Kaba Perempuan

Kami Perempuan Memilih Sendiri, Ini Alasannya

Menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenis memang akan menyenangkan, kita bisa saling berbagi dan merasa dunia serasa milik kita berdua.

Namun terkadang, apa yang kami rasakan tak selamanya membahagiakan, akan ada masanya seseorang merasa ingin menjalani kehidupannya sendiri dari pada berpasangan.

Dan untuk kalian para wanita yang berkata bahwa kami tidak laku, kami bukan tidak laku, tapi kami masih menata diri untuk mendapatkan jodoh yang hakiki dalam tali ikatan suci. Ingatlah alasan-alasan kami berikut ini:

Sendiri itu bahagia

Sendiri memang terlihat menyedihkan, namun tahukah kalian, sendiri bagi kami bukan berarti kami tak bahagia, kami justru lebih bahagia dan tentram. Sehingga hati kami akan selalu merasa bahagia dengan kehidupan yang kami jalani.

Sendiri, kami bisa bebas menjalani hobby

Setiap wanita pasti mempunyai hobby yang tak mungkin untuk kita tinggalkan. Akan tetapi, saat menjalani hubungan dengan pasangan, tidak semua pasangan menyukai hobby yang digeluti oleh pasangannya. Kamipun lebih bebas untuk berkreasi dan menikmati hobby kami.

Kami sedang menanti cinta suci yang hakiki

Kami hanyalah wanita biasa yang menanti datangnya seseorang yang benar- benar serius, sehingga kami langsung menjalani ijab suci dalam mahligai perkawinan dan cinta kamipun diridhoi oleh Allah SWT. Karena pacaran setelah menikah lebih indah dari pada pacaran sebelum menikah.

Kami ingin ta’arruf yang sesungguhnya

Ta’arruf yang diajarkan Nabi ialah menjalani perkenalan dengan lawan jenis dengan tujuan untuk segera menikah dan itupun dilakukan dengan perantara orang ketiga ataupun antar keluarga. Sesuai dengan hadist dari Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: “Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram, karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah.”

Jika mereka yang mengatakan bahwa mereka sedang berta’arruf tetapi sering berjalan berdua, boncengan berdua sambil tangan sang wanita merangkul pinggang sang lelaki, itu bukan dinamakan ta’arruf yang sebenarnya. Itu ta’arruf abal-abal, yang mana hanya menjadikan ta’arruf sebagai kedoknya di balik kata pacaran.

Kami ingin fokus untuk studi dan berkarir

Saat menjalin hubungan dengan lawan jenis, terkadang waktu kami banyak terbuang untuk selalu bersama pasangan.

Bahkan terkadang studi pun terbengkalai karena asyik bergalau ria dan bersedih karena pasangan kami. Dengan sendiri, kami bisa lebih berkonsentrasi pada studi kami dan mengerjakan tugas dengan baik dan tepat waktu. kami pun bisa menjalani karir kami sehingga kami bisa sukses di masa depan.

Kami mempunyai orangtua yang harus kami bahagiakan

Tidak semua orang tua setuju jika anaknya pacaran, pasti ada salah satu orang tua yang ingin anaknya menjalani kehidupan tanpa harus berpacaran, karena terkadang orang tua berfikir dengan berpacaran, anaknya akan lebih dekat dengan zina, dan studi anaknya pun akan terganggu. Kami sebagai anak tidak ingin mengecewakan orang tua kami, karena merekalah yang paling utama harus kami bahagiakan di antara para manusia di bumi ini.

Kami mempunyai komitmen kuat terhadap agama

Bagi setiap wanita yang beragama Islam, dan mereka mempunyai pondasi kuat terhadap agamanya, dosa dalam pacaran lebih besar dari pada manfaat yang kami dapatkan. Keinginan untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis (pacaran) bukanlah berdasarkan akal dan hati nurani, melainkan dari hasrat pribadi.

(sumber: hipwee.com)

0Shares
To Top