Lubukbasung, KABA12.com — Menyusul ditetapkannya Pemerintah Kabupaten Agam sebagai nominator penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2018, Tim Pusat Litbang Inovasi Daerah Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri RI), melakukan validasi terhadap 70 program inovasi yang telah diterapkan pemerintah Luhak Agam itu.
Kasubbid Standar Kompetensi Pusat Inovasi Daerah, Bapelitbang Kemendagri, Isman, AP., mengatakan, validasi itu dilakukan terhadap data yang telah diinput Pemkab Agam terkait ke 70 inovasi daerah melalui aplikasi pengukur indeks inovasi daerah.
Dia menjelaskan, penetapan Agam sebagai nominator IGA 2018 setelah melewati analisis dari tim klarifikasi pusat terkait tentang tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik dan inovasi bentuk lainnya.
“Dalam melaksanakan penilaian, untuk pengukuran kami gunakan 35 indikator, 14 diantaranya indeks inputan satuan Pemda dan 21 indeks inputan satuan inovasi daerah,” jelasnya.
Isman menyebutkan, selain Kabupaten Agam ada 3 daerah lain di Sumatera Barat yang masuk sebagai nominator Innovative Government Award tahun ini, yaitu Kabupaten Padangpariaman dan Kota Solok, serta Pemprov Sumbar.
“Setelah kami lakukan analisa terhadap inovasi yang dilakukan, Pemkab Agam masuk dalam 10 besar,” sebutnya.
Baca juga: AGAM Agam Nominator Innovative Government Award 2018
Setelah proses validasi data tersebut, bagi daerah yang memenuhi persyaratan akan dimintai paparan langsung oleh kepala daerah masing-masing mengenai inovasi yang telah diterapkan di daerahnya. Paparan akan disampaikan di kantor Kemendagri di Jakarta Pusat yang selanjutkan akan diberikan penghargaan Innovative Government Award 2018.
Sebelumnya, Kepala BAPPEDA Agam Welfizar pada KABA12.com mengatakan, 70 inovasi pemerintah daerah tersebut meliputi 4 inovasi tata kelola pemerintah daerah, 17 inovasi pelayanan publik dan 49 inovasi bentuk lainnya.
“Inovasi tata kelola pemerintah diantaranya seperti CLEAN klinik perencanaan, SP2D online, e-Votting pilwana, sistem aplikasi persidanga e-Persidangan. Kemudian inovasi pelayanan publik seperti, warning relawan kebakaran dini, pendekatan pelayanan administrasi kependudukan door to door, klinik verifikasi SPJ keuangan nagari. Sementara inovasi bentuk lainnya seperti Agam madani, Literasi sekolah madani, Agam meyemai, Catin menanam dan lainnya,” jelas Welfizar.
Pemerintah Kabupaten Agam sebelumnya pernah menerima penghargaan Innovative Government Award pada tahun 2016, disusul dengan penghargaan Leadership Award yang diterima Bupati Indra Catri pada tahun 2017.
IGA merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah sebagai apresiasi atas inovasi yang telah berhasil dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi, dan Kabupaten/Kota.
(Jaswit)