Kaba Bukittinggi

DPD Dukung Bukittinggi Jadi Kota Pusaka

Jakarta, KABA12.com — Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal daerah pemilihan Sumbar, Nofi Candra mendorong Kota Bukittinggi untuk dijadikan sebagai salah satu kota pusaka di Indonesia. Sebab menurutnya, kota Bukittinggi punya peninggalan sejarah yang panjang dalam lahirnya negara Indonesia ini. Hal ini disampaikan Nofi Candra ketika menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Kota Bukittinggi ke gedung DPD-RI di Senayan Jakarta, Rabu (17/07).

Nofi Candra mengatakan kota Bukittinggi sangat layak diusulkan sebagai kota pusaka yang mempunyai banyak peninggalan sejarah cagar budaya dan adat istiadat yang sudah diakui oleh pusat dan dunia.

“Bukittinggi punya lobang jepang, jam gadang, benteng Fort de Kock peninggalan belanda. Dan ada istana Bung Hatta sebagai saksi bukti Bukittinggi pernah menjadi ibukota Indonesia masa pemerintahan darurat PDRI serta banyak cagar budaya lainnya yang mulai terlupakan,” kata Nofi Candra, yang menerima rombongan Komisi I DPRD Kota Bukittinggi di ruangan Badan Kehormatan DPD-RI.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai itu, Nofi Candra didampingi staf ahli Refky Caniago sementara Komisi I DPRD Bukittinggi yang dipimpin oleh M. Nur Idris nampak dihadiri anggota yakni Syaiful Efendi, Dedi Patria, Hj. Nursyida, Farale Sijabat dan Jusra Adek serta staf dewan Leni Herlinda, Debby Elvalisa dan Rani Amalia.

Lebih lanjut, putra kabupaten Solok ini menegaskan keinginannya untuk membantu kota Bukittinggi diusulkan dalam program kota pusaka kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) dan Kementerian Pariwisata. “Tentu saja katanya, sepanjang pemerintah kota Bukittinggi punya program untuk mengusulkan Bukittinggi sebagai kota pusaka ke pemerintah pusat,” ujar Nofi Candra yang digadang-gadangkan maju sebagai calon Bupati Kabupaten Solok 2020-2025 ini.

Sementara itu, M. Nur Idris selaku Ketua Komisi I DPRD Bukittinggi menyampaikan terima kasih atas penerimaan kunjungan ini. Politikus PAN ini mengatakan akan membicarakan hasil pertemuan dengan DPD-RI ini kepada pimpinan dan Pemko Bukittinggi. “Kami sependapat dengan usulan senator Nofi Candra ini. Karena usulan ini pernah juga dimunculkan oleh Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon beberapa tahun yang lalu, namun belum ada respon pemko. Mudah-mudahan sebelum akhir jabatan ini kami akan bicarakan dengan pemko Bukittinggi,” ujar M. Nur Idris.

Anggota Komisi I lainnya Dedi Fatria dan Jusra Adek juga merespon usulan kota Bukittinggi sebagai kota pusaka. “Rasanya sudah patut Bukittinggi ini jadi kota pusaka. Banyak peninggalan sejarah bangsa dan tokoh-tokoh bangsa ini lahir di Bukittinggi” ujar Jusra Adek yang diamini oleh Dedi Fatria dan Syaiful Efendi.

(Ophik)

To Top