DPRD Agam

Komisi IV DPRD Agam Kunjungi Dinas Pendidikan Kota Padang

Padang, kaba12.com — Komisi IV DPRD Agam gelar silaturrahmi ke Dinas Pendidikan Kota Padang, Senin (24/6) kemarin.

Kunjungan silaturrahmi tersebut dalam rangka mencari referensi terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam rangka penerimaan siswa baru tahun ajaran 2019 ditingkat SD dan SMP sederajat yang akan diadopsi di kabupaten Agam.

Kunjungan silaturrahmi itu dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Agam Irfan Amran didampingi Wakil Ketua DPRD Agam Taslim, S.Ag dan anggota komisi lainnya, yang diterima Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Drs. Barlius, MM, Kasi Penjamin Mutu dan Pengawasan Indriyedy Bakri, S.Pd.MT dan UPT PDAPODIK dan IT Irwan, S.Pd.

Dalam pertemuan tersebut Irfan Amran menjelaskan tujuan kunjungan Komisi IV ke Dinas Pendidikan Kota Padang tersebut, adalah untuk mencari referensi mengenai SOP penerimaan siswa baru tahun 2019, terutama dalam sistim penerapan sistem zonasi yang kini banyak dikeluhkan orang tua siswa saat ini.

Selain itu, rombongan komisi IV DPRD Agam juga mengajukan beberapa pertanyaan tentang sistem penerimaan siswa baru baik tingkat SD/SMP.

“Kami dari Komisi IV DPRD Agam, ingin mengetahui tahapan yang harus dilalui dan diikuti dalam proses penerimaan siswa SD/SMP untuk tahun 2019 sekarang ini,” kata Ketua Komisi IV itu.

Menanggapi hal itu Kadisdik Kota Padang, Drs. Barlius, MM, melalui UPT PDAPODIK dan IT Irwan, S.Pd menjelaskan, penerapan sistem zonasi atau berbasis wilayah tempat tinggal siswa dalam penerimaan pesera didik baru 2019, mengacu kepada aturan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain menerapkan zonasi dalam penerimaan juga menggunakan sistem dalam jaringan, baik untuk SMP maupun SD.

Menurut Irwan , S.Pd penerapan sistem zonasi mengau pada Permendikbud No. 51 Tahun 2018 dan Peraturan Walikota Padang No. 32/2019 serta Keputusan Wali Kota Padang No. 211 Tahun 2019 tentang jadwal zonasi penerimaan peserta didik baru dalam jaringan.

“Untuk SD, calon siswa hanya dapat memilih sekolah dalam lingkaran zonanya berdasarkan kartu keluarga yang ditentukan berdasarkan sekolah terdekat dengan tempat tinggalnya. Calon peserta didik baru dapat memilih empat SD dalam satu zona dan satu SD di luar zona. Kemudian sistim akan menetapkan satu sekolah pilihan berdasarkan urutan dengan kriteria seleksi yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.

Sementara, untuk penerimaan peserta didik SMP berdasarkan SD yang terdekat dengan SMP yang menjadi sekolah zonasi dengan pertimbangan anak dengan SMP zonasi, kemudahan akses transportasi dan daya tamping SMP zonasi. Untuk kriteria seleksi mengacu pada nilai UASBN, umur dan ikut mendaftar.

“Bagi calon siswa SD usia minimal enam tahun dan jika baru 5 tahun 11 bulan tidak bisa diterima. Terkait kuota dalam satu sekolah, 0 persen untuk zonasi, lima persen untuk keluarga kurang mampu dan lima persen siswa inklusi dan siswa dari luar daerah,” jelasnya panjang lebar.

Ia menambahkan, untuk penerimaan luar jaringan pada jenjang SMP juga dibuka bagi jalur prestasi dan inklusi, yaitu bagi mereka yang memiliki prestasi lomba atau kejuaraan yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam penghargaan seperti olimpiade sains nasional, olimpiade olahraga siswa nasional atau kejuaraan olahraga nasional.

Kunjungan silaturrahmi jajaran komisi IV DPRD Agam itu berlangsung sehari penuh didampingi personil sekretariat DPRD Agam.

HARMEN

To Top