Kaba Bukittinggi

Jumlah Hewan Qurban di Bukittinggi Diprediksi Naik

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah kota Bukittinggi, melalui Dinas Pertanian dan Pangan, memprediksi adanya peningkatan jumlah hewan qurban yang akan disemblih di Bukittinggi pada hari raya Idul Adha 1440 H ini. Hal tersebut menjadi tren yang baik bagi kota Bukittinggi, karena memang setiap tahun juga terjadi peningkatan.

Kepala Dinas Pertapang, Syahrizal DT. Palang Gagah, menjelaskan, untuk ibadah qurban, memang diakui setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah hewan yang disemblih. Hal itu menjadi tren positif bagi masyarakat Bukittinggi.

“Memang saat ini belum ada data pasti terkait jumlah hewan qurban yang akan disemblih pada Idul Adha 1440 H ini. Namun, tim dari Dispertapang tengah melakukan pendataan. Untuk itu, kami berharap seluruh masjid dan mushalla pelaksana qurban, agar memberikan data yang valid,” ujarnya saat ditemui KABA12.com di ruang Asisten II, Setdako Bukittinggi, Selasa (06/08) lalu.

Lebih lanjut, Syahrizal menyampaikan, untuk penyelenggara qurban tahun ini, memang bertambah dari pada tahun 2018. Dimana pada tahun lalu, terdata sebanyak 102 lokasi penyemblihan di Bukittinggi. Namun, pada tahun 2019 ini, terjadi penambahan sebanyak 9 lokasi, sehingga ada 111 lokasi penyemblihan, baik masjid ataupun mushalla.

“Tahun lalu ada 102 lokasi. Tahun ini, ada penambahan 9 lokasi sehingga menjadi 111. Untuk itu, kami juga memprediksi, hewan qurban akan bertambah dibanding tahun lalu yang mencapai 1012 ekor, 36 diantaranya kambing dan 976 lainnya sapi,” ungkap Kadispertapang yang juga Ketua LKAAM Bukittinggi itu.

Dinas Pertanian dan Pangan juga mengimbau kepada seluruh penyelenggara penyemblihan qurban, untuk memperhatikan syarat dan ketentuan hewan qurban yang akan disemblih. Diantaranya, untuk sapi, sudah berusia 2 tahun yang ditandai dengan telah bertukarnya satu pasang gigi. Sedangkan untuk kambing, minimal berusia 1 tahun atau telah bertukar satu gigi.

“Selanjutnya hewan qurban tidak boleh cacat, seperti patah tanduk, buta, tidak lengkap fisiknya dan tidak dalam keadaan bunting. Sapi betina produktif tidak boleh dijadikan hewan qurban, kecuali ada surat keterangan bahwa sapi betina itu, tidak produktif lagi. Jika kedapatan akan diberikan sanksi hukum,” tegasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua PHBI Bukittinggi, H. Khamidir Tuanku nan Elok, kembali mengimbau kepada seluruh warga Bukittinggi untuk dapat meramaikan Bukittinggi bertakbir yang akan digelar di Pelataran pedestrian Taman Jam Gadang, Sabtu (10/08) sore. Bukittinggi Bertakbir akan diisi dengan serangkaian kegiatan termasuk tausiyah oleh Ustadz H. Albert Nashir.

“Selanjutnya mari kita ramaikan bersama shalat Id di lapangan Kantin, akan bertindak sebagai khatib pada shalat Idul Adha nantinya adalah DR.M.Khasim, MA yang merupakan dosen UIN Imam Bonjol Padang. Sedangkan sebagai Imam adalah Buya H.Ali Amran,” pungkasnya.

(Ophik)

To Top