Kaba Agam

Ide Kreatif GPSB Direspon Pemkab Agam

Posted on

Pariwara, kaba12.com — Ide kreatif pemuda yang tergabung dalam gabungan pemuda-pemudi pasar Inpres Padang Baru sekitarnya ( gappis ) yang membuat event pagelaran seni-budaya daerah bertajuk parade seni budaya (GPSB) Agam 2018 direspon positif Pemkab Agam.

Event kreatif itu diharapkan bisa menjadi ajang penyaluran strategis bagi energi positif pemuda dalam melestarikan seni-budaya daerah, selakaligus mendorong pengembangan potensi kreatif termasuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Seperti disebutkan Sekab Agam H.M.Dt.Maruhun dan Kabag Humas Sekab Agam Hilton, SH, MM, terobosan yang dilakukan tersebut sangat positif dalam upaya menyemarakkan suasana kota Lubukbasung.

Ditambahkan M.Dt.Maruhun, Pemkab Agam mendorong seluruh potensi yang dimiliki masyarakat bisa muncul sebagai salah satu bagian dari kemajuan daerah, tidak hanya dibidang seni-budaya, tapi juga kegiatan kreatif lain yang muaranya tidak hanya sebagai wujud perhatian dan kepedulian terhadap seni budaya daerah, tapi juga memiliki dampak lain untuk masyarakat.

Apalagi, event GPSB Agam yang digelar, juga sebagai rangkaian peringatan HUT ke-25 ibukota kabupaten Agam di Lubukbasung, dimana hal itu tidak hanya sebagai bentuk kepedulian peduli terhadap sejarah daerah, tapi juga sebagai bentuk perhatian bersama seluruh elemen masyarakat akan agenda-agenda daerah. “ Ini positif, dan kami harapkan , bisa terus dikembangkan, “sebut H.M.Dt.Maruhun lagi.

Sementara Kabag Humas Sekab Agam Hilton, SH menyebut, event GPSB Agam justru sebagai wahana baru penyampai infomasi pada public, tentang beragam kegiatan yang dilakukan daerah, apalagi saat ini, ditengah gencarnya pemerintah dalam mendorong kemajuan di berbagai aspek.

Hal itu, sebut Hilton sebagai bentuk sinergi bersama, dan mengenanya sentuhan yang diberikan Pemkab Agam terhadap pemuda, khususnya para pelaku dan pemerhati seni budaya daerah, “ ini positif, dan kami optimis, hal itu bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi kemajuan daerah, “ tegasnya.

(Harmen)

GPSB Agam,Wujud Pelestarian Seni-Budaya

Upaya mendorong munculnya berbagai potensi seni budaya tradisi Minangkabau di kabupaten Agam melalui event gappsi parade seni budaya (GPSB) Agam 2018 yang dipusatkan di kompleks terminal pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung mulai membuahkan hasil.

Animo masyarakat untuk tampil dan menyaksikan berbagai group kesenian tradisi sangat tinggi, dibutkikan acara yang digelar setiap Rabu malam, menjadi objek rutin tontonan menarik warga dari berbagai wilayah di Lubukbasung, sehingga areal yang dicadangkan untuk acara penuh sesak.

Rabu,(2/5) menjadi malam penutup untuk jeda selama bulan suci Ramadhan, dan GPSB Agam 2018, akan dilanjutkan usai lebaran mendatang, sampai malam puncak, 18 Juli 2018 dengan menyuguhkan sajian khusus dalam rangkaian peringatan ulang tahun perak (25 tahun ) ibukota kabupaten Agam di Lubukbasung.

Disebutkan, sesuai keputusan awal, panitia sengaja off selama bulan suci Ramadhan, dan akan melanjutkan kegiatan GPSB Agam 2018 usai lebaran sampai bulan Juli 2018.

Sepanjang jeda bulan puasa, panitia tengah membahas rencana pagelara khusus “ngabuburit” menjelang berbuka puasa dengan syukuran hiburan yang berbeda untuk masyarakat, untuk meramaikan pasa pabukoan di kompleks terminal pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung, “ kita masih membahas hal itu, kita akan dukung, jika Pemkab Agam menetapkan pasar inpres sebagai lokasi pasa pabukoan, kita dukung dengan sajian hiburan rakyat menjelang berbuka puasa,” sebut Rino Syamna Putra.

Dari evaluasi jelang jeda puasa, group seni tradisi yang sudah tampil dalam GPSB Agam 2018 sampai pekan ke 7, Rabu pekan lalu, sudah tercatat 42  tim yang tampil dari 6 kategori yang disiapkan panitia, yang kini saling berpacu mendapatkan dukungan like di instagram gappis-kaba12.com.

(Harmen)

 GPSB 2018 Episode Diikuti 37 Group

Jeda (masa istirahat) bulan suci Ramadhan 1439 hijriah, event gappis parade seni budaya (GPSB) Agam 2018 yang digelar setiap Rabu malam di kompleks pasa inpres Padang Baru, Lubukbasung, Rabu,(2/5) malam, tetap dibanjiri ribuan warga Lubukbasung.

Malam puncak memasuki masa jeda, diikuti 7 group tari, tambua tansa, band dan suling yang mendapat respon luar biasa masyarakat Lubukbasung yang membanjiri kawasan parkir depan terminal pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung.

Semarak malam jeda GPSB Agam 2018 juga dihangatkan dengan penampilan memukau Amango Band, group band bernuansa Melayu-dangdut dari Manggopoh yang menghoyak lokasi acara sehingga masyarakat betul-betul terhibur.

Menurut Handri Buana, mewakili panitia GPBS Agam 2018, event sajian hiburan seni tradisi untuk masyarakat tersebut, digelar sejak Maret lalu, diikuti 37 group dari berbagai latar belakang jenis kesenian, baik tambua tansa, randai, silek tradisi, group band, tari dan jenis seni tradisi lainnya yang tidak hanya diikuti dari wilayah Agam, tapi juga daerah tetangga Padang Pariaman.

Sesuai dengan komitmen awal, GPSB Agam 2018 yang merupakan awal dari semarak peringatan ulang tahun perak, 25 tahun usia ibukota kabupaten Agam di Lubukbasung itu, seluruh group yang tampil akan dinilai oleh masyarakat melalui media sosial instagram gappis-kaba12.com, dan masyarakat memberikan penilaian dengan “like”.

Group yang mendapat “like” terbanyak, dikukuhkan sebagai group terbaik, selain akan tampil dalam acara puncak peringatan HUT ke-25 ibukota kabupaten Agam ke Lubukbasung, 19 Juli 2018 mendatang, juga akan mendapatkan hadiah pembinaan dari GPSB Agam.

“ Dari enam kategori yang ditampilkan, sudah banyak netizen yang berperan, dengan “line” yang diberikan, ini positif, dan sesuai target yang diharapkan panitia, “ sebut Handri Buana.

Target GPSB Agam, selain untuk meramaikan kasanah seni-budaya di kabupaten Agam, dengan pementasan gratis oleh berbagai group kesenian yang ada di kabupaten Agam, panitia juga ingin mempromosikan potensi seni budaya yang dimiliki masyarakat kabupaten Agam ke berbagai belahan dunia, “ dan kini, GPSB Agam sudah mendunia, karena banyak “like” yang diberikan dari luar negeri dan dari berbagai propinsi lain di Indonesia, “ sebutnya.

Diyakinkan Handri Buana, GPSB Agam akan berlanjut hingga bulan Juli 2018 mendatang, karena semakin kuatnya dukungan masyarakat, dibuktikan dengan kunjungan dan peran serta warga dalam acara tersebut, termasuk dukungan unsur terkait di Pemkab Agam, baik dari Dishub Agam, pariwisata, Bank Nagari Lubukbasung dan dunia usaha, termasuk media online kaba12.com.

“ Kita berharap, ini moment kebersamaan, untuk mendorong makin berkembangnya potensi seni budaya yang dimiliki kabupaten Agam, kita salut dengan animo masyarakat dan kami sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan, “ sebut Handri Buana lagi.

(Harmen)

GPSB Agam 2018, Beri Warna Lebih

Sekretaris kabupaten Agam H.Martiaswanto Dt.Maruhun beri apresiasi khusus pada panitia gappis parade seni budaya (GPSB) Agam dan masyarakat yang sukses membangun opini dalam masyarakat tentang semaraknya kegiatan seni-budaya di kabupaten Agam.

Harapan pemerintah, agar di Lubukbasung, sebagai pusat pemerintahan daerah hadir aktivitas rutin yang digelar masyarakat untuk menyuguhkan hiburan dan sajian seni-budaya kreatif sebagai wujud kepedulian pelestarian seni-budaya.

Sekab Agam H.M.Dt.Maruhun, usai penutupan memasuki masa jeda tahap I GPSB Agam 2018 di pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung, Rabu malam, mengaku bangga karena peran pemuda Lubukbasung, khususnya yang tergabung dalam GPSB Agam 2018, sudah memperlihatkan bukti eksistensi masyarakat untuk semarak aktivitas di ibukota kabupaten Agam.

Menurutnya, banyak dampak positif yang dinikmati masyarakat, selain dalam upaya meramaikan Lubukbasung dengan kegiatan positif, mendorong pengalihan perhatian warga dari kegiatan hiburan yang selama ini didominasi orgen tunggal dengan sajian seni budaya yang berkualitas.

“Dibuktikan, setiap ada penampilan seni tradisi, minat masyarakat langsung tinggi, apalagi ada tambua, randai, tari piring, suliang, saluang dan lainnya, ini positif untuk semua pihak,  GPSB Agam sudah memberi warna lebih, “sebutnya.

Sekab Agam itu mengaku optimis, terobosan yang dilakukan pemuda dalam GPSB Agam 2018, akan menjadi kekuatan tersendiri bagi daerah, untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai aspek, tidak hanya dalam bidang seni budaya, tapi juga untuk membangun kekuatan kebersamaan, dalam upaya pelestarian budaya tradisi Minangkabau, “ itu kekuatan kebersamaan, wujud sesungguhnya dari Agam madani, “ tegasnya.

M.Dt.Maruhun juga berharap, panitia lebih memoles tampilan kegiatan, agar warna baru yang sudah dibangun, bisa lebih mendatangkan kekuatan dalam berkreasi, “ Pemkab Agam memberi dukungan ide-ide kreatif yang digagas pemuda, apalagi untuk tujuan positif seperti yang digelar GPSB Agam, “ sebutnya.

Disisi lain, Sekab Agam itu berharap, usai masa jeda usai Ramadhan 1439 hijriah, GPSB Agam bisa segera kembali digelar, untuk menjamu para perantau yang pulang kampung.

(Harmen)

 Yosefriawan :Lubukbasung Jadi Barometer

Kepala dinas perhubungan Agam Yosefriawan, sebagai salah seorang penanggungjawab event GPSB Agam 2018 di kompleks terminal pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung, ungkap salut pada panitia dan masyarakat Lubukbasung yang memiliki animo tinggi terhadap seni-budaya.

Hal itu diperlihatkan selama 9 pekan kegiatan GPSB Agam di pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung yang selalu dipadati penonton yang berdatangan dari berbagai wilayah.Termasuk group seni-tradisi yang tampil mengesankan, memberi gambaran luar biasanya masyarakat.

Disebutkan Yosefriawan, pihaknya yang mengikuti perjalanan event GPSB Agam setiap Rabu malam, mengakui cukup banyak tantangan yang dihadapi panitia, termasuk masih banyaknya nada sumbang terkait kegiatan tersebut.

Namun, panitia GPSB Agam, disebutkan justru memanfaatkan beragam nada sumbang itu sebagai motivasi, dan dibuktikan, event dari dan unsuk masyarakat tersebut, sukses menyelesakan kegiatan tahap I sebanyak 9 episode (9 pekan) memasuki masa jeda puasa.

Kadishub Agam itu mengaku berterimakasih pada masyarakat dan pemuda, yang semakin eksis menunjukkan kepedulian dan perhatian yang luar biasa pada seni-budaya, dibuktikan semakin banak group seni-budaya yang tampil, justru didominasi anak muda, “ pemerintah mengapresiasi hal itu, dan itu sasarannya utama, agar pemuda melakukan kegiatan positif, mendorong kemajuan, “ sebut Yosefriawan lagi.

Diyakinkan, pihaknya bersama berbagai unsur terkait lain di Pemkab Agam, memberi dukungan penuh pada pemuda untuk terus melakukan terobosan dan menggelar ide-ide kreatif untuk mendorong semakin berkembangnya Lubukbasung sebagai pusat pemerintahan kabupaten Agam, harus banyak kegiatan yang dibuat, agar aktivitas masyarakat semakin bergerak, sehingga terlihat nyata geliat sosok kota Lubukbasung, sebagai ibukota kabupaten Agam, “ulasnya.

Yosefriawan yang mantan asisten I Sekab Agama itu, berharap, kegiatan yang sudah dirilis selama 9 pekan itu, bisa lebih maksimal memasuki event tahap II, usai lebaran nanti, dan mesti semakin banyak group yang akan tampil, sehingga semarak kegiatan makin terlihat.

(Harmen) 

Ulya :GPSB Agam 2018, Jawab Keraguan

Ulya, kepala cabang bank nagari Lubukbasun beri apresiasi khusus panitia gappis parade seni budaya (GPSB) Agam 2018 yang sudah menyelesaikan event tahap I selama 9 pekan di kompleks pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung.

Apresiasi khusus diberikan, karena konsistensi panitia yang menghimpun dukungan dari berbagai group seni-budaya di kabupaten Agam, bahkan dari daerah tetangga Padang Pariaman juga ikut ambil bagian dalam event tersebut.

Event GPSB Agam 2018 sendiri, sebut Ulya, sukses mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, walau dalam skala kecil, untuk para pedagang kuliner di pasar inpres Padang Baru, termasuk geliat keramaian pusat kota Lubukbasung.

“ Itu target utama GPSB Agam digagas, agar ada aktivitas rutin yang dinikmati masyarakat, untuk hiburan warga, untuk meramaikan pusat kota yang secara otomatis mendorong majunya kota Lubukbasung dengan kegiatan positif, “sebutnya.

Ulya yang menjadi salah seorang penanggungjawab event GPSB Agam 2018 itu berharap, event tahap II usai lebaran mendatang, parade seni budaya yang digelar bisa lebih semarak, dengan ramuan penampilan yang lebih kompleks dari semua unsur masyarakat.

Kepala cabang bank nagari Lubukbasung itu mengaku optimis, event rutin yang dinantikan masyarakat tersebut, sudah memberi warna lebih bagi aktivitas masyarakat, sekaligus menjawab tuntutan yang selama ini berkembang tentang kegiatan di ibukota kabupaten Agam yang dilakukan pemuda, “ ini poin lebih, dan hal itu harus terus ditingkatkan, “harapnya.

(Harmen) 

Jeda, GPSB 2018 Hoyak Bulan Ramadhan

Rabu,(2/5) malam, memasuki masa jeda event gappis parade seni budaya (GPSB) Agam 2018 di kawasan parkir pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung, ribuan masyarakat banjir event yang digelar pemuda tersebut.

Hujan yang mendera wilayah kabupaten Agam sejak Rabu sore, tidak menyurutkan minat masyarakat untuk menyaksikan berbagai penampilan seni tradisi dan tari kolaborasi yang disuguhkan berbagai group kesenian dari berbagai tempat di Lubukbasung.

Dijadualkan, memasuki masa jeda bulan suci Ramadhan, tim GPSB Agam tengah merancang acara khusus di kompleks terminal pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung yang disesuaikan dengan moment bulan puasa dua pekan depan.

“ Kami masih merumuskan bentuk kegiatan yang akan digelar sepanjang bulan suci Ramadhan, intinya selain untuk syiar agama Islam, kita juga akan menyuguhkan hiburan religi untuk masyarakat Lubukbasung yang berdatangan ke kompleks pasa pabukoan di pasar inpres Padang Baru,” sebut Aciak Sarbaini, salah seorang panitia GPSB Agam kepada kaba12.com.

(Harmen)

BOOTS Aspirasi GPSB Agam 2018

ROOTS band, group band beraliran metal reggae asal nagari “perak” Koto Gadang, kecamatan IV Koto, kabupaten Agam, yang mendapatkan tempat di hati warga Merauke, Papua, merespon luar biasa kegiatan gappis parade seni budaya (GPSB) Agam 2018 yang digelar rutin di kompleks pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung setiap hari Rabu malam.

Personil ROOTS yang berasal dari kabupaten Agam, salah satunya asal Lubukbasung itu mengaku terus memantau kegiatan GPSB AGam 2018 dari media online kaba12.com, yang dinilai sangat positif untuk kreativitas pemuda dalam berkesenian.

Group band yang mendapat penghargaan dari Dewan Kesenian Papua, hingga kini masih menggelar tour show album baru mereka di tanah Papua tesebut, mengaku salut dengan pelaku seni di Lubukbasung yang mencoba menggagas event untuk unjuk kreasi group kesenian tradisi di kabupaten Agam.

“ Sentuhan semacam itu harus terus dikembangkan, karena seni-budaya tradisi tidak untuk dipajang, tapi untuk didorong untuk terus berkembang, kita para pemuda lah yang harus berbuat, salut kami untuk GPSB Agam, “ sebut Bayu Setiawan, pimpinan ROOTS band kepada panitia GPSB Agam 2018 Hasnil.

Diharapkannya, GPSB Agam bisa menjadi pioneer bagi kelompok pemuda lain untuk membangun peduli untuk berkreasi, karena tidak hanya dengan motivasi, tapi perlu energi penyaluran keahlian untuk para pelaku seni-budaya di daerah,” kami apresasi itu dari Papua, kita pemuda harus membangun peduli, “ tambahnya.

Kebanggaan senada disebutkan, Rudi Eka Putra, gitaris ROOTS Band, putra Lubukbasung  yang mengaku salut dan bangga, para pemerhati dan pelaku seni  di Lubukbasung, sukses memotivasi seluruh kelompok kesenian tradisi dan budaya yang ada  untuk tampil, “ banyak potensi seni yang dimiliki masyarakat di jorong dan nagari, mereka butuh penyaluran, dan GPSB Agam sukses menjawab hal itu, “ tegasnya.

Diharapkannya, event semacam itu, bisa semakin beragam, dan dilebarkan ke seluruh wilayah kabupaten Agam, dengan durasi yang panjang, sehingga berbagai elemen masyarakat bisa berperan, termasuk bisa mendorong munculnya seluruh keunikan seni-budaya tradisi yang selama ini belum dikenal banyak pihak.

“ Banyak keunikan, bahkan mungkin jenis seni-tradisi yang sudah langka dan tidak terperhatikan selama ini, bisa muncul dengan sendirinya, moment penampilan di GPSB Agam justru akan menambah kekayaan kasanah seni-budaya Agam, itu harapan kami, sukses untuk GPSB Agam, kami doakan semoga kegiatan itu makin eksis, karena hal itu justru untuk kepentingan masyarakat luas, “ sebut  Rudi Eka Putra, seperti disampaikan Aznil kepada kaba12.com.

Sementara group ROOTS band, yang terkenal dengan beragam kreasi metal reggae nya, sudah malang melintang di belantika music nasional, bahkan group band papan atas nasional ini dikenal kukuh menggedepankan pelestarian seni-budaya tradisi dan mengharamkan narkoba, walau penampilannya urakan.

(Harmen)

Populer

Exit mobile version