Kaba Terkini

Heboh Kematian Tak Wajar Ganti Akmal, Kapolres Agam : Ada Perlawanan Saat Penangkapan

Lubukbasung, kaba12.com — Heboh dugaan kematian tak wajar yang menimpa Ganti Akmal,(34), warga Cumateh, Jorong V Nagari Lubukbasung, mengundang perhatian banyak kalangan.

Ganti Akmal, meninggal Rabu,(9/3) sore, dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan di Padang, setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis di Poliklinik Polres Agam dan IGD RSUD Lubukbasung.

Dalam perjalanan menuju Padang, persis di Gasan Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, Ganti Akmal menghembuskan napas terakhirnya dalam mobil ambulance.

Informasi yang diperoleh kaba12.com, Ganti Akmal yang tersangkut kasus dugaan eksploitasi anak dibawah umur itu, diamankan personil Satreskrim Polres Agam di pondok kebun milik korban di kawasan Sungai Jariang, Lubukbasung, Rabu,(9/3) siang.

Keluarga korban Ganti Akmal menyebutkan, yang disebutkan keluarga korban dalam kondisi sehat, namun pasca penangkapan, keluarga korban tidak diperbolehkan untuk melihat kondisi yang bersangkutan oleh petugas. Yang memilukan, keluarga Ganti Akmal, justru mendapat kabar memilukan, bahwa yang bersangkutan sudah meninggal.

Sorenya keluarga korban mendapatkan informasi bahwa Ganti Akmal sudah meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan di Padang. Itupun dalam kondisi memprihatinkan karena terlihat secara kasat mata ada beberapa luka lebam dan luka di beberapa titik, yang dicurigai keluarga korban, kematian korban tidak wajar.

Menjawab kasus itu, Kapolres Agam AKBP.Dwi Nur Setiawan, membenarkan adanya kejadian tersebut, dimana Ganti Akmal, yang diduga terlibat kasus ekspolitasi anak dibawah umur itu, meninggal.

Dijelaskan Kapolres Agam kepada Pers, termasuk kepada kaba12.com di ruang  kerjanya Kamis, (10/3) didampingi Kabag.Humas Polres Agam AKP.Nurdin Dt.Sati, menyebutkan Akmal Ganti meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan.

Dijelaskan, kasus itu diawali dengan adanya laporan dari keluarga korban dugaan eksploitasi anak pada Polres Agam,dan tim Satreskrim Polres Agam, menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penangkapan terhadap tersangka Akmal Ganti.

Proses penangkapan, jelas Dwi Nur Setiawan, berlangsung tegang, karena saat akan diamankan di pondok kebun milik tersangka di kawasan Sungai Jariang, Lubukbasung, Ganti Akmal melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis sabit.

Ditambahkan, karena tersangka Ganti Akmal melakukan perlawanan, petugas yang melakukan penangkapan, berupaya membela diri dari sabetan sabit, bahkan sempat terjadi pergumulan dalam pondok sempit ukuran 3×1,5 meter tersebut.

Akhirnya, ulas Kapolres Agam itu, Ganti Akmal berhasil diringkus, dalam kondisi luka, dan dilarikan petugas ke Poliklinik Polres Agam untuk penanganan darurat, namun karena kondisi luka yang dialami cukup berat, korban dilarikan ke IGD RSUD Lubukbasung untuk mendapatkan perawatan yang akhirnya dirujuk ke Padang, “ namun, dalam perjalanan yang bersangkutan meninggal dunia, “ jelas Dwi Nur Setiawan.

Jenazah Ganti Akmal kemudian dibawa kembali ke IGD RSUD Lubukbasung, dan  Rabu malam, dipulangkan ke rumah duka di Cumateh, Lubukbasung, yang disambut isak tangis dan protes keluarga korban.

Keluarga Korban Tak Terima

Informasi yang diperoleh kaba12.com, termasuk pemantauan lapangan yang dilakukan hingga Kamis dini hari tadi, keluarga korban Ganti Akmal tidak menerima kejadian yang menerima keluarga mereka itu, dan melayangkan protes pada Polres Agam.

Bahkan, Kamis siang, rombongan keluarga korban Ganti Akmal mendatangi Makopolres Agam untuk melaporkan kasus tersebut, yang diterima Kapolres Agam AKBP.Dwi  Nur Setiawan, dan menimpa pihak  kepolisian mengungkap kasus itu secara terbuka terkait dengan proses penangkapan dan prosedur penangkapan terhadap korban Ganti Akmal Rabu itu.

Menanggapi reaksi keluarga Ganti Akmal itu, Kapolres Agam AKBP.Dwi  Nur Setiawan membenarkan, bahwa pihak keluarga korban sudah melaporkan kejadian itu, dan mendatangi pihaknya untuk mempertanyakan kasus tersebut.

Kepada para wartawan termasuk kaba12.com, Kapolres Agam menegaskan, pihaknya sangat terbuka terkait kasus tersebut, dan mempersilahkan keluarga korban untuk melaporkan hal itu pada pihak kepolisian, baik di Polres Agam maupun di Polda Sumbar, “ kita sarankan, untuk netralitas karena objek kejadian di Polres Agam, silahkan ke Polda Sumbar, kami sangat terbuka, “ ungkapnya.

Disebutkan, saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terkait kasus itu secara internal, dan sudah dilaporkan pada pimpinan di Polda Sumbar, “ kita takkan tutupi, jika memang ada tindakan personil yang menyalahi prosedur tetap (protap) yang diberlakukan Polri, maka akan dijatuhi sangsi sesuai aturan yang berlaku, termasuk jika masuk ke ranah tindak pidana umum, “ tegasnya.

Ditegaskan Kapolres Agam, kasus yang terjadi, diduga karena ada perlawanan dalam proses penangkapan, sehingga upaya membela diri, bahkan 1 personil yang terlibat dalam proses penangkapan terluka akibat  sabetan senjata tajam.

Disisi lain, Kapolres Agam AKBP.Dwi Nur Setiawan, berharap masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tidak percaya akan informasi-informasi hoax yang justru akan memperkeruh situasi, termasuk kalangan Pers untuk menginformasikan berita yang berimbang.

 “ Itu runut kejadiannya. Intinya, kami akan terbuka menyampaikan pada publik terkait kasus yang terjadi, dan akan memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku. Jika dalam pemeriksaan  ada tindakan yang menyalahi ketentuan, termasuk protap, personil yang terlibat akan diproses, “ tegas Kapolres Agam itu lagi.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12.com, keluarga korban Ganti Akmal, sendiri sudah melaporkan kasus itu pada pihak Polres Agam, dan jenazah Ganti Akmal dijadualkan akan dikebumikan siang ini.

HARMEN

To Top