Kaba DPRD Bukittinggi

DPRD Pessel Pelajari Pengelolaan Pariwisata Bukittinggi

Bukittinggi, KABA12.com — Pengelolaan pariwisata Bukittinggi dilirik oleh sejumlah daerah luar, salah satunya kabupaten Pesisir Selatan. Ketertarikan itu disampaikan sejumlah rombongan DPRD Pesisir Selatan saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke kota Bukittinggi, Jumat (26/01).

Rombongan yang berjumlah sepuluh orang tersebut merupakan anggota komisi 4 DPRD Pessel dipimpin Efriyanto. Kedatangan rombongan disambut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Erwin Umar di Balaikota Bukittinggi.

Pimpinan rombongan, Efriyanto menjelaskan kunjungan kerja komisi 4 DPRD Pessel bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan destinasi wisata di Bukittinggi, sehingga dapat diterapkan di Pesisir Selatan. Upaya yang dilakukan membuat potensi wisata Bukittinggi semakin dikenal.

“Kami di Pesisir Selatan hampir semuanya mengandalkan wisata pantai. Dalam pengelolaannya, Pessel belum dapat pola yang pas. Karena itu pesel belajar bagaimana peran Pemko dalam pengelolaan destinasi wisata itu. Bagaimana melengkapi sarana dan prasarananya. Bagaimana andil pihak ketiga dalam menunjang kepariwisataan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bukittinggi, Erwin Umar mengatakan, icon wisata utama di Bukittinggi adalah Jam Gadang. Tahun 2018 Jam Gadang akan segera direvitalisasi. Bangunan Cagar Budaya yang harus dipertahankan baik bentuk maupun ketahanan nya. Akan dibagi menjadi beberapa area pedestrian. Tidak akan ada lagi kendaraan disana. Akan ada pegelaran musik.

Untuk mendukung pariwisata diadakan beberapa kegiatan. Seperti Kegiatan olahraga diarahkan menjadi tourism sport dengan mengangkat event-event berskala nasional dan internasional, Kegiatan promosi wisata lewat beberapa kegiatan, Kegiatan ekonomi kreatif, Kegiatan Bina Usaha dan lain-lain. Semua SOPD mendukung Pariwisata. Seperti Lingkungan Hidup dan Pemadam Kebakaran, Pol PP dan instansi terkait lainnya. Dilakukan juga kerjasama dengan BUMN.

“Untuk mengembangkan kepariwisataan, regulasi menjadi hal paling penting. Bagaimana semua yang dilaksanakan dapat menghasilkan PAD. Kami mengutamakan masyarakat lokal, bukan investor. Terdapat upaya sharing pembiayaan dengan pihak lain, bukan sharing pengelolaan. Sehingga kita yang mengontrol perkembangan kepariwisataan,” ujarnya.

Erwin menambahkan, konsep kepariwisataan yang paling utama adalah status tanah. Jika status tanah sudah jelas akan banyak bantuan yang bisa diandalkan untuk pengembangan kepariwisataan. Tahun 2017 Pemko Bukittinggi menbenahi objek wisata yang sudah ada sehingga meningkatkan kualitas sarana yang sudah ada. Dipermak lebih cantik sehingga meningkatkan nilai jual.

(Ophik)

To Top