Kaba Bukittinggi

Kontrak Proyek RSUD Bukittinggi Terancam Diputus

Bukittinggi, KABA12.com — Pengerjaan RSUD oleh kontraktor terancam putus kontrak, jika pekerjaan ketertinggalan masih tidak dapat dikejar sesuai target yang telah ditentukan hingga akhir bulan September ini.

Sebelumnya, pelaksana pun telah dilayangkan Surat Peringatan (SP) untuk ke tiga kalinya oleh Pemko Bukittinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Yandra Ferry didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Bukittinggi Ramli mengatakan, jika pihak pemko masih memberikan kesempatan bagi pelaksana untuk mengejar ketertinggalannya pasca diberikan SP III pada awal bulan kemarin.

“Ada sebagian proyek yang langsung diputus kontraknya setelah mendapatkan SP III. Namun, kita masih memberikan waktu dan kesempatan bagi pelaksana saat ini meskipun telah diberi SP III. Dan jika pihak pelaksana masih tidak bisa mengerjakan ketertinggalan itu, maka akan kita ambil langkah terakhir yaitu pemutusan kontrak,” ujar Yandra Ferry.

Menurut Kadis, pihak pelaksana masih ketertinggalan atau minus 24 persen, yang harus dikebut hingga selesai bulan ini. Awalnya, SP I diberikan pada bulan Juni lalu karena pihak pelaksana ketertinggalan 10 persen pengerjaan dari target yang seharusnya. Disusul dengan SP II pada bulan Juli karena pekerjaan minus 19 persen.

Seharusnya, target sejak dari awal hingga minggu ke 53 ini, pembangunan RSUD harus selesai sebanyak 49 persen. Namun, pihak pelaksana yang saat ini dipegang oleh PT Bangun Kharisma Prima (BKP) hanya sanggup menyelesaikan 25 persen. Artinya, pihak pelaksana harus mengejar target secepat mungkin.

“Jika seandainya, pihak PT BKP masih belum bisa mengerjakan ketertinggalan, makan otomatis akan dilakukan pemutusan kontrak kerja. Untuk pekerjaan selanjutnya, tentu akan dibahas terlebih dahulu. Ada dua alternatif yang akan dilakukan, bisa melalui penunjukan langsung, bisa di tender ulang kembali. Jika ditender ulang, tentu aja pembangunan dilanjutkan di tahun 2020 mendatang,” jelasnya.

(Ophik)

To Top