Kaba Terkini

Disperindagkop: PIRT Label Higienis Produk Rumahan

Lubuk Basung, KABA12.com — Sejak diberlakukan Masyarkat Ekonomi Asean (MEA) produk rumahan atau hasil industri dituntut untuk mampu bersaing dengan produk unggulan dari negara luar. Baik dari segi rasa dan kualitas produk, hingga ke disain tampilan packingnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Disperindagkop UKM kabupaten Agam Aryati terus mendorong pelaku UKM olahan makan untuk terus lebih kreatif terutama dari segi perizinan produk.

“Kita sudah ada MEA, ketika orang sudah bersaing kita kalah dengan itu. Karena masih banyak UKM kita yang masih belum mengantongi izin yang lengkap, terutama PIRT. Adanya label izin itu menjadi daya tarik orang, apalagi konsumen saat ini sudah cerdas, mereka tau kalau produk yang sudah berlabel PIRT adalah makan yang sehat dan higienis,” ujarnya saat diwawancarai KABA12.com.

Aryati menjelaskan, usaha rumahan sebelum memasarkan produk yang dijual ke masyarakat, diperlukan perizinan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) terutama untuk produk jenis makanan atau minuman. Izin ini penting karena sebagai jaminan bahwa usaha makanan/minuman rumahan yang dijual memenuhi standar produk pangan yang berlaku.

“Izin PIRT adalah sebuah keharusan bagi pemilik usah usaha makanan skala kecil. Namun tidak semua usaha skla kecil yang bisa mendapatkan izin PIRT, seperti susu dan hasil olahannya, daging, ikan, unggas yang membutuhkan pembekuan di lemari es, serta alkohol,” sebutnya.

Aryati menambahkan, prosedur mengurus izin PIRT tidak terlalu sulit dan tidak dipungut biaya. Permohonan diajukan dari nagari melalui Puskesmas ke Dinas Kesehatan. Setelah itu pemilik usaha akan diberikan pelatihan oleh pihak kesehatan, “dilihat bagaimana pengolahannya, setelah itu baru dikeluarkan nomor izin PIRT nya,” ulas Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Agam.

(Jaswit)

To Top