Catatan 12

Jalan Dua Jalur “ Redam Ragam Ancaman “

Catatan : Harmen

Sebetulnya tidak perlu dijadikan mimpi soal realisasi jalan dua jalur ruas Simpang Gudang-Padang Lua yang kini tersekat di beberapa titik karena masih terkendalanya proses pembebasan tanah.

Karena sebelumnya, apa yang terpatri di depan mata saat ini, khususnya keberadaan jalan yang “mumpuni” dan dinyatakan layak menampung semakin tingginya jumlah kendaraan dengan ragam tonase di wilayah Lubukbasung.

Apalagi, keberadaan ruas jalan yang memadai, bahkan apalagi sebagian di kawasan Lubukbasung sosok jalan dua jalur sudah cukup lama berhasil dibangun, terutama dari ruas Pasar Balai Salasa- Pasar Lamo Lubukbasung yang nyata-nyata mencirikan sebuah kemajuan. Dan ini yang sebetulnya harus dijawab bersama.

Apalagi, keberadaan ruas jalan yang memadai, dibanding jumlah kendaraan yang semakin banyak melewati wilayah Lubukbasung, termasuk keluhan sering terjadinya banjir, karena drainase tidak memadai, intensitas kecelakaan lalulintas yang cukup tinggi serta beberapa dampak lain, akibat jalan yang sempit, mestinya sudah bisa dijawab lugas dengan perluasan dan pelebaran jalan.

Keberadaana jalan dua jalur, dari aspek keamanan dan kenyamanan berlalu lintas dengan sendiri akan bisa dinikmati masyarakat, khususnya pengguna jalan, ditambah jalur pejalan kaki serta taman pembatas jalur jalan, dengan sendirinya memberi kenyamanan.

Dari aspek kelancaran arus lalu lintas serta potensi banjir. Jika ruas jalan dua jalur berhasil dibangun, dengan sendirinya drainase dan trotoar untuk pejalan kaki akan dibangun, sehingga terbangun rasa aman, baik bagi pengguna jalan, maupun bagi pemukiman warga aman dari terjangan banjir, karena saluran irigasi dan drainase secara otomatis akan dibangun seiring penggarapan pembangunan ruas jalan dua jalur itu.

Itu sebabnya, beberapa tokoh masyarakat mendesak pemerintah segera merealisasikan rencana pembangunan ruas jalan dua jalur tersebut, setidaknya menggarap kawasan yang lahan dan pemukimannya sudah dibebaskan.

Atau seperti di beberapa daerah lain, meninggalkan penggarapan kawasan yang belum dinyatakan tuntas penyelesaian pembebasannya, sambil dicarikan solusi penyelesaian yang sesuai secara musyawarah.
Desakan masyarakat itu, terutama menyikapi derap kemajuan pembangunan sarana pisik lain di Lubukbasung, seperti halnya kawasan perkantoran, penataan irgasi dan drainase pusat kota serta berbagai program pembangunan lain yang beberapa tahun terakhir sudah memberi warna luar biasa bagi kemajuan Lubukbasung.

“ Kami berharap, pemerintah propinsi Sumbar dan Pemkab Agam bisa merealisasikan harapan itu, “ ungkap N.Dt.Asa Labiah, tokoh ninik mamak Lubukbasung kepada penulis.

Pembangunan ruas jalan yang tertunda di Lubukbasung itu,mestinya sudah harus dibangun, karena jika tidak saat ini, kapan lagi. Apalagi jika sudah berganti pemimpin, entah sampai kapan harapan itu berwujud. Entah memang akan menjadi mimpi belaka.-(Habis).-

0Shares
To Top