Kaba Bukittinggi

Kembalikan Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Benar Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Bukittinggi, KABA12.com — Balai Bahasa Sumatera Barat bersama Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bukittinggi, melaksanakan diskusi kelompok terpumpun tentang pengawasan dan pengendalian penggunaan bahasa negara media luar ruang di kota Bukittinggi. Kegiatan ini dilaksanakan di Bukittinggi Command Center Balaikota, Selasa (03/09).

Kepala Balai Bahasa Sumatera Barat, diwakili Penyuluh, Yollanda, menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya dari pemerintah, untuk mengembalikan martabat Bahasa Indonesia. Bukittinggi menjadi lokasi ke 16 dari 18 kabupaten kota di Sumatera Barat, yang melaksanakan kegiatan ini.

“Tujuannya memang lebih memartabatkan bahasa Indonesia, yang saat ini masyarakat lebih suka menggunakan bahasa asing, yang hakikatnya, jauh dari makna Bahasa Indonesia. Dengan diskusi kelompok terpumpun ini, kami mengedepankan prinsip, utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing,” jelasnya.

Salah satu bentuk implementasinya, Balai Bahasa Sumatera Barat, menggunakan judul kegiatan dengan diskusi kelompok terpumpun. Tidak menggunakan istilah, Focus Group Discussion (FGD) yang sering digunakan saat ini di berbagai kegiatan diskusi kelompok.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo, Novri, menyampaikan terima kasih kepada Balai Bahasa Sumbar, yang melaksanakan kegiatan ini di Bukittinggi. Karena kegiatan ini sangat penting bagi semua pihak, dalam rangka mempertahankan dan mengembalikan nilai positif para pendidik bangsa, sesuai dengan sumpah pemuda.

“Sumpah Pemuda, khususnya pada kalimat menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, menjadi komitmen bersama untuk menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, bahasa pemersatu bangsa. Bahasa menjadi jati diri bangsa. Kita harus kembalikan dan pahami kaidah Bahasa Indonesia, untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan secara tegas, Bahasa Indonesia menjadi salah satu alat pemersatu bangsa,” ungkap Novri.

Namun, lanjutnya, memang saat ini, nilai dari Bahasa Indonesia itu sendiri mulai terpinggirkan. Untuk itu, melalui diskusi ini, diharapkan peserta dapat memahami prinsip penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga bisa sekaligus menjadi pemantau dan pengendali dari penggunaan bahasa Indonesia, khususnya pada media luar ruang, seperti, poster, spanduk, baliho dan lainnya.

Pemko melalui Diskominfo, berharap, hasil dari kegiatan ini dapat dikembangkan lagi dan dapat mengembalikan kaidah Bahasa Indonesia yang benar, dalam berbagai sosialisasi serta kegiatan, terutama yang dicantumkan dalam media luar ruang.

(Ophik)

To Top