Kaba Agam

Gandeng Kemenkes, Ade Rezki Pratama Sosialisasikan Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan

Posted on

Lubukbasung KABA12 — Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam menyosialisasikan tata kelola pelayanan kesehatan rujukan kepada masyarakat Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Rabu, (21/5).

Kegiatan yang digelar di GOR Rang Agam, Lubukbasung ini merupakan upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap sistem rujukan dalam pelayanan kesehatan, sekaligus memperkuat peran Puskesmas sebagai ujung tombak layanan dasar kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Ade Rezki Pratama via zoom meeting menjelaskan, bahwa kegiatan ini bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI
selaku mitra kerja Komisi IX DPR RI.

Ia menyebut fasilitas dan sarana pelayanan kesehatan di Puskesmas saat ini sudah cukup memadai. Pemeriksaan kehamilan, USG, dan layanan dasar lainnya sudah bisa dilakukan dengan dukungan anggaran dari APBN.

“Puskesmas saat ini bukan hanya tempat berobat, tapi juga tempat berkonsultasi. Mari manfaatkan fasilitas yang ada untuk menjaga kesehatan kita bersama,” ucapnya.

Ade berharap agar pelayanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit terus ditingkatkan agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, drg Indra Rachmad Darmawan, menyebutkan kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi antara Kemenkes dan Komisi IX DPR RI dalam menyosialisasikan sistem pelayanan kesehatan rujukan secara menyeluruh.

“Kami berupaya menghadirkan akses pelayanan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan program -program kesehatan gratis. Terima kasih kepada Komisi IX DPR RI atas dukungannya terhadap kebijakan peningkatan kesehatan nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Lubukbasung, Bayu Wiranata menyampaikan apresiasi atas kepedulian Ade Rezki terhadap sektor kesehatan di daerah.

Ia menyebutkan bahwa Kecamatan Lubukbasung saat ini memiliki dua Puskesmas, yakni Puskesmas Lubukbasung dan Puskesmas Manggopoh, dan juga merujuk pasien ke RSUD setempat untuk penanganan lanjutan.

Pihaknya juga mendorong dinas terkait bagaimana tata kelola pelayanan kesehatan dimaksimalkan. Termasuk tata kelola administrasi yang perlu ditingkatkan supaya tidak menyulitkan pasien.

“Harapan kami, tata kelola pelayanan kesehatan bisa lebih dimaksimalkan, termasuk administrasi, agar tidak menimbulkan antrean panjang yang dapat meningkatkan risiko bagi masyarakat,” ujar Bayu.

Bayu menambahkan bahwa peningkatan kesehatan tidak hanya dilakukan melalui fasilitas pelayanan saja, namun juga perlu didukung dari rumah tangga dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta gerakan hidup sehat di lingkungan rumah.

“PHBS dan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) harus diterapkan di lingkungan rumah tangga untuk kehidupan lebih baik kedepannya,” jelasnya.

(Bryan)

Populer

Exit mobile version