sesungguhnya.
Dr. Indra Catri menegaskan, pihaknya saat ini, membangun kerangka yang ideal yang nantinya diharapkan bisa dilanjutkan oleh para pemimpin kabupaten Agam kedepan, terutama dalam konteks tata kota, keseimbangan kawasan sebagai strategi pengembangan kawasan masa depan yang ideal.
Bupati Agam dua periode itu meyakinkan, komitmennya untuk menjadikan Lubukbasung tidak hanya sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat, tapi juga akan menjadi Lubukbasung sebagai kota kunjungan, dengan menghadirkan berbagai fasilitas penting yang diharapkan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, sebelum menikmati keindahan kawasan danau Maninjau.
“ Kita sudah siapkan konsep penting yang diharapkan nanti, bisa dilanjutkan dengan berbagai pengembangan sarana yang dibutuhkan untuk pelayanan masyarakat. Kita siapkan Lubukbasung sebagai sosok kota yang maju dan modern, “tegas Indra Catri. (*)