Kaba Terkini
Harga Tembus Rp12 Ribu Per Butir, Jelang Lebaran, Pedagang Kelapa Raup Untung
Lubukbasung,kaba12 — Komiditi kelapa yang mulai langka di wilayah Barat Kabupaten Agam, memicu lonjakan harga yang cukup luar biasa, apalagi menjelang hari raya Idul Fitri tahun ini.
Informasi yang diperoleh kaba12, harga rata-rata 1 butir kelapa untuk konsumsi saat ini sudah menembus angka Rp.10.000-Rp.12.000 per butir, itupun sangat sulit diperoleh, karena pasokan kelapa dari warga semakin berkurang, karena alih komiditas perkebunan yang merambah di berbagai wilayah.
Seperti disebutkan Kasman, salah seorang pengusaha pengolahan santan kelapa di Lubukbasung, saat ini harga per butir kelapa mencapai antara Rp.10.000-12.000, itupun sangat sulit diperoleh, “kita harus berjuang ekstra untuk mendapatkan pasokan, ditengah sangat tingginya permintaan masyarakat akan santan kelapa saat ini, “sebutnya.
Ditambahkan Kasman, kebutuhan santan menjelang lebaran selalu mengalami peningkatan, apalagi saat ini, jumlah warga yang membuat rendang untuk kebutuhan lebaran, serta berbagai kebutuhan konsumsi lain, melonjak drastic, “Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan, namun pasokan bahan baku kelapa masih sulit, “ungkapnya.
Kondisi serupa disebutkan beberapa pedagang di Lubukbasung, yang menyebut, tingkat kebutuhan warga menjelang lebaran yang sangat tinggi, sangat terasa dampaknya terhadap minimnya pasokan buah kelapa, “tanaman kelapa sudah semakin berkurang, “ungkap Wardi, seorang pedagang kelapa lainnya.
Komiditi kelapa Lubukbasung yang sangat terkenal di Sumbar, karena kualitas yang tinggi, bahkan selama ini menjadi pasokan andalan untuk berbagai daerah, termasuk keluar propinsi tetangga, saat ini justru semakin berkurang, karena warga lebih tertarih mengolah lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan jagung, sementara tanaman tua dibiarkan mati tanpa peremajaan.
Kondisi ini diamini, M.Ater Dt.Manambun, tokoh ninik mamak Lubukbasung, yang bergelut dibidang perkebunan itu, saat ini tanaman kelapa sudah semakin langka, karena mayoritas warga tidak menjadikan kelapa sebagai tanaman utama, dampaknya saat ini, harga melonjak, pasokan kurang.
“Mutu kepala Lubukbasung sangat terkenal, namun warga cenderung tidak menjadikan komoditi ini, sebagai andalan, “ungkapnya.
(HARMEN)