Kaba Terkini

Inflasi 0,09 Perlu Dikendalikan Agar Stabil

Bukittinggi, KABA12.com — Perkembngan harga berbagai komoditas pada bulan Juli 2017 menunjukkan kestabilan harga. Namun di kota Bukittinggi, pada bulan tersebut terjadi inflasi sebesar 0,09 persen atau terjadinya kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 125,77 persen menjadi 125,88 persen.

Kepala BPS Bukittinggi Mukhlis melalui rilisnya yang diterima KABA12.com memaparkan, inflasi terjadi karena adanya peningkatan indeks pada empat kelompok pengeluaran.

 Kelompok bahan makanan sebesar 0,19 persen, kelompok makanan jadi, minuman, roko, dan tembakau sebesar 0,18 persen, kelompok perumahan air listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 1,12 persen.

“Komoditas yang mengalami kenaikan harga terbesar selama Juli seperti, bawang merah, ikan dencis, bimbingan belajar, SMP, SD, ketimun, tomat, rokok kretek filter, garam, ikan tongkol, dan komoditas lainnya,” jelas Mukhlis.

Sementara menurut Kabag Perekonomian Pemko Bukittinggi yang juga Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bukittinggi Rismal Hadi, inflasi yang terjadi pada bulan Juli masih terbilang rendah.

 Namun pihaknya tetap melakukan sidak pasar dan pemantauan harga secara berkala.

“Inflasi di Bukittinggi sudah terbilang rendah, jadi tidak perlu ditekan. Hanya saja perlu dikendalikan supaya tetap stabil,” ujarnya pada KABA12.com, Jumat (04/08).

Ditambahkan, TPID akan tetap mengawasi secara intensif terhadap pedagang yang melakukan penimbunan stok kebutuhan pokok, sehingga terjadi kelangkaan yang menyebabkan kenaikan harga.

Pada bulan Juli 2017, Kota Bukittinggi menduduki posisi ke-13 di Sumatera dan urutan ke-51 dari seluruh kota di Indonesia.

Dari 82 kota IHK di Indonesia, 59 kota mengalami inflasi dan 23 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Bau-Bau sebesar 2,44 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di kota Merauke sebesar -1,50 persen.

(Jaswit)

To Top