Lubukbasung,kaba12 — Jumlah korban meninggal dan luka-luka akibat terdampak bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir di wilaayh Kabupaten Agam, sepanjang Kamis, (27/11) mengalami peningkatan yang cukup drastis. Selain dampak bencana banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, kecamatan Malalak, wilayah Kayu Pasak,Nagari Salareh Aia, Palembayan juga dihantam banjir bandang.
Longsor dan banjir bandang juga melanda wilayah Tanjung Raya, terutama di Jorong Bancah, Nagari Bayua, di Jorong Aria, Nagari Dalko dan berbagai lokasi yang menyebabkan banyak korban luka dan meninggal dunia. Demikian juga di wilayah Lubukbasung, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, Kecamatan Matur, Kecamatan Palupuah dan beberapa lokasi lain,korban dampak bencana terus bertambah
Untuk membantu warga terdampak bencana tersebut, saat ini seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Agam sudah disiagakan untuk menangani para korban , “ sebagaian besar wilayah Agam terdampak bencana, untuk penanganan medis bagi masyarakat terdampak bencana langsung dilakukan oleh Puskesmas setempat,”tegas dr.H.Hendri Rusdian,M,Kes, Kadinas Kesehatan Agam kepada kaba12.

Dijelaskan, saat ini pihaknya bersama seluruh jajaran puskesmas di Kabupaten Agam sudah siaga dalam memberikan pelayanan kesehatan,termasuk untuk warga yang berada di lokasi pengungsian.
Ditambahkan, Hendi Rusdian,khusus di Nagari Malalak Timur, khususnya di jorong Toboh yang terdampak banjir bandang, tim Mmedis Puskesmas Malalak tidak bisa memberikan penangganan medis karena akses jalan terputus dari Puskesmas Malalak ke Toboh, Malalak Timur.
Untuk membantu penangganan medis di Jorong Toboh, khususnya di lokasi pengungsian, pihaknya sudah menugaskan tim medis dari Puskesmas Tiku dan RSUD Lubuknasung,” kita juga minta bantuan ke Dinkes Padang Pariaman melalui Puskesmas Patamuan. Dan untuk selanjutnya pelayanan medis bagi masyarakat di Toboh, Malalak Timur, akan kita tugaskan tim medis dari Puskesmas yangg ada Kabupaten Agam secara bergantian setiap hari, “jelasnya.
Sementara untuk korban banjir bandang di Koto Alam, III Koto Silungkang, Gumarang, Kayu Pasak, saat ini tengah dilayani di Puskesmas Koto Alam, karena masyarakat yang dilayani cukup banyak sementara petugas medis sangat terbatas, menyebabkan petugas kewalahan dalam melayani.

Disisi lain, Kapus tidak bisa memobilisasi petugas yang ada disekitar Puskesmas karena banyak diantara tenaga medis yang juga terdampak banjir bandang tersebut.
Sementara untuk mendatangkan tenaga medis dari luar saat ini tidak memungkinkan karena akses jalan terputus baik dari Palembayan maupun dari Ampek Nagari, “kita kooordinasikan dgn BPBD Agam bagaimana bisa akses menuju Puskesmas Koto Alam atau sebaliknya,”jelas Hendri Rusdian lagi.

Sedang untuk kebutugan obat-obatan sampai saat ini masih mencukupi di masing-masing Puskesmas, dan untuk mengantisipasi kekurangan obat, pihaknya akan minta dukungan ke Dinkes Provinsi, “kita sudah koordinasikan dengan ibu Kepala Dinkes Sumbar, tinggal mengajukan usulan permintaan obat lagi, “jelas Kadinkes Agam itu lagi.
(HARMEN)