Kaba Bukittinggi

Kadis Koperindag Tanah Datar Kena OTT

Tanahdatar, KABA12.com — Kepala Dinas Koperindag Tanahdatar terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Jajaran Sat Reskrim Polres Tanahdatar bersama seorang rekanan proyek pengerjaan Pasar Koto Baru, Selasa (25/09) sekira pukul 16.00 WIB di ruangan Kadis Koperindag. Bersama keduanya diamankan uang tunai senilai Rp 20 juta.

Kapolres Tanahdatar AKBP Rokhmad Hari Purnomo didampingi Kasat Reskrim AKP Purwanto dalam keterangan pers nya di Mapolres Tanahdatar, Rabu (25/09) mengatakan, Kepala Dinas Koperindag M, ditangkap di ruang kerjanya sesaat setelah menerima sejumlah uang dari S, kontraktor proyek pembangunan Pasar Koto Baru, Kecamatan X Koto.

“Uang tersebut diminta untuk kepentingan pribadi tersangka yang diduga fee atas pembangunan pasar tersebut,” kata Kapolres.

Kapolres menjelaskan, penangkapan tersebut berhasil dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Tanahdatar yang langsung dipimpin Kasat Reskrim AKP Purwanto, pada Selasa (24/09), setelah mendapat informasi bahwasanya ada seorang kepala dinas meminta uang dari salah seorang kontraktor yang saat sekarang sedang melaksanakan pekerjaan pembangunan proyek di Pasar X Koto.

“Setelah mendapatkan informasi, selanjutnya unit Reskrim Polres Tanahdatar melakukan penyelidikan dan melakukan pengintaian serta pembuntutan sampai kekantor kepala dinas Koperindag. Kemudian sekira pukul 16.00 WIB diketahui orang yang diduga akan melakukan penyuapan atau memberi hadiah tersebut masuk kedalam ruang kepala dinas Koperindag,” ujar Kapolres.

Setelah dilakukan penggrebekan ternyata benar ditemukan sejumlah uang hasil penyuapan yang dibungkus dengan amplop warna coklat yang diletakkan diatas meja dinas dengan nilai nominal Rp 20 juta berupa pecahan Rp 100 ribu yang pada saat itu uang tersebut terletak di atas meja dihimpit dengan tas.

“Awalnya, diamankan tiga orang, dimana seorang lainnya merupakan Kabid Perdagangan Dinas Koperindag sendiri. Setelah dilakukan pemeriksaan, Kabid tersebut hanya sebagai saksi dan sudah dipulangkan. Sementara Kadis dan kontraktor ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan mulai hari ini,” terang Kapolres.

Kepada M, sebut Kapolres, dikenakan pasal 12 huruf a jo pasal 11 Undang-undang nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan Undang -Undang No 30 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara, dan kontraktor diancam dengan empat tahun kurungan.

Menyikapi kejadian tersebut, Bupati Tanahdatar, Irdinansyah Tarmizi mengatakan, ditangkapnya kepala dinas koperindag Tanahdatar terkait tindak pidana korupsi oleh pihak kepolisian resort Tanahdatar merupakan sebuah musibah bagi pemkab Tanahdatar.

Bupati juga mengatakan, akan menjadikan kasus itu sebagai pelajaran berharga, khususnya bagi ASN di lingkungan Pemkab Tanahdatar. Bupati juga mengungkapkan akan memberikan ruang seluas luasnya kepada pihak kepolisian jika membutuhkan pemeriksaan saksi-saksi yang menyangkut kasus tersebut.

“Agar proses pemeriksaan berjalan lancar, kita berikan kesempatan kepada pihak polres, kalau ada yang perlu dipanggil, apakah itu di koperindag atau lainnya dipersilahkan,” ucap Bupati.

Dengan ditetapkannya kepala dinas koperindag sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, pemerintah daerah belum bisa mengeluarkan keputusan untuk menghentikan yang bersangkutan sebagai ASN. Pemerintah akan terlebih dahulu melakukan pengkajian dan tidak ingin mendahului pihak kepolisian.

“Dalam UU ASN sudah jelas, kalau sudah ditetapkan sebagi tersangka itu diberhentikan sementara. Tapi kalau ternyata nanti yang bersangkutan dinyatakan tidak bersalah maka dikembalikan semua hak-haknya,” tambah Bupati.

Sementara itu, agar seluruh kegiatan di lingkungan dinas koperindag tetap berjalan lancar, maka pemerintah daerah akan sesegera mungkin menunjuk pelaksana tugas sementara atau PLT. Penunjukan PLT akan dilakukan setelah diterbitkannya surat penetapan tersangka dan penahanan oleh pihak kepolsian dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Bupati juga menegaskan, jika pemerintah daerah tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap M, karena apa yang dilakukan yang bersangkutan merupakan tindakan pribadi.

(Ophik)

To Top