Kaba Terkini

Kadistan Target Jadikan Agam Destinasi Wisata Florikultura

Lubukbasung, KABA12.com — Pemerintah Kabupaten Agam siap mensukseskan event Pekan Daerah (PEDA) Tani ke V dan Pekan Florikultura Indonesia yang digelar di Aia Pacah, Kota Padang.

Gelaran yang berlangsung pada 6-9 September 2019 ini merupakan ajang sosialisasi untuk memastikan kesiapan Provinsi Sumatera Barat menjadi tuan rumah Pekan Nasional (Penas) Tani yang akan digelar 2020 mendatang.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Isman Imran, Kamis, (05/09) diruangan kerjanya saat rapat persiapan keberangkatan untuk Peda Tani, yang diikuti 20 orang anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Agam.

“Saya berharap selama kegiatan Peda Tani di Padang, peserta dapat saling bertukar pengalaman dan informasi. Sehingga para petani dapat mengembangkan wawasan serta menerapkan teknologi di tempatnya masing-masing nantinya”, ujar Isman.

Disebutkan, peserta Peda Tani akan mengikuti serangkaian kegiatan dan lomba, seperti lomba unjuk tangkas, lomba temu karya, lomba asah terampil, lomba stand dan lomba paduan suara.

Pekan Florikultura Indonesia merupakan event yang bertujuan untuk membangun jaringan komunikasi dan kompetensi, guna meningkatkan promosi dan pengembangan usaha ftorikultura menuju pasar global.

Tanaman Florikultura adalah suatu kelompok jenis tanaman hortikultura yang bagian atau keseluruhannya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan keindahan, keasrian dan kenyamanan di dalam ruang tertutup dan/atau terbuka.

“Secara umum tujuannya untuk memfasilitasi promosi usaha Horikultura atau tanaman hias, memfasilitasi komunikasi antar stakeholder, meningkatkan kemampuan dan kompetensi pelaku usaha dibidang norikultura, serta membangun industri berbasis sumber daya daerah untuk menembus pasar global,” ujarnya.

Selain itu, sasaran melalui kegiatan ini adalah, bagaimana potensi usaha bunga dan tanaman hias yang ada dapat terus berkembang dan menjadikan Kabupaten Agam salah satu destinasi wisata florikultura.

“Agam punya potensi besar dalam sektor pengembangan tanaman hias. Dan gelaran ini merupakan salah satu cara kita untuk mengenalkan potensi norikultura yang kita miliki”, ungkap Kadistan Agam.

(Ardi)

To Top