Kaba Terkini

Kerukunan Membawa Bangsa Menjadi Berdaulat

Khazanah, KABA12.com — Sebuah negara didiami oleh beberapa suku, ras, bahkan agama. Akan tetapi banyak kesenjangan yang terjadi didalam pergolakan membangun sebuah negara yang berdaulat.
Kedaulatan menuntut untuk saling menghargai antar sesama dan saling menjaga kerukunan yang tertuang pada dasar hukum suatu negara tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, pada zaman Rasulullah SAW, kesenjangan yang terjadi cenderung kepada antar umat beragama.

Hingga Allah SWT menurunkan firmannya melalui surat Al-Kafirun. Surat yang diturunkan di Mekah ini, menjadi contoh toleransi yang antar umat beragama. “ Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah, untukmu agamamu, dan untukku, agamaku.”

Kalimat “untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku” yang menjadi tonggak toleransi yang diajarkan Allah SWT untuk menjaga kerukunan antar beragam agama di dunia ini.

Akan tetapi, pada zaman sekarang, banyak yang salah akan penafsiran hal tersebut.
Hal ini ditandai dengan beragam aksi yang ditenggarai akan perbedaan agama.

Untuk itu, marilah kita sama-sama menyadari akan yang telah difirmankan Allah SWT, dan diamalkan, agar terjadi kerukunan demi terciptanya bangsa yang berdaulat.

(Dany)

To Top