Lubukbasung,kaba12 — Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam di seluruh dunia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, hari kelahiran manusia paling mulia yang membawa cahaya hidayah dan perubahan besar dalam sejarah umat manusia. Tahun ini, peringatan Maulid jatuh pada 5 September 2025.
Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Makkah pada tanggal 12 Rabiul Awal di Tahun Gajah (sekitar tahun 571 M). Tahun itu dinamakan “Tahun Gajah” karena menjadi saksi atas kegagalan pasukan bergajah pimpinan Abraha yang ingin menghancurkan Ka’bah, peristiwa ini terekam dalam Al-Qur’an:
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?” *(QS. Al-Fil: 1)*
Nabi lahir dalam keadaan yatim. Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib, wafat saat ibunya, Aminah binti Wahab, masih mengandung. Meski terlahir tanpa sosok ayah, kelahiran beliau membawa harapan besar bagi umat manusia.
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa kelahiran Nabi disertai dengan berbagai tanda kebesaran. Di antaranya, Ibunda Aminah meriwayatkan:
“Pada malam kelahiran Rasulullah SAW, aku melihat cahaya keluar dari rahimku yang menyinari istana-istana di Syam.” *(HR. Ibn Sa’ad)*
Diriwayatkan juga, sebagian istana Kisra (Raja Persia) retak, api abadi kaum Majusi yang telah menyala selama seribu tahun padam, dan danau Sawa yang dianggap suci oleh penduduknya tiba-tiba kering.
Peristiwa-peristiwa ini dianggap sebagai simbol akan datangnya perubahan besar bagi dunia: kebatilan akan runtuh, dan kebenaran akan memimpin.
Al-Qur’an tidak menyebutkan tanggal lahir Nabi secara langsung, tetapi menjelaskan betapa pentingnya kedatangan Rasulullah ke dunia:
“Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kalangan kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” *(QS. At-Taubah: 128)*
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” *(QS. Al-Anbiya: 107)*
Sementara itu dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad dan Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad)
Kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan juga awal dari bangkitnya umat manusia menuju tauhid, keadilan, dan peradaban yang beradab.
Beliau mengajarkan Tauhid, menyembah Allah semata, Akhlak dalam berkata dan bersikap baik, serta Sosial yang membela kaum lemah dan menegakkan keadilan
Dengan meneladani Nabi, umat Islam diajak untuk hidup bermasyarakat secara beradab dan rahmatan lil alamin.
Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa perubahan besar dimulai dari pribadi yang mulia. Maulid bukan hanya momentum seremonial, tapi saat yang tepat untuk merenungi: sudahkah kita meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari?
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian…” *(QS. Al-Ahzab: 21)*
Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini menjadikan kita umat yang semakin mencintai beliau, meneladani sunnahnya, dan menjadi pribadi yang membawa rahmat bagi sekitar.
(*)