Lubukbasung,kaba12 — Kabupaten Agam dibayangi duka berkepanjangan, menyusul semakin bertambahnya jumlah korban meninggal yang berhasil ditemukan, dampak bencana hidrometeorologi yang menghantam berbagai kecamatan di daerah ini.
Update terkini Diskominfo Agam, tercatat sebanyak 180 korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi Rabu-Kamis, (26-27/11) pekan lalu, dan 78 orang dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.
Dari total 180 orang yang meninggal, sebanyak 24 orang masih belum teridentifikasi oleh tim Inafis Polres Agam bersama tim DVI Polda Sumbar dan Disdukcapil.Agam.

Sementara dari 180 orang korban meninggal itu, masing-masing dampak bencana banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur,Kecamatan Malalak, sebanyak 11 orang, di Kecamatan Matur 1 orang, di Kecamatan Tanjung Raya 10 orang, di Kecamatan Palupuah 1 orang, di Kecamatan Ampek Nagari 1 orang dan yang terbanyak dampak banjir bandang yang menghancurkan 4 jorong di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan sebanyak 132 orang.
Sedang 78 warga yang masih belum ditemukan, masing-masing di Kecamtan Malalak sebanyak 6 orang, di kecamatan Lubukbasung 1 orang, di Kecamatan Tanjung Raya 2 orang dan yang terbanyak di Kecamatan Palembayan sebanyak 69 orang.
“Proses pencarian masih terus berlanjut, dan kami akan terus mengupdate perkembangan data terkait dengan penanganan dampak bencana yang tengah dilakukan Pemkab.Agam bersama seluruh unsur terkait, yang didukung berbagai elemen, yang saat ini tengah maksimal melakukan pencarian, pembenahan infrastruktur dan distribusi bantuan untuk korban terdampak, “sebut Roza Syefridianti, Kadinas Kominfo Agam.
(HARMEN)