Kaba Pemko Bukittinggi

Jelang Lebaran, Harga Bahan Makanan Terkendali

Bukittinggi, KABA12.com — Beberapa hari jelang Idul Fitri 1440 H, harga bahan makanan di pasaran kota Bukittinggi masih terkendali. Hal tersebut disimpulkan setelah Walikota Bukittinggi bersama unsur Forkopimda, SKPD terkait serta Bulog, melakukan sidak, di Pasar Bawah, Sabtu (01/06).

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, kondisi pasar tradisional di kota Bukittinggi semakin ramai jelang lebaran ini. Apalagi hari ini (Sabtu -red) merupakan hari pasar terakhir pada Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1440 H.

“Kami lihat daya beli masyarakat meningkat. Pasar ramai karena memang hari ini hari pasar terakhir sebelum lebaran. Namun demikian, harga bahan makanan kita masih terkendal, meskipun ada beberapa bahan makanan yang naik, tapi masih dalam batas normal,” ungkap Ramlan.

Wako juga menjelaskan, untuk Bukittinggi sendiri, daya beli masyarakat dapat diukur dengan jumlah pemotongan daging sapi.

“Kalau jumlahnya naik, tentu akan berdampak pada bahan makanan lainnya. Alhamdulillah dari laporan yang kami terima, hari ini ada 80 ekor sapi yang dipotong. Biasanya hanya 20 ekor per hari. Ini menandakan daya beli masyarakat meningkat dan akan berdampak juga pada daya beli terhadap bumbu dapur lainnya,” jelasnya.

Untuk Cabe, di pasaran saat ini dijual dengan kisaran harga Rp 40 ribu per kilo. Jengkol dijual dengan harga Rp 60 ribu per kilo. Ayam dijual dengan harga Rp 50 ribu per kilo. Daging di kisaran harga Rp 130 per kilo. Bawang merah dan bawang putih di kisaran harga Rp 35 ribu per kg.

Sedangkan harga beras kuruik kusuik, masih seputaran Rp 13.500 per kg, beras bulog Rp 11.000 per kg dan beras sokan Rp 12.000 per kg. Tepung protein sedang Rp 9000 per kg dan tepung protein rendah Rp 7000 per kg.

(Ophik)

To Top