Pariwara, kaba12.com — Gerakan nasional membaca buku ( gernas baku ) yang dicanangkan bupati Agam di GOR Rang Agam, Padang Baru, Lubukbasung, Sabtu,(5/5) menjadi moment tersendiri bagi masyarakat khususnya para orangtua murid PAUD dan TK di kabupaten Agam dalam mempersiapkan anak-anak mereka menjadi generasi yang cerdas dan paham akan berbagai hal.
Gernas baku, selain wujud mengembalikan minat membaca masyarakat yang diawali dari orangtua, juga memiliki dampak strategis dalam mempererat jalinan kebersamaan antara orangtua dan anak, sekaligus untuk mengantisipasi anak-anak untuk “hanya” bergelut dengan gadget dan kurang bergaul dengan lingkungan.
Bupati Agam H.Indra Catri Dt.Malako nan Putiah menyebutkan, gernas baku merupakan terobosan penting yang dilakukan pemerintah untuk membangun kembali hal-hal spesifik untuk mempersiapkan generasimuda yang betul-betul siap dalam beragam aspek.
Tidak hanya dalam konteks peduli terhadap lingkungan, menguasai berbagai hal seiring kemajuan zaman, tapi juga memiliki kekuatan emosional yang professional karena sejak kecil sudah mengetahui, memahami dan menguasai berbagai kaidah, baik agama, budaya, sosial, bahasa dan beragam ilmu lain yang disalurkan oleh para orangtua.
Gernas baku, sebut Indra Catri, memiliki multi effect yang komplit, tidak hanya dalam kaitan membangun perhatian dan kepedulian orangtua terhadap pendidikan anak, tapi juga sebagai bagian dari kekuatan membangun ikatan bathin yang lebih kokoh antara orangtua dan anak.
“ Orangtua harus mengimplementasikan gernas baku dengan baik di rumah masing-masing, luangkan waktu khusus untuk anak untuk membaca, sajikan bacaan positif yang memberikan muatan penting bagi masa depan anak, “sebutnya.
Diharapkan dengan gernas baku, seluruh orangtua bisa berperan optimal, sehingga gerakan nasional dalam rangkaian membangun dunia pendidikan yang professional, dengan generasi masa depan yang mumpuni, memiliki kekuatan dan kecerdasan yang tinggi.
(Harmen)
GERNAS BAKU di Agam, Buku Adalah Jendela Dunia
Buku adalah jendela dunia. Itu pernyataan awal bupati Agam H.Indractri Dt.Malako nan Putiah saat pencanangan gerakan nasional membaca buku ( gernas baku ) di GOR Rang Agam, Padang Baru, Lubukbasung.
Dengan buku, semua ilmu akan terserap maksimal, apalagi jika kebiasaan membaca buku diawali sejak dini, mulai dari anak-anak usia PAUD dan taman kanak-kanak, karena daya serap anak sejak dini akan sangat tinggi.
Disebutkan bupati, saat ini, pemerintah mendorong seluruh elemen masyarakat untuk gemar membaca, terutama membaca buku-buku yang memiliki literature yang kuat, sehingga membangun pencerdasan sejak dini untuk kemajuan pola berpikir anak.
Dengan membaca, berbagai bidang pengetahuan dan ilmu akan sangat mudah terserap, apalagi jika membaca sudah dijadikan hobi, sehingga seluruh masyarakat terutama para generasi penerus masa depan bangsa, betul-betul memiliki ilmu yang kuat dan menguasai berbagai aspek.
Seperti halnya gernas baku yang dilaunching Pemkab Agam, bahkan bupati Agam H.Indra Catri didampingi para pimpinan OPD Pemkab Agam sengaja membacakan buku cerita di hadapan ribuan anak-anak PAUD dan TK di GOR Rang Agam.
Untuk mendorong optimalnya gernas baku, Pemkab juga sudah melounching gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan minat baca masyarakat yan seirama dengan gernas baku tersebut.
Pencanangan Gernas Baku yang digelar serentak Sabtu,(5/5) di seluruh Indonesia tersebut, Pemkab Agam sengaja mengkolaborasikannya dengan gerakan gemar menulis (Germalis) bagi guru dan siswa di kabupaten Agam.
Bupati Agam, H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, menyebutkan,gernas baku merupakan salah satu solusi meningkatkan minat baca anak, orangtua murid, sekolah dan masyarakat dalam menciptakan kondisi yang menyenangkan dan mendukung kebiasaan membaca.
Hal itu, disebutkan bupati, seirama dengan Germalis, dimana membaca berbanding lurus dengan kemampuan menulis.Pasalnya, semakin banyak membaca, maka semakin luas wawasan dan pengetahuan, sehingga memiliki cukup referensi dan tak kehabisan ide untuk menulis.
Selain membaca, menulis merupakan hal yang amat penting karena akan membantu tenaga pendidik dan siswa dalam berkarir, apalagi saat ini, tingkat persaingan dalam memacu karir, dan semakin ketatnya penguasan ilmu-tekhnologi, menurut generasi masa depan yang betul-betul handal dan berilmu.
“Di era millenium ini, bila guru dan siswa tidak bisa menulis, maka akan tertinggal dari yang lain karena tingkat persaingan begitu tinggi dalam dunia pendidikan,” tegas bupati.
Ditambahkan H.Indracatri, kegiatan menulis bagi guru merupakan media untuk meningkatkan kualitas mengajar, dan hasil tulisan itu bisa menjadi bahan ajaran yang mudah dicerna para murid, demikian juga sebaliknya, dengan penguasaan materi ajar oleh murid, berbagai pelajaran yang diajarkan guru akan sangat mudah dicerna serta dipahami, “ hal itu bisa dikuasai dengan membaca dan menulis,”ulasnya.
(Harmen)
GERNAS BAKU, Bekal Hadapi Persaingan Global
Bupati Agam H.Indra Catri Dt.Malako nan Putiah tegaskan, dengan gemar membaca dan menulis, menjadi bekal utama dalam menghadapi persaingan global. Penanaman minat dan hobi membaca sejak dini, akan menjadi kekuatan tersendiri bagi generasi penerus bangsa yang siap pakai.
Bupati Agam itu mengharapkan, dengan semangat membaca dan menulis yang ditelurkan sejak dini, tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga guru dan orangtua, akan semakin memudahkan pemerintah mendorong terciptanya insan-insan pembangunan yang cerdas -berilmu, sekaligus sebagai awal terciptanya potensi masa depan yang kreatif dan inovatif.
H.Indra Catri Dt.Malako nan Putiah menyebutkan, ada 8 keuntungan yang diperoleh apabila membiasakan menulis,yakni sebagai sarana mengekspresikan pikiran dan keinginan, moment membangun citra diri sebagai sosok yang berwawasan, agent of change dengan ide-ide kreatif dan inovatif dari membaca-menulis, sharring pemikiran dan ide, hidup menjadi lebih sehat, sarana berdakwah dan profit making (keuntungan finansial), karena dengan membaca –menulis, bisa menjadi salah satu media dalam berkarir.
Gemarlis dan Gernas Baku, akan menjadi kekuatan penting dalam menciptakan insan masa depan pembangunan yang betul-betul handal, “ saya minta guru dan tenaga pengajar lainnya untuk memaksimalkan dan mengembangkan Gernas Baku dan Germalis agar bisa bersaing dimasa depan, karena membaca dan menulis merupakan kebutuhan yang tidak lepas dari dunia pendidikan,” harap bupati.
(Harmen)
GERNAS BAKU, Untuk Generasi Berkarakter
Gerakan nasional membaca buku (gernas baku), dan gerakan gemar menulis (gemarlis) yang digagas dinas pendidikan-kebudayaan Agam, menjadi salah satu ikon penting Pemkab Agamd dalam mendorong tumbuhnya minat membaca dan menulis dalam masyarakat, tidak hanya bagi anak-anak sekolah, tapi juga guru dan orangtua.
Menurut Isra, ketua pelaksana Gernas Baku dan Germalis, Isra, menjelaskan, dua gerakan yang saling bersinergi itu, sepenuhnya untuk menumbuhkembangkan minat membaca dan menulis bagi anak, guru dan orangtua di rumah.
Gerakan itu, diharapkan bisa dijabarkan oleh seluruh komponen terkait, dimana pihaknya memberi dorongan dan memotivasi guru, murid dan orangtua dengan memaksimalkan berbagai agenda kehiatan menulis dan membaca.
“Kita berharap, seluruh guru membentuk dan mendorong sukses Gernas Baku di tingkat kecamatan dan nagari, sehingga cita-cita menjadikan generasi berkarakter bisa terwujud ,” harapnya.
Isra menyebutkan, dukungan dari berbagai elemen terkait, baik orangtua, murid dan guru-guru, sangat menentukan sukses dua program yang sudah dicanangkan bupati Agam tersebut, mengingat peran guru dan orangtua sangat dominan, dan itu terlihat dengan paritisipasi orangtua dan murid yang hadir dalam acara tersebut sangat luar biasa.
(Harmen)
Positif Motivasi Generasi Penerus
Gerakan nasional membaca buku (gernas baku) dan gerakan gemar menulis (gemarlis) yang dicanangkan bupati Agam tahun ini, menjadi salah satu kekuatan dan inovasi dalam mempersiapkan generasi masa depan yang professional dan berkarakter.
Apalagi saat ini, dampak persaingan era global dan kemajuan tekhnologi membutuhkan insan masa depan yang betul-betul siap dalam berbagai aspek, termasuk di kabupaten Agam, mengingat banyak agenda pembangunan daerah yang membutuhkan dukungan dan peran aktif generasimuda yang kreatif, inovatif, berkarakter dan berkomitmen.
Hal itu disebutkan Kabag Humas Sekab Agam Hilton,SH,MM – disela lounching gernas baku dan gemarlis menyikapi tingginya minat masyarakat dalam merespon kegiatan yang diresmikan bupati Agam tersebut.
Diharapkan, seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa berperan dalam mensosialisasikan kegiatan tersebut, sehingga seluruh unsur dalam masyarakat bisa memahami dan ikut mendorongnya ,” ini gerakan daerah yang harus didukung bersama, apalagi untuk penyiapan generasi masa depan pembangunan yang berkarakter dan siap pakai, “sebut Hilton.
Pihaknya, secara khusus juga mendorong seluruh lembaga, terutama media massa untuk bisa berperan dalam program gernas baku-gemarlis tersebut, sehingga agenda peningkatan mutu SDM sejak itu bisa lebih maksimal.
(Harmen)
GERNAS BAKU Agam Direspon Warga
Pencanangan gerakan nasional orang tua membacakan buku (gernas baku) di kabupaten Agam oleh bupati Indracatri di GOR Rang Agam, Padang Baru, Lubukbasung, Sabtu,(5/5) mendapat respon masyarakat .
Pencanangan gernas baku yang dihadiri ribuan murid taman kanak-kanak se kabupaten Agam tersebut, disebutkan masyarakat sebagai upaya untuk membangun peduli terhadap tumbuh kembang anak, sekaligus sebagai upaya memperkokoh kebersamaan dalam keluarga.
Seperti disebutkan Eri, tokoh masyarakat Manggopoh kepada kaba12.com usai pencanangan gernas baku oleh bupati Agam.
Ditambahkan, terobosan itu positif untuk mendorong anak-anak untuk menjalin komunikasi yang lebih intens dengan orang tua, bahkan ini menjadi tanggungjawab orangtua untuk mendorong anak-anak mereka untuk gemar membaca.
Eri menyebutkan, program itu justru akan mendorong orangtua untuk lebih bisa banyak tahu akan berbagai hal, termasuk harus bisa menguasai banyak referensi tentang berbagai hal, tidak hanya pelajaran, tapi juga pengetahuan umum, dongeng, sejarah dan hal lain, “ ini positif untuk membangun kembali tradisi yang sudah lama senyap, “ sebutnya.
Program gernas baku di kabupaten Agam yang merupakan tahapan lanjutan dari program gemarlis (gemar menulis) bagi guru dan siswa, “ ini positif dan patut diapresiasi, “tambah beberapa orangtua murid TK yang ikut mendampingi anak-anak mereka di GOR Rang Agam, Padang Baru, Lubukbasung.
(Harmen)