Maninjau, KABA12.com — Satu unit kapal keruk dikerahkan oleh pemerintah untuk membersihkan sampah dan eceng gondok yang bertebaran di perairan Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Camat Tanjung Raya, Roza Syafdefianti mengatakan, kapal tersebut merupakan bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V untuk memaksimalkan pembersihan gulma eceng gondok dan sampah lainnya yang menimbulkan pencemaran danau.
Ia menyebut, kapal keruk itu tiba di Danau Maninjau pada Sabtu (28/1) malam dengan lokasi penurunan kapal dari truk di Gasang, Nagari Maninjau. Penurunan kapal, kata dia awalnya akan dilakukan di daerah Koto Malintang, namun karena mendapat penolakan dari sekelompok masyarakat, sehingga terpaksa diturunkan di Gasang, Maninjau.
“Saat ini kapal tersebut sedang bersandar di dermaga Taman Muko-Muko, Koto Malintang, untuk menunggu jadwal pengoperasiannya,” katanya kepada KABA12.com, Jum’at (3/2).
Pihaknya belum mendapat informasi mengenai jadwal beroperasinya kapal tersebut untuk pembersihan gulma danau. Namun yang jelas kapal itu nantinya akan dioperasikan oleh petugas BWS Sumatera V dsn didampingi petugas PUTR Agam.
“Kita belum tau kapan kapal tersebut mulai beroperasi, kemungkinan dalam waktu dekat ini. Untuk operatornya langsung didatangkan dari BWS Sumatera V dan PUTR Agam. Termasuk biaya operasional pembersihan gulma dengan kapal itu juga berasal dari BWS,” ungkapnya.
Ia juga mengaku bersyukur karena Danau Maninjau mendapat bantuan kapal untuk pembersihan gulma danau. Apalagi kapal tersebut hanya ada 5 di Indonesia, dan digunakan untuk pembersihan di 13 danau yang tercemar.
“Informasinya kapal ini ada 5 unit di Indonesia, sedangkan danau yang menjadi prioritas pemerintah pusat ada 13 danau. Artinya kita sangat bersyukur sekali mendapat bantuan kapal ini untuk mengatasi pencemaran lingkungan Danau Maninjau,” ujarnya.
Ia berharap, pembersihan lingkungan danau yang menggunakan kapal tersebut nantinya juga dapat didampingi oleh petugas terkait atau warga lokal agar tidak merusak kawasan konservasi weetland, dan KJA milik warga.
“Kita juga berharap aktivitas pembersihan gulma di Danau Maninjau bisa berjalan maksimal sehingga pencemarannya bisa segera teratasi,” jelas Roza Syafdefianti.
(Bryan)