Kaba Pemko Bukittinggi

Forum KOTAKU Kecamatan MKS Pelajari Upaya Kurao Pagang Capai 0% Kumuh

Bukittinggi, KABA12.com — Forum Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) kecamatan Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi, mengadakan study banding ke Kurao Pagang, kecamatan Naggalo Padang, Jumat (09/08). Rombongan dipimpin langsung Sekcam MKS didampingi Koordinator Kota (Korkot) 03 KOTAKU Bukittinggi, Fachrur Arrazi dan beberapa Fasilitator Kelurahan 3.02.

Adler, Sekcam MKS, menjelaskan, kegiatan study banding ini dilakukan untuk mempelajari kolaborasi peningkatan kualitas kumuh di kecamatan Nanggalo kelurahan Kurao Pagang. Karena memang Kurao Pagang menjadi salah satu yang terbaik dalam mensukseskan program KOTAKU.

“Kegiatan ini bertujuan untuk lebih menggali ilmu dan pengalaman dari Kurao Pagang, kecamatan sebagai kecamatan terbaik di kota Padang. Sehingga bagaimana sistem yang diterapkan untuk mencapai kesuksesan itu, yang dipelajari untuk diterapkan pula oleh kelurahan kita yang ada di Bukittinggi, khususnya di kecamatan Mandiangin Koto Selayan,” jelasnya didampingi Korkot 03 KOTAKU Bukittinggi. Fachrur Arrazi.

Sementara itu, Teddy Antonius, Camat Nanggalo, meyambut baik kedatangan forum KOTAKU kota Bukittinggi, khususnya dari kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Hal ini menjadi salah satu kebanggaan bagi Nanggalo, yang telah dipercaya sebagai lokasi study banding.

Terkait sistem atau progran yang dilaksanakan, Teddy menjelaskan, keberhasilan Naggalo sebagai kecamatan terbauk di kota Padang dalam penanganan kumuh, tidak lepas dari kolaborasi yang baik antara BKM, masyarakat, Lurah, Camat serta stakeholder terkait. Sehingga apa yang telah diprogramkan dapat dikerjakan bersama.

“Dulu memang Kampung Kurao Pagang disebut daerah sangat tertinggal. Namun dengan program Kotaku, yang dijalankan oleh forum bekerjasama BKM, masyarakat, Lurah, Camat dan stakeholder, daerah ini bisa berkembang menjadi kota tanpa kumuh, bahkan Alhamdulillah terbaik di kota Padang,” jelasnya.

Prinsip kotaku itu, lanjutnya, kolaborasi mulai dari dasar atau tingkat bawah. Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) sebagai kapal dan Camat (pemerintah) sebagai nahkoda. “Dengan komitmen dan kebersamaan yang kesuksesan menjadi kota tanpa kumuh dapat diwujudkan. Yang paling mendasar juga, kesadaran dari masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.

Dari study banding itu, KOTAKU Bukittinggi, khususnya di kecamatan MKS dapat pelajaran berharga, bagaimana pemerintah dan BKM dapat berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan kumuh yg tertuang di dalam dokumen RPLP tahun 2019 kota Bukittinggi.
(Ophik)

To Top