Kaba Pemko Bukittinggi

DPMPTSPPTK Bukittinggi Gelar Pelatihan Barbershop

Bukittinggi, KABA12.com — Sebanyak 32 pemuda Kota Bukittinggi dan sekitarnya mengikuti pelatihan Barbershop yang digelar Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPMPTSPPTK) Bukittinggi bekerjasama dengan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh.

Kegiatan ini dibuka secara resmi di aula Mall Pelayanan Publik, Belakang Balok, Senin (20/06).

Ketua Panitia Pelatihan Barbershop, Patrianus Syahid menyebut, agenda yang dibiayai APBD Sumbar ini merupakan perwujudan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Salah satu program unggulan Pemprov Sumbar saat ini yaitu menciptakan milenial entrepenur sebanyak 100.000 orang sampai tahun 2024 mendatang.

“Kota Bukittinggi dipilih karena sebagai kota wisata sangat cocok untuk milenial berwirausaha. Permenaker 8/2014 menyebut ada standar mata pelajaran yang harus dicapai selama 160 jam pertemuan. Semoga nanti ada peserta yang bisa pula menjadi instruktur setelah lulus pelatihan ini,” ujar Patrianus Syahid yang juga menjabat Kepala UPTD BLK Payakumbuh itu.

Sementara itu, Sekretaris DPMPTSPPTK Bukittinggi, Risma Novarina, mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Sumbar melalui UPTD BLK Payakumbuh yang sudah menganggarkan pendanaan untuk bisa digelarnya kegiatan ini.

“Ini kesempatan langka, terutama melewati dua tahun pandemi Covid-19. Tahun 2020 awal, APBD Bukittinggi sudah hampir Rp 1 triliun, (Rp 996 miliar). Angka itu turun anjlok menjadi di bawah Rp 700 miliar karena Covid-19. Kota Bukittinggi sebagai destinasi wisata dibatasi orang datang, banyak usaha yang tutup. Tahun ini intruksi Presiden sudah ada pelonggaran, termasuk boleh berkegiatan di luar ruang tanpa memakai masker,” jelasnya.

Risma menyebut pelatihan barbershop ini sejalan dengan program prioritas Kota Bukittinggi, yaitu menciptakan Bukittinggi Hebat, terutama program hebat dalam sektor ekonomi kerakyatan.

“Semoga pelatihan yang diterima bisa membawa peserta untuk menjadi wirausaha,” harapnya.

“Modal untuk buka usaha barbershop, tidak mahal. Dulu, di bawah batang pohon sudah bisa buka lapak potong rambut. Sekarang, bisa dilakukan dimana saja, dengan dukungan teknologi informasi. Yang ingin tampil gaya hari ini tidak lagi hanya kaum ibu, tapi juga kaum pria,”jelasnya.

(Harmen/*)

0Shares
To Top