Hukum dan Kriminal

Dituduh Bawa Selingkuhan, Sopir Dihajar Massa

Agam, KABA12.com — Malang nasib yang dialami Yurnalis (57) warga Jorong Sungai Cubadak, Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Agam, Minggu (25/06) sekitar pukul 05.30 WIB, tanpa alasan yang jelas dihajar warga. Akibat kejadian di Kantor Walinagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak, Agam tersebut pelipis korban berdarah dan banyak memar di kepala yang harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Sesuai keterangan Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana SIK MH melalui Kapolsek IV Koto, Iptu Boby Sandra pada KABA12.com, kalau pada waktu kejadian, korban yang berprofesi sebagai sopir mengendarai sepeda motor dari arah Pariaman menuju kampungnya di Baso. Ketika dalam perjalanan menumpang seorang perempuan yang tidak dikenal.

Karena, ketika itu bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, tidak ada angkutan umum yang lewat, maka korban memberi tumpangan pada wanita yang mengaku warga Malalak Utara. Sampai di Aia Gadang, Malalak Timur, wanita itu mintak berhenti untuk buang air kecil pada sebuah sungai kecil di tempat itu.

Ketika korban akan melanjutkan perjalanan, sepeda motor Yurnalis langsung dihadang oleh pengendara mobil avanza warna hitam yg dikemudikan oleh diduga adalah Wali Nagari Malalak Utara dan mengatakan ” lah lamo ang den incar” dan langsung memukul korban di bagian mulut hingga mengeluarkan darah.

Tidak hanya sampai disitu pada waktu bersamaan massa datang dan membawa korban ke kantor wali Nagari Malalak Utara  menggunakan mobil L300 untuk dihakimi massa sedangkan sepeda motor Jupiter MX miliknya juga dibakar warga.

Dikatakan Kapolsek, ketika pihaknya mendapat laporan tersebut, pihaknya dan beberapa anggota Polsek IV Koto langsung datang ke lokasi menyelamatkan korban. Kerena kondisinya cukup memprihatinkan, langsung dibawa ke Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi dan harus mendapat perawatan beberapa hari.

Setelah kondisi korban membaik, maka pada Jumat (30/06) siang, korban langsung membuat laporan ke Polsek IV Koto tentang yang sudah dialaminya.

“Kalau dari keterangan sementara, warga menuduh korban dan yang diboncengnya ketika kejadian adalah pasangan mesum. Padahal, korban sendiri tidak kenal dengan wanita yang diboncengnya tersebut,” kata Kapolsek Iptu Boby.

Dengan adanya laporan dari korban tersebut, tambah Kapolsek, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan sudah meminta keterangan beberapa saksi pada Jumat sore, termasuk Walinagari Malalak Utara.

“Untuk sementara, kita belum menetapkan tersangka, sebab kita masih mengumpulkan berkas dengaj meminta keterangan beberapa orang saksi terlebih dahulu. Dari pengakuan korban sendiri, yang memukulnya di kantor Walinagari lebih dari empat orang dengan nama yang tidak satupun dikenal,” terang Kapolsek.

(Ikhwan)

To Top