Bukittinggi, KABA12.com — Pada tanggal 22 Desember 2020 nanti, Kota Bukittinggi genap berusia 236 tahun. Pemerintah Kota Bukittinggi tengah mempersiapkan serangkaian kegiatan peringatan hari jadi, di masa pandemi covid-19.
Kabag Pemerintahan Setdako Bukittinggi, Hendri, selaku sekretaris panitia HJK Bukittinggi ke 236, menjelaskan, pada peringatan tahun ini, diakui ada pembatasan kegiatan. Hal ini mengacu pada protokol kesehatan yang diatur dalam Perda 06 tahun 2020.
“Untuk tahun ini, hanya ada kegiatan paripurna istimewa. Kegiatan lain dibatasi, sehingga kemungkinan besar tidak ada kegiatan resmi lainnya tidak dilaksanakan tahun ini,” jelasnya.
Persiapan telah dimulai sejak minggu ke 2 November, kegiatan telah disusun dengan tetap mengacu pada Perda 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Beda dengan tahun sebelumnya, undangan disebar 1600 udangan, tapi tahun ini, dibatasi menjadi 600 undangan, karena diatur berdasarkan social distancing.
Sekwan DPRD Bukittinggi, Noverdi, menjelaskan, untuk rapat paripurna istimewa dalam rangka HJK ke 236, akan dilaksanakan di Balai Sidang Hatta pada tanggal 22 Desember 2020. Meskipun Persiapan tetap dilaksanakan semaksimal mungkin.
“Undangan memang kita batasi. Direncanakan 600-700 undangan akan disebar. Undangan untuk luar daerah akan diseleksi. Karena Balai Sidang Hatta kapastisanya 700-800 orang, dengan standar covid-19, undangan yang bisa masuk 300-400 undangan,” jelas Noverdi.
Kegiatan rapat paripurna istimewa DPRD, juga seperti biasa dengan dibacakannya kronologi Hari Jadi Kota Bukittinggi. Warga pun tetap dapat menyaksikan rapat paripurna istinewa HJK ke 236, melalui aplikasi zoom.
Asisten I Setdako, Nofrianto CH, selaku Wakil Ketua I panitia HKJ ke 236, menyampaikan, seperti biasa HJK BKT diperibgati setiap tanggal 236. Biasanya peringatan HJK dilaksanakan berbagai event. Namun karena kondisi pandemi covid, tentu pemko dalam hal ini panitia pelaksana, akan menyesuaikan dengan kondisi tanpa mengurangi khidmadnya peringatan HJK, yang puncaknya dilaksanakan dengan rapat paripurna istimewa. Dimana tahun ini HJK mengangkat tema “Bukittinggi Saayun Salangkah”.
“Kami harap pengertian dari masyarakat Bukittinggi, untuk memahami kondisi ini, karena akan banyak warga yang tidak mendapat undangan untuk hadir langsung ke lokasi. Namun, seluruh warga dimana saja berada, tetap dapat mengikuti kegiatan HJK ke 236 secara virtual,” pungkasnya.
Masyarakat diharapkan tetap memasang umbul umbul dan marawa. Selain itu, tetap diimbau untuk menjaga kebersihan, menerapakn protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
(Ophik)