Pariwara Pemko Bukittinggi

Erman Safar – Marfendi, Tingkatkan Penerapan ABS-SBK Menuju Bukittinggi Hebat Berbudaya

Bukittinggi, KABA12.com — Sejak 26 Februari 2021, Kota Bukittinggi resmi dipimpin H. Erman Safar, SH sebagai Wali Kota dan H. Marfendi sebagai Wakil Wali Kota.

Pasangan kepala daerah itu, mengusung moto Bukittinggi Hebat yang implementasinya, dijabarkan dalam visi misi dan tertuang jelas dalam RPJMD Bukittinggi 2021-2026.

Visi misi yang dituangkan dalam RPJMD itu, juga telah disetujui DPRD Bukittinggi. Dimana, nota persetujuan bersama atas Perda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) itu, ditandatangani bersama dalam rapat paripurna, 4 Agustus 2021 lalu.

Secara garis besar, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar bersama Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, mengusung visi “Menciptakan Bukittinggi Hebat Berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”. Visi ini dinilai jelas untuk meningkatkan singkronisasi antara agama dan budaya Minangkabau sebagai dasar menjalankan kehidupan di Bukittinggi.

Untuk mencapai visi tersebut, telah dirumuskan tujuh misi. Hebat dalam sektor peningkatan ekonomi kerakyatan. Hebat dalam sektor pendidikan. Hebat dalam sektor kesehatan dan lingkungan. Hebat dalam sektor kepariwisataan, seni budaya dan olahraga. Hebat dalam tata kelola pemerintahan. Hebat dalam sektor sosial kemasyarakatan. Hebat dalam sektor pertanian.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, dalam beberapa kali kesempatan, menyampaikan, RPJMD merupakan penjabaran visi misi dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan pembangunan daerah dan keuangan daerah, serta program perangkat daerah dan lintas perangkat daerah yang disertai kerangka pendaan bersifat indikatif untuk 5 tahun yang disusn berpedoman pada RPJPD dan RPJMN.

“Semua yang direncanakan itu, tujuan utamanya, bagaimana mensejahterakan masyarakat Bukittinggi, yang bergerak di berbagai bidang,” ujar Erman Safar.

Kesejahteraan masyarakat Bukittinggi, diciptakan dalam bentuk “Bukittinggi Hebat”, yang dilandasi filosofi adat Minangkabau, Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah. Secara prinsip cita cita Bukittinggi Hebat, akan diciptakan melalui, peningkatan ekonomi masyarakat, peningkatan sumber daya manusia, peningkatan pelayanan melalui tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kota Bukittinggi merupakan kota yang mempunyai potensi untuk kita majukan bersama melalui pengungkit dalam pergerakan ekonomi. Dimana, sumber pergerakan ekonomi Bukittinggi berasal dari, belanja pemerintah, belanja pihak ketiga, transfer-investasi. Pariwisata menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi masyarakat kita akan upayakan bagaimana aktifitas ekonomi dapat bergerak mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Ada empat langkah pembangunan, menyempurnakan yang ada, optimalisasi, pengembangan dan mengintegrasikan seluruh nilai jual Bukittinggi,” papar Wako dalam kegiatan musrenbang perkotaan, Mei 2021 lalu.

Satu visi dan tujuh misi itu, secara bertahap mulai dilaksanakan. Gebrakan pertama yang menjadi viral hingga tingkat nasional, mewajibkan ASN khususnya laki-laki, untuk shalat subuh berjamaah.

Himbauan ini disampaikan dalam apel gabungan perdana Erman Safar- Marfendi dengan seluruh ASN di Bukittinggi. Dimana, pada kesempatan itu, Wako meminta Sekda dibantu Bagian Kesra, mengatur jadwal, setiap hari Jumat dilaksanakan shalat subuh berjemaah.

“Program ini kita angkat dengan tema Jumat Al Kubra. Ini merupakan langkah awal, bagaimana membudayakan kembali shalat subuh berjamaah. Program ini tentunya akan berdampak positif terhadap pelayanan masyarakat,” ujar Erman Safar.

Program subuh berjamaah atau kini dikenal Jumat Al Kubra, selain shalat berjamaah juga diisi dengan pengajian bersilabus. “Poinnya dalam rangka mengisi penguatan aqidah dari sisi keagamaan. Sesuai visi kita, Menciptakan Bukittinggi Hebat Berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah,” jelasnya.

Program ini pada awalnya berjalan lancar setiap Jumat. Namun, sempat terhenti karena pandemi covid-19. Ketika mulai melandai, program ini kembali dijalankan.

Beberapa kebijakan lain, yang disusun Wali Kota Erman Safar dan Wakil Wali Kota Marfendi, bagaimana kembali membudayakan penggunaan ‘baju koko guntiang cino’ dan celana batik, sebagai seragam ASN di hari Jumat. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengangkat kembali budaya budaya yang lekat dengan aturan syariat Agama Islam.

Selain itu, dalam perencanaannya, untuk tahun 2022 mendatang, sudah mulai disusun upaya bagaimana mewujudkan dan meningkatkan sinergi agama dan budaya ini.

Diantaranya, memanfaatkan ruang terbuka di pusat kota sebagai ruang terbuka publik yang ramah untuk warga Bukittinggi, pengembangan destinasi wisata baru yang tetap mengedepankan kebudayaan Minangkabau, penguatan kawasan destinasi pariwisata eksisting, merancang kegiatan seni dan budaya untuk masuk dalam kalender wisata sebagai upaya meningkatkan daya tarik wisatawan, perancangan kegiatan dalam meningkatkan UMKM yang memiliki nilai adat budaya Minangkabau.

Jelang Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 237 pada tanggal 22 Desember 2021, Pemko Bukittinggi sudah mulai menjalankan program peningkatan nilai agama dan budaya, sebagai salah satu kado indah Miladnya Kota Bukittinggi.

“Dalam menciptakan Bukittinggi Hebat berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, sudah dijalankan Jumat Al Kubra, sedang diproses pengembangan pondok tahfiz, pengembangan ekonomi syariah, penerapan kurikulum SDIT, pengembangan nagari dalam kota dan pemberdayaan tokoh agama dan tokoh adat,” ungkap Erman Safar.

Program yang nantinya juga akan direalisasikan dalam waktu dekat, diantaranya, penambahan muatan lokal untuk pelajar SD dan SMP negeri. “Lima mata pelajaran itu, Budaya Adat Minangkabau (BAM), Al Quran-Hadist, Fiqih, Aqidah Akhlaq dan Sejarah Islam. Jadi kedepan akan ada penambahan 5 mata pelajaran lokal ini,” ungkap Erman Safar, Senin (01/12), di Balairung Rumah Dinas Wako.

Hal ini, lanjut Wako, bertujuan untuk menambah pengetahuan para generasi muda sejak awal, mulai dari tingkat SD dan SMP, tentang adat budaya Minangkabau dan juga tentang ilmu agama. Biasanya, untuk aekolah swasta, SDIT, SMPIT dan MTsN sudah ada, namun tentu belum merata di seluruh tingkatan SD dan SMP negeri.

Selain itu, Pemko tengah menyusun program bagaimana masyarakat dapat melakukan pinjaman ke BPR Syariah Jam Gadang, tanpa membayar bunga. Dimana, bunga akan dibayarkan oleh Pemko Bukittinggi melalui anggaran APBD. Sehingga warga yang meminjam nantinya hanya membayar pokok.

Ada beberapa kegiatan dan program lainnya yang telah dilaksanakan pemerintah di bawah kepemimpinan Wali Kota Erman Safar dan Marfendi, pada tahun 2021 ini. Hal tersebut tentunya bisa menjadi bagian kado indah bagi Kota Bukittinggi yang genap berusia 237 tahun pada tanggal 22 Desember 2021.

(Ophik)

To Top