Kaba Terkini

Isra Mi’raj Ajang Memperkuat Keimanan

Khazanah, KABA12.com — Seringkali di kalangan umat manusia definisi isra dan mi’raj digabung menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal, Isra dan Mi’raj merupakan dua peristiwa yang berbeda. Hal ini perlu diluruskan, karena dalam peristiwa isra dan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ada suatu peristiwa penting yang harus difahami oleh umat yakninya perintah Shalat.

Isra daslah hal ini merupakan perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Sedangkan Mi’raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW ketika dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sinilah Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

Disisi lain, didalam perjalan tersebut, Nabu Muhammad SAW bertemu dengan para pendahulunya dan di doakan untuk kebaikannya menjemput perintah shalat.

Hal ini diterangkan Allah dalam Surat Al-isra ayat 1. “Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami BERKAHI sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Al-Isra, 17:1)”

Alhasil setelah menghadap Allah, Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk membawa perintah shalat. Berawal dari 50 waktu dalam sehari, rasulullah atas saran dari Nabi Musa as, kembali menghadap Allah untuk diberi keringanan, hingga shalat yang ditunaikan seperti saat sekarang ini.

Untuk itu, marilah kita sadari, pada waktu yang bertepatan di isra dan mi’raj nya nabi Muhammad SAW, kita bertafakur dan bermenung apa yang telah kita lakukan untuk menegakkan agama islam yang kita cintai ini.

(Dany)

To Top