DPRD Agam

Komisi IV DPRD Agam Kunker ke Disdik Kota Padang

Padang, kaba12.com — Komisi IV DPRD Agam gelar kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Kota Padang, Senin (28/10).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka sharing terkait pengaruh penggabungan (Regrouping) sekolah dasar terhadap tingkat efektifitas dan efisienasi penyelenggaraan pendidikan.

Rombongan Komisi IV DPRD Agam yang dipimpin Erdinal ketua komisi, bersama anggota komisi IV, dihadiri Wakil Ketua DPRD Agam, Irfan Amran, yang diterima Sekretaris Dinas Pendidikan, Danti Aryan beserta jajarannya.

Ketua komisi IV DPRD Agam, Erdinal menyebutkan kunjungan tersebut selain untuk bersilaturahmi juga mencari informasi terkait dengan pengaruh regrouping sekolah dasar terhadap tingkat efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan karena saat ini banyak SD yang bergabung satu sama lain.

Menjawab pertanyaan dari Ketua Komisi IV DPRD Agam itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padang, Danti Aryan menjelaskan, regrouping merupakan penggabungan beberapa sekolah dasar, menjadi satu dalam rangka efisiensi anggaran pendidikan dan efektifitasnya untuk peningkatan mutu pendidikan atau merupakan usaha penyatuan dua unit SD atau lebih menjadi satu kelembagaan atau institusi dan diselenggarakan dalam satu pengelolaan.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Agam, Bulqaini mempertanyakan regulasi tentang regrouping tersebut sudah sesuai dengan aturan dan sudah disesuaikan dengan aturan yang ada di daerah masing-masing.

Selain itu, anggota Komisi IV DPRD Agam, Ar Yutinof menanyakan respon dari masyarakat tentang sosialisasi regrouping SD tersebut dan bagaimana pengelolaan mengenai aset yang ada di sekolah.

Salman Linover, anggota Komisi IV DPRD Agam juga mempertanyakan dampak dari regrouping dan solusi akibat dari regrouping itu sendiri terhadap lingkungan sekolah.

Menanggapi pertanyaan dari para anggota dewan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padang menjelaskan, menyampaikan pelaksanaan regrouping pada sekolah dasar se-Kecamatan Kota Padang, sudah berjalan sangat baik dan pelaksanaannya sudah sesuai dengan acuan pedoman penggabungan sekolah yang telah dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri.

” Efektivitas penyelenggaraan pendidikan sebelum dan sesudah regrouping, hasilnya sangat efektif. Dimana sekolah yang jumlah peserta didiknya sedikit, justru lebih efektif dalam kegiatan belajar-mengajar sehingga kualitas pendidikan menjadi lebih bagus,” jelasnya.

Sementara itu, untuk efisiensi penyelenggaraan pendidikan sebelum regrouping, cukup efisien. Namun, kendalanya adalah dinas pendidikan sulit untuk mengklasifikasikan sekolah, dikarenakan terlalu banyak sekolah.

Sedang efisiensi penyelenggaraan pendidikan sesudah mengalami regrouping, sangat lebih efisien karena terdapat peningkatan dalam hal ini dinas pendidikan, tidak perlu lagi mengangkat kepala sekolah baru, karena akan mengisi jabatan atau menggantikan kepala sekolah yang pensiun sehingga efisiensi penghematan anggaran pendidikan.

Menanggai respon dari sekretaris dinas pendidikan kota Padang itu, jajaran Komisi IV DPRD Agam mengaku puas, dan akan menjadikan masukan dan informasi terkait dengan regrouping SD itu sebagai bahan kajian dalam agenda serupa yang tengah dilakukan di kabupaten Agam.

HARMEN

To Top