Lubukbasung, kaba12.com — Kasus positif covid-19 di Kabupaten Agam yang mengalami lonjakan yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir, membuat banyak pihak harus bekerja ekstra, apalagi dengan munculnya klaster baru yang menyebabkan terjadinya penambahan kasus positif covid-19 sejak sepekan terakhir.
Menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 (GTP2 Covid19) Agam, M.Dt.Maruhun, saat ini sudah terjadi penambahan klaster baru di kabupaten Agam, yakni klaster tahapan Pilkada Agam, menyusul dinyatakan terpapar positifnya dua kandidat bupati Agam masing-masing Trinda Farhan Satria dan Andriwarman yang mulai menularkan paparan virus corona.
Bahkan, kemarin, sesuai hasil pemeriksaan sampel swab yang diumumkan Labor RS.Unand Padang dan Labor Balai Veteriner Baso, muncul klaster baru tahapan Pilkada Agam, dengan terpaparnya 8 pelaksana pilkada, 4 dari KPU Agam, masing-masing 2 komisioner dan 2 staf serta 4 Bawaslu Agam, masing-masing 2 komisioner dan 2 staf.
Rabu kemarin, kabupaten Agam mencatatkan lonjakan kasus yang signifikan, bahkan terjadi penambahan terbanyak di Sumbar, selain 8 pelaksana pemilu, 2 anggota DPRD Agam, dan beberapa staf pemerintah yang terlibat kontak erat dengan kasus sebelumnya.
Dijelaskan, kluster pilkada tersebut didapat berdasarkan hasil swab pertama setelah dua pasangan calon kepala daerah terkonfirmasi Covid-19 pada tahapan penyererahan berkas pendaftaran calon, Jumat- Minggu (4-6/9) lalu, pasca menjalan tes swab sebanyak 186 orang, Senin-Selasa,(8-9/9) lalu.
Klaster tahapan Pilkada Agam itu,ulas M.Dt.Maruhun, menambah panjang klaster yang sudah ada di kabupaten Agam, dintaranya klaster baralek, klaster pondok pensantren dan beberapa klaster lain yang beberapa waktu belakangan menambah deretan tambahan kasus positif covid-19 di kabupaten Agam, yang memposisikan daerah ini, berada dalam zona orange.
“Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada kluster tersebut terkesan panjang, dan masa menunggu hasilnya pun juga menjadi lama,” katanya.
Mempersingkat kurun pelacakan di setiap kluster, menurutnya perlu dilakukan pelacakan yang masif. Dirinya mencontohkan, pelacakan terhadap pasien positif Covid-19 bukan hanya bagi yang memiliki kontak erat saja, akan tetapi dilakukan pelacakan menyeluruh.
” Bupati Agam, memerintahkan agar selalu memperluas tracing dan tracking secara masif, artinya tidak hanya kepada yang dikuatirkan memiliki kontrak erat saja tapi juga kepada yang suspek, misal 1 orang dari anggota keluarga atau instansi terkonfirmasi Covid-19, maka dilakukan swab terhadap seluruh yang ada di dalam keluarga atau instansi tersebut,”ujarnya.
Disisi lain,ketua harian GTP2 Covid-19 Agam itu berharap, warga yang terpapar dan kontak erat dengan kasus positif covid-19, bisa jujur dan terbuka pada tim gugus tugas, agar proses tracking yang dilanjutkan dengan tes swab bisa berlangsung cepat untuk memutus rantai penyebaran covid-19 ditengah masyarakat termasuk keluarga masing-masing.
HARMEN