Canduang,kaba12 — Ketua DPRD Agam minta pemerintah melakukan langkah-langkah, untuk mengantisipasi potensi dampak yang akan dialami warga yang berada di sepanjang kawasan kaki Gunung Marapi. Pasalnya, dampak banjir lahar dingin yang terjadi Jumat, (5/4) dikuatirkan berlanjut, mengingat potensi curah hujan tinggi.
Diharapkan, langkah-langkah antisipasi dini, sebagai upaya pengurangan risiko bencana, diprioritaskan untuk keselamatan masyarakat, termasuk gerak cepat mengantisipasi dampak banjir lahar dingin susulan, khususnya bagi warga yang berada di zona-zona berbahaya di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi.

Hal itu disebutkan Ketua DPRD Agam menyikapi kondisi pasca banjir lahar dingin yang terjadi beberapa waktu lalu yang merusak beberapa sarana dan berdampak terhadap fasilitas umum, termasuk banyak kendaraan yang rusak, khususnya di wilayah Nagari Bukik Batabuah, kecamatan Canduang dan Sungaipua.
Gunung Marapi kembali bereaksi setelah lebih dari 4.000 kali erupsi termasuk dampak hujan lebat yang mendera wilayah Kabupaten Agam termasuk kawasan Gunung Marapi dalam beberapa hari terakhir yang memicu banjir lahar dingin yang menerjang dua kecamatan di kabupaten Agam masing-masing Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungaipua,Jumat, (5/4) sore.

Informasi yang diperoleh kaba12, banjir lahar dingin yang menerjang wilayah Kecamatan Canduang menerjang Nagari Bukik Batabuah, dimana saat ini, luapan banjir bandang lahar dingin merubah jalur jalan di wilayah itu menjadi aliran sungai yang memenuhi permukaan jalan, sehingga ratusan kendaraan warga yang terparkir di kawasan itu diterjang banjir lahan dingin, baik sepeda motor maupun mobil.
Disebutkan Novi Irwan, pihaknya kuatir, menyikapi kondisi curah hujan dan masih labilnya kondisi puncak Gunung Marapi, yang dikuatirkan akan dampak terhadap masyarakat,jika tidak dilakukan langkah-langkah antisipasi startegis sejak dini.
(HARMEN)