Kaba Terkini

Kapolres Agam Komit Usut Tuntas, Incar Seluruh Pelaku Kasus Eksploitasi Anak

Lubukbasung, kaba12.com — Kapolres Agam AKBP.Dwi Nur Setiawan tegaskan akan mengusut tuntas kasus dugaan eksploitasi anak yang dilaporkan pada pihaknya. Walau, salah satu tersangka pelaku meninggal dalam proses penangkapan yang dilakukan tim Satreskrim Polres Agam, namun kasus utama akan tetap menjadi target.

Bahkan terkait penanganan kasus dugaan eksploitasi anak dibawah umur, warga Lubukbasung berusia 12 tahun (kelas 6 SD), bahkan sudah 11 kali menjadi objek eksploitasi, yang dilaporkan tersebut, saat ini masih terus dikembangkan.

Ditegaskan Kapolres Agam, tidak hanya tersangka utama, tapi juga seluruh “penikmat” eksploitasi anak itu, menjadi target penangkapan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai tindak pidana yang dilakukan.

Hal itu  disebutkan Kapolres Agam AKBP.Dwi Nur Setiawan, kepada Pers termasuk kaba12.com terkait dengan kasus meninggalnya Ganti Akmal, usai penangkapan yang dilakukan tim Satreskrim Polres Agam, Rabu sore lalu.

Dijelaskan, pihaknya memilih kejadian, terutama penanganan kasus penanganan anak tidak akan terhenti begitu saja, sementara terkait kasus meninggalnya tersangka (terduga pelaku) menjadi kasus terpisah, yang akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku sesuai laporan keluarga korban.

“ Kita takkan tutupi, jika dalam proses penangkapan ada pelanggaran hukum, kita takkan lindungi, karena sudah ada protap dalam tugas dan tanggungjawab aparat kepolisian dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Kapolres Agam itu, juga welcome pada keluarga korban untuk melaporkan kasus itu, baik ke Polres Agam maupun ke Polda Sumbar, dan laporan itu sudah masuk  Kamis kemarin dan langsung ditindaklanjuti.

Dwi Nur Setiawan meyakinkan, pihaknya juga akan terbuka menjelaskan runut kejadian termasuk latar belakang operasi penangkapan yang dilakukan tersebut, “ kita transparan, kami siap melayani masyarakat dan menjelaskannya, “ ulas Kapolres Agam itu lagi.

Diakui Dwi Nur Setiawan, sesuai ketentuan UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pihaknya tidak akan menjelaskan detail tentang korban, nama, inisial, alamat dan data lain, terkait korban dan keluarganya, namun pihaknya menegaskan, masalah itu sudah menjadi target pengusutan karena sudah didukung laporan pengaduan, data, alat bukti dan saksi-saksi.

HARMEN

To Top