DPRD Agam

Komisi III DPRD Agam ke PSDA Sumbar, Irigasi Batang Bawan Diapungkan

Padang, kaba12.com — Rombongan Komisi III DPRD Agam yang mengunjungi Dinas PSDA Propinsi Sumatera Barat, Senin lalu, menjadi moment penting dalam mendorong terealisasi berbagai aspirasi terkait kegiatan pembangunan berbagai sarana yang dibutuhkan masyarakat di kabupaten Agam.

Bahkan, dalam moment kunjungan silaturrahmi mencuat beberapa harapan dan aspirasi pembangunan berbagai sarana irigasi, salah satunya irigasi Batang Bawan.

Rombongan Komisi III DPRD Agam yang dipimpin ketua Komisi Ais Bakri beserta anggota komisi didampingi Sekretaris DPRD Agam Indra dan pendamping komisi itu, diterima unsur pimpinan PSDA Sumbar di ruang pertemuan kantor tersebut.

Menurut Ais Bakri, ketua komisi menyebutkan, tujuan kunjungan ini dalam rangka silaturrahmi dan sharing tentang program kegiatan PSDA Sumbar yang ada di wilayah Kabupaten Agam tahun ini serta kendala yang ditemui di lapangan.

Ditambahkan, Komisi III yang membidangi pembangunan punya kewajiban juga untuk tahu kendala apa saja yang ada setiap kegiatan pembangunan di lapangan, karena hal itu penting untuk kepentingan masyarakat.

Dalam tanggapannya, Dinas PSDA Sumbar menjelaskan, ada beberapa program yang dilaksanakan di Kabupaten Agam tahun 2019 ini, diantaranya proyek irigasi Antokan Lubuk Basung dan Irigasi Gumarang serta berbagai kegiatan lain.

Dilain pihak, anggota Komisi III Rizki Abdillah Fadhal menyampaikan apresiasi pada Dinas PSDA Sumbar dalam membangun irigasi di kabupaten Agam, terutama pembangunan Irigasi Gumarang juga merupakan urat nadi pertanian di Kecamatan Palembayan.

Anggota Komisi III DPRD Agam dari fraksi PKS itu mengharapkan Dinas PSDA mensupport Balai Air Sumatera V untuk membangun kembali bendungan dalam bentang irigasi Batang Bawan yang sudah hampir 6 tahun terbengkalai pasca bencana bobolnya bendungan Batang Bawan Kecamatan Ampek Nagari tahun 2013 lalu.

“Kita pahami bendungan irigasi Batang Bawan kewenangannya berada di kabupaten, namun setelah dihitung oleh tim anggaran, biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan sarana irigasi itu ditaksir mencapai Rp30 Milyar, sehingga pemerintah daerah kabupaten Agam perlu dana sharing dari pemerintah pusat maupun propinsi untuk membangun bendungan tersebut karena anggaran Kabupaten Agam sangat terbatas,” ujarnya.

Aspek lain, ulas Rizky Abdillah Fadal, kondisi keuangan daerah yang minim, ditambah luasnya wilayah Agam yang juga butuh dana untuk membangun berbagai sarana prasarana lainnya yang menyebar di 16 kecamatan, membuat alokasi anggaran untuk perbaikan sarana irigasi itu sulit dilakukan.

Dalam pertemuan silaturrahmi itu, seluruh anggota Komisi III DPRD Agam itu mengucapkan terima kasih kepada PSDA Sumbar atas pembangunan beberapa irigasi di wilayah kabupaten Agam, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat.

HARMEN

To Top