Hukum dan Kriminal

Dua Saudara Pelaku Curat 16 TKP Diringkus Tim Jatanras Polres Bukittinggi

Bukittinggi, KABA12.com — Tim Anti Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polres Bukittinggi, meringkus dua tersangka pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat), DN (39) dan AN (27). Pelaku yang merupakan adik dan kakak itu ditangkap pada waktu dan lokasi yang berbeda. Diduga, pelaku DN merupakan aktor utama yang dibantu oleh pelaku AN, dimana hasil curian mereka dijual untuk dibelikan narkotika jenis sabu.

Pelaku DN diamankan pada Senin (07/10), sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Sementara adik pelaku AN diamankan satu hari sebelumnya, Minggu 6 Oktober 2019 malam, di daerah Banuhampu Kabupaten Agam.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso dalam keterangan pers nya, mengungkapkan, pelaku DN merupakan residivis dari kasus yang sama dan adiknya AN ikut menolong menjualkan barang hasil pencurian yang dilakukan kakaknya. Mereka telah beraksi pada 16 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Bukittinggi, yang juga meliputi wilayah Kabupaten Agam bagian timur.

“Salah seorang tersangka berinisial DN terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada kaki sebelah kanan oleh Tim Jatanras dibawah komando Ketua Tim AKP Pradipta Putra Pratama dan wakilnya Ipda Fikri Rahmadi, karena mencoba melarikan diri, di lokasi penangkapan daerah Padang Luar Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam,” jelasnya.

Pada saat penangkapan, sambung Iman Pribadi Santoso, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara Tim Jatanras dan pelaku DN. Namun pelaku berhasil berhasil diamankan saat bersembunyi di semak- semak belakang Kantor Wali Nagari Padang Luar.

Menurut Iman Pribadi Santoso, dari tangan pelaku Tim Jatanras menyita barang bukti berupa satu unit Notebook merk ASUS, sementara barang-barang lain yang diambil tersangka berupa Kamera dan Handphone berbagai merk, serta tas berisi uang Rp 1,6 juta dalam proses pengembangan oleh anggota Jatanras, karena telah dijual ke sejumlah toko di kawasan Pasar Atas Kota Bukittinggi.

“Tim Jatanras masih terus melakukan pengembangan kasus Curat ini, untuk mengungkap jaringan, apakah mereka juga melakukan tindak pidana lainnya,” ujar Kapolres.

Iman Pribadi Santoso menambahkan, dalam kasus ini, kedua pelaku DN dan AN dijerat dengan pasal yang disusun, yaitu pasal 363 KUHP, dengan ancaman penjara selama tujuh tahun. Selain itu penadah akan dijerat dengan pasal 480 KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun.

Pada kesempatan yang sama Ketua Tim Jatanras Polres Bukittinggi, AKP Pradipta Pratama Putra mengakui, bahwa pihaknya masih terus dalami kasus itu, untuk mengungkap semua jaringan yang ada. Untuk penadah barang curian juga sudah dilakukan pemeriksaan.

“Tersangka telah menjalankan aksinya di kawasan Garegeh, Simpang Tembok, Pasar Pagi, Aur Kuning, Parik Putuih, Pasar Banto, Pasar Bawah, Tanah Jua, dan sejumlah lokasi lainnya. Dimana modus tersangka mengintai toko dan rumah yang luput dari penjagaan,” sebutnya.

Menurut pengakuan tersangka sambung Pradipta Putra Pratama, mereka menjalankan aksinya sejak November 2018 lalu, dengan cara mencongkel jendela toko dan rumah yang menjadi target aksinya.

“Tim memberikan tembakan terhadap tersangka DN, yang melawan kepada petugas saat ditangkap, dan tersangka DN ini merupakan seorang residivis pada kasus yang sama, dan baru keluar dari penjara pada tahun 2017 lalu,” ungkapnya.
(Ophik)

To Top