Kaba Tausyiah

Idul Fitri, Kembali Suci, Jangan Kembali Lalai

Lubukbasung,kaba12 — Pembaca kaba12, setelah menjalani sebulan penuh ibadah ibadah bulan puasa Ramadhan, umat Islam akan sampai pada satu moment yang dinanti – nanti, yaitu Idul Fitri, Hari Kemenangan yang bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang makna kembali kepada kesucian, dan fitrah.

Idul fitri sejatinya adalah hasil dari perjuangan selama Ramadhan, bukan sekedar mengenakan pakaian baru akan menikmati hidangan khas lebaran, tetapi tentang sejauh mana hati telah dibersihkan dan diri diperbaiki.

Allah SWT berfirman:

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman dan beramal saleh).” (QS. Al-A’la: 14)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati adalah ketika seseorang berhasil membersihkan jiwanya, Ramadhan menjadi prosesnya dan Idul Fitri adalah hasilnya.

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus – menerus meskipun sakit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Walaupun Ramadhan sudah mencapai akhirnya, semangat ibadah yang telah dibangun jangan sampai hilang begitu saja.

Pembaca kaba12, Idul Fitri adalah momentum untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan membuka lembaran baru. Namun dibalik itu semua ada tanggungjawab untuk menjaga nilai – nilai kebaikan yang dilatih selama Ramadhan.

Apakah shalat tetap terjaga?. Apakah lisan tetap dijaga dari hal tidak baik?. Apakah kepedulian terhadap sesama tetap hidup?

Inilah yang menjadi tantangan utama setelah Ramadhan. Kemenangan bukan hanya dirayakan, tetapi dijaga. Idul Fitri bukan garis akhir, melainkan awal perjalanan baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Semoga kita termasuk orang – orang yang benar – benar kembali dalam keadaan suci, dan mampu menjaga kebaikan itu dalam kehidupan sehari – hari.

(TAUFIQ/*)

0Shares
Idul Fitri, Kembali Suci, Jangan Kembali Lalai
To Top