Kaba Bukittinggi

Kabut Asap, Kunjungan ke Bukittinggi Meningkat

Bukittinggi, KABA12.com — Bukittinggi menjadi salah satu destinasi bagi para pengunjung di kala kabut asap melanda. Imbasnya, tingkat kunjungan ke Bukittinggi meningkat sepekan terakhir. Para pengunjung sendiri didominasi dari Riau dan Jambi. Sejumlah objek wisata di Bukittinggi pun terpantau ramai dikunjungi pada akhir pekan kemarin.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bukittinggi, menjelaskan, dari data yang ada, kunjungan ke Bukittinggi dalam sepekan terakhir meningkat, khususnya dari wisatawan yang datang dari Pekan Baru. Karena sebagian dari mereka juga memang sengaja mengungsi untuk sementara atau eksoduse.

“Mungkin juga karena ada tenggang waktu libur untuk anak sekolah, mahasiswa,” ujar Erwin Umar.

Menurut Erwin Umar, tidak hanya sejumlah objek wisata saja yang mengalami peningkatan kunjungan, namun sejumlah penginapan, wisma, bahkan hotel di Bukittinggi juga dilaporkan penuh. Hal itu dibuktikan dengan kendaraan Riau, nomor polisi BM banyak lalu lalang dan parkir di Kota Wisata Bukittinggi.

“Terkait hal itu Disparpora juga mengingatkan pada para pengelola penginapan, wisma maupun hotel, agar memberikan pelayanan terbaik, serta kepada wisatawan silahkan memanfaatkan objek wisata yang ada bersama keluarga,” terangnya.

Pantauan di TMSBK Sabtu (21/09) dan Minggu (22/09) kemarin, cukup banyak pengunjung dari luar daerah yang menikmati liburan. Seperti halnya kunjungan wisatawan asal kota Pekan Baru Provinsi Riau, yang terdampak parah akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). sehingga mengakibatkan kualitas udara tidak sehat dan jarak pandang memburuk.

Salah seorang pengunjung asal Pekan Baru, Budi, saat ditemui mengunjungi objek wisata TMSBK Bukittinggi, Sabtu (21/09), menyebutkan, dia bersama keluarga datang ke Bukittinggi sejak Jum’at (20/09), karena kualitas udara di kota Pekan Baru sangat buruk dan juga menghalangi jarak pandang.

“Kami lebih pilih kota Bukittinggi karena udaranya sejuk, belum terkontaminasi kabut asap. Meski sudah mulai menyebar, namun kondisinya masih lebih baik dari Kota Pekanbaru,” ungkapnya.

Untuk jarak pandang di Kota Pekanbaru saja ungkap Budi, mencapai 300-500 meter, sehingga membuat mata perih, dan nafas menjadi sesak apabila terlalu lama berada di luar ruangan.

(Ophik)

To Top