Kaba Terkini

Indra Catri Kembali Ukir Sejarah di Agam. Raih Gelar Doktor Dengan Predikat Cumlaude di IPDN

Posted on

Pariwara, kaba12.com — Bupati Agam H.Indracatri Dt.Malako nan Putiah kembali torehkan sejarah di kabupaten Agan.

Bupati Agam itu sukses menyandang gelar DOKTOR Ilmu Pemerintahan du IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat dalam sidang terbuka di aula Pasca Sarjana IPDN Jatinangor, Senin,(3/12).

Sidang Promosi Doktor

Sidang promosi Doktor, dengan tim promotor Prof. Dr. H. M. Aries Djanueri, MA, Dr. Sampara Lukman, MA, dan Dr. M. Irwan Tahir, M.Si, berlangsung semarak, karena dukungan dan kehadiran para tokoh penting masyarakat Sumbar dan kabupaten Agam, keluarga dan rekan sesama alumni Indracatri yang banyak hadir dalam moment sejarah tersebut.

Hilton, SH, MSi (Kabag Humas Agam)

Kabag.Humas Sekab Agam Hilton,SH,MSi, di Jatinangor menyebutkan, bupati Agam menjalani sidang promosi Doktor di IPDN Jatinangor.

Dijelaskan, judul disertasi Bupati Agam Indra Catri pada sidang ujian promosi gelar doktornya yaitu “Analisis Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Nagari di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat”.

Dalam topik tersebut, Indra Catri meneliti studi kasus eksistensi desa atau desa adat dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa akan memberi peluang atau menghadirkan ancaman bagi pelaksanaan tata kelola pemerintahan nagari. 

Sidang ujian terbuka ini merupakan kelanjutan dari proses studi dan bimbingan yang telah dilalui promovendus selama mengikuti Program Pendidikan Doktor Ilmu Pemerintahan. 

Naskah disertasi dalam sidang ini merupakan penyempurnaan dari naskah sebelumnya yang sudah dikonsultasikan kembali kepada Tim Promotor dengan memperhatikan bantuan dan saran secara lisan dan tulisan dari Tim Penelaah/Penguji yang terdiri dari delapan orang penguji.

Kedelapan penguji yaitu, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, Prof. Dr. Khasan Effendy, M.Pd, Prof. Ngadisah, MA, Prof. Dr. I Nyoman Sumaryadi, M.Si, Prof. Dr. Erliana Hasan, M.Si, Prof. Dr. H. Hanif Nurcholis, M.Si, Dr. Megandaru W. Kawuryan, M.Si dan Dr. Ika Sartika, MT.

“Dalam proses penulisan disertasi ini, bupati dapat menyelesaikan waktu yang cukup singkat yaitu 2,5 tahun. Jadi, dari angkatan beliau hanya dua orang yang menyelesaikan disertasi,” ujarnya.

Dalam sidang promosi doktor H.Indracatri tersebut, didampingi Ny.Vita Indracatri, dua anaknya dan terlihat hadir tokoh-tokoh penting Sumatera Barat Sekdaprov.Sumbar Drs.Alwis, Fauzir Bahar mantan Wako Padang dan atasan Indracatri, Yohannes Dahlan ,mantan Sekdaprov.Sumbar, unsur muspida Agam diantaranya ketua DPRD Agam Marga Indra Putra, ketua PN Agam,ketua MUI, ketua LKAAM, para tokoh perantau Agam, para kepala OPD Pemkab.Agam, camat, wali nagari, para alumni ITB dan lainnya, sehingga ruangan yang disediakan penuh sesak.(*).

Doktor Indra Catri Undang Decak Kagum

Sidang promosi Doktor H.Indracatri Dt.Malako nan Putiah, bupati Agam di gedung pasca sarjana IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin,(3/12) berlangsung hangat.

Pasalnya Indracatri dengan lugas menjawab seluruh pertanyaan para profesor tim penguji yang diajukan padanya, bahkan terlihat Indracatri itu, sangat menguasai seluruh materi disertasi yang diajukannya dalam sidang tersebut.

Sidang terbuka yang dipimpin para profesor penguji berjalan lugas, dimana bupati Agam dengan lugas menyampaikan disertasinya, termasuk saat sesi tanya jawab yang berjalan lancar.

Sidang promosi Doktor, digelar di aula Pasca Sarjana IPDN Jatinangor, dengan tim promotor Prof. Dr. H. M. Aries Djanueri, MA, Dr. Sampara Lukman, MA, dan Dr. M. Irwan Tahir, M.Si.

Kabag.Humas Sekab Agam Hilton,SH,MSi, di Jatinangor menyebutkan, hingga siang ini, H.Indracatri sudah menyelesaikan ekspose di hadapan para penguji.

Dijelaskan, judul disertasi Bupati Agam Indra Catri pada sidang ujian promosi gelar doktornya yaitu “Analisis Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Nagari di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat”.

Dalam topik tersebut, Indra Catri meneliti studi kasus eksistensi desa atau desa adat dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa akan memberi peluang atau menghadirkan ancaman bagi pelaksanaan tata kelola pemerintahan nagari. 

Dijelaskan, sidang ujian terbuka ini merupakan kelanjutan dari proses studi dan bimbingan yang telah dilalui promovendus selama mengikuti Program Pendidikan Doktor Ilmu Pemerintahan. 

Naskah disertasi dalam sidang ini merupakan penyempurnaan dari naskah sebelumnya yang sudah dikonsultasikan kembali kepada tim promotor dengan memperhatikan bantuan dan saran secara lisan dan tulisan dari tim penelaah/penguji yang terdiri dari delapan orang penguji.

Kedelapan penguji yaitu, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, Prof. Dr. Khasan Effendy, M.Pd, Prof. Ngadisah, MA, Prof. Dr. I Nyoman Sumaryadi, M.Si, Prof. Dr. Erliana Hasan, M.Si, Prof. Dr. H. Hanif Nurcholis, M.Si, Dr. Megandaru W. Kawuryan, M.Si dan DR. Ika Sartika.(*)

Bupati Agam DR.Ir.H. Indracatri, MSP. Sandang Gelar Doktor, Lulus Cumlaude IPK 3,82

H.Indracatri Dt.Malako Nan Putiah memang luar biasa dan cerdas.
Bupati Agam itu resmi sandang gelar Doktor setelah dinyatakan lulus dalam sidang disertasi gelar doktor ilmu pemerintahan di IPDN Jatinangor.

Bahkan yang luar biasa, Bupati Agam H.Indracatri dinyatakan lulus oleh para guru besar dari tim penguji dengan IPK 3,82 predikat Cumlaude.

Pengumuman hasil sidang itu disambut sorak sorai para hadirin yang gembira atas hasil yang diraih bupati Agam tersebut, ” Alhamdulillah, Cumlaude, ” sebut DR.Indracatri kepada saat memakai toga dan baju kebesaran di ruang istirahat.

Sidang promosi Doktor H.Indracatri Dt.Malako Nan Putiah, bupati Agam di gedung pasca sarjana IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin,(3/12) berlangsung hangat apalagi setelah hasil sidang tim penguji diumumkan terlihat wajah-wajah dan gembira dari seluruh hadir dan undangan.

Sidang terbuka yang dipimpin para profesor penguji berjalan lugas, dimana bupati Agam dengan lugas menyampaikan disertasinya, termasuk saat sesi tanya jawab yang berjalan lancar sampai sesi sidang rehat saat para tim penguji menggelar pertemuan.

Sidang promosi Doktor, digelar di aula Pasca Sarjana IPDN Jatinangor, dengan tim promotor Prof. Dr. H. M. Aries Djanueri, MA, Dr. Sampara Lukman, MA, dan Dr. M. Irwan Tahir, M.Si.

Judul disertasi Bupati Agam Indra Catri pada sidang ujian promosi gelar doktornya yaitu “Analisis Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Nagari di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat”.

Dalam topik tersebut, Indra Catri meneliti studi kasus eksistensi desa atau desa adat dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa akan memberi peluang atau menghadirkan ancaman bagi pelaksanaan tata kelola pemerintahan nagari. 

Dijelaskan, sidang ujian terbuka ini merupakan kelanjutan dari proses studi dan bimbingan yang telah dilalui promovendus selama mengikuti Program Pendidikan Doktor Ilmu Pemerintahan. 

Naskah disertasi dalam sidang ini merupakan penyempurnaan dari naskah sebelumnya yang sudah dikonsultasikan kembali kepada tim promotor dengan memperhatikan bantuan dan saran secara lisan dan tulisan dari tim penelaah/penguji yang terdiri dari delapan orang penguji.

Kedelapan penguji yaitu, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, Prof. Dr. Khasan Effendy, M.Pd, Prof. Ngadisah, MA, Prof. Dr. I Nyoman Sumaryadi, M.Si, Prof. Dr. Erliana Hasan, M.Si, Prof. Dr. H. Hanif Nurcholis, M.Si, Dr. Megandaru W. Kawuryan, M.Si dan Dr. Ika Sartika, MT.- (*)

Fauzi Bahar Salut Pada Doktor Indracatri

Mantan Walikota Padang Doktor H.Fauzi Bahar yang juga mantan atasan DR.H.Indracatri Dt.Malako Nan Putiah mengaku salut dan angkat topi pada bupati Agam itu.

Fauzi Bahar bahkan mengaku bangga atas keberhasilan yang diraih bupati Agam dua periode yang menjalani tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala daerah tanpa masalah berarti.

Hal itu disebutkan H.Fauzi Bahar saat dimintai tanggapannya terkait dengan sukses diraih Indracatri dalam sidang mempertahankan disertasi gelar Doktor ilmu pemerintahan IPDN Jatinangor, Senin,(3/12).

Dalam sidang disertasinya, Indracatri sukses dengan hasil sangat memuaskan meraih predikat cumlaude dengan IKP 3,82.

Disebutkan Fauzi Bahar, dirinya sengaja datang dari Padang hanya untuk menghadiri sidang disertasi gelar doktor Indracatri tersebut, dimana mantan walikota Padang dua periode itu sejak awal mengaku yakin, Indracatri akan sukses mempertahankan disertasinya dan lulus meraih gelar doktor.

” Ini kebanggaan saya selaku mantan atasan Indracatri, saya yakin akan kemampuannya, dia itu orang pintar, ” tegas Fauzir Bahar.

Mantan atasan DR.Indracatri itu berharap, apa yang disampaikan dalam disertasi gelar doktornya tersebut bisa diaplikasikan dalam aktivitas pemerintahan nagari di Sumatera Barat, khususnya di kabupaten Agam, pasalnya hal itu sangat penting sebagai salah satu upaya saat ini dalam mendorong percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat Sumbar.

Bahkan, Fauzi Bahar berharap, sebagai sosok pemimpin masa depan di Sumbar, disertasi yang dipertahankan di hadapan para tim penguji gelar doktor di IPDN Jatinangor diharapkan bisa dijabarkan dan ditularkan bagi aktivitas keseharian masyarakat di Sumbar, sesuai dengan program pemerintah nagari yang berlandaskan adaek basandi syarak,syarak basandi kibatullah,” saya yakin Indracatri bisa dan mampu untuk itu,” tegas Fauzi Bahar serius.(*)

Yohannes Dahlan Harap Doktor Indra Catri Lebih Aktif

Pamong senior H.Yohannes Dahlan minta Doktor H.Indracatri harus lebih aktif mengembangkan ide dan pemikiran terkait dengan upaya mendorong optimalisasi keberadaan pemerintahan nagari yang dalam segala aspek harus lebih dimaksimalkan.

Tidak hanya dalam konteks teori pemerintahan, tapi aplikasi lapangan yang harus sesuai dengan alur dan aturan yang digariskan, sehingga target keberadaan dan fungsi pemerintahan nagari yang notabone untuk mensejahterakan masyarakat bisa betul-betul teralisasi.

Hal itu disebutkan H.Yohannes Dahlan, pamong senior Sumatera Barat yang sengaja hadir dalam sidang mempertahankan disertasi gelar doktor Indracatri Senin kemarin di IPDN Jatinangor.

Indracatri dalam proses persidangan yang berlangsung sekitar 3 jam itu, sukses dan dinyatakan lulus meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,82 dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Pemerintahan.

Secara khusus Yohannes Dahlan mengaku bangga atas sukses yang diraih bupati Agam tersebut, karena prestasi yang diraih bupati Agam tersebut merupakan hal luar biasa yang patut diikuti.

Selaku senior dibidang pemerintahan,Yohannes Dahlan berharap para kepala daerah lain di Sumbar atau tokoh-tokoh pemerintahan lainnya bisa mengikuti langkah serupa sehingga aplikasi program pemerintahan yang dijalankan bisa lebih optimal.

Secara khusus, Yohannes Dahlan, mantan Sekdaprov Sumbar itu berharap, isi disertasi yang dipertahankan Indracatri dalam sidang dihadapan para guru besar penguji di gedung pasca sarjana IPDN Jatinangor bisa disebarluaskan di Sumatera Barat khususnya mendorong maksimalnya berbagai program pemerintahan nagari di Sumbar.

” Sebarkan ilmu, dan jabarkan di Sumbar sehingga upaya mendorong kesejahteraan masyarakat nagari di Sumbar,” sebutnya.

Itu sebabnya, Yohannes Dahlan, berharap Doktor Indracatri harus lebih aktif mengembangkan ilmu dan menjabarkan pemikirannya ditengah masyarakat untuk kemajuan dan kesejahteraan sesuai landasan adat basandi syarak,syarak basandi kitabullah.

Bupati Agam Doktor Indracatri sukses menyelesaikan pendidikan S3 Ilmu Pemerintahan di IPDN Jatinangor bahkan meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,82.(*)

Populer

Exit mobile version