Kaba Agam

Dishut Sumbar Gelar Workshop Untuk KTH dan KPS di Agam

Lubukbasung, KABA12 — Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat menggelar workshop penguatan kelola kelembagaan dan pengembangan usaha pada kelompok tani hutan (KTH) dan kelompok perhutanan sosial (KPS) di lingkup UPTD Agam Raya, Kamis (13/6).

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Sakura Syari’ah Lubukbasung selama tiga hari yakni Kamis hingga Sabtu, (13-15/6).

Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini di wilayah Kabupaten Agam sudah terbentuk 22 unit perhutanan sosial dengan luas 18 ribu hektar.

Untuk mendukung program perhutanan sosial tersebut, katanya sangat dibutuhkan kolaborasi multipihak untuk kelestarian hutan kedepan.

“Kolaborasi multi pihak Sangat dibutuhkan dalam sektor kehutanan supaya pengelolaan hutan dan kelestarian bisa lebih terjaga dengan baik,” katanya.

Ia menyebut, kegiatan workshop ini terlaksana melalui APBD Sumbar yang berasal dari dana pokir Anggota DPRD Sumbar Ismunandi Sofyan.

“Dana pokir dari bapak Ismunandi Sofyan digunakan untuk penyelenggaraan workshop, bantuan stup lebah madu galo-galo, pakan lebah, dan alat panen madu,” ujarnya.

Sedangkan jumlah peserta workshop penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha pada kelompok tani hutan dan kelompok perhutanan sosial berjumlah 110 orang.

Sementara itu Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam sambutannya menyambut baik kegiatan workshop yang diadakan Dinas Kehutanan Sumbar bagi kelompok di lingkup UPTD KPHL Agam Raya.

Ia menyebut, potensi sektor perhutanan harus dimaksimalkan supaya dapat mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan.

“Di Agam ada 18 ribu hektar lahan perhutanan sosial, dan semuanya memiliki potensi yang luar biasa. Untuk itu workshop penguatan kelembagaan ini perlu dilakukan agar pengetahuan kelompok atau petani hutan bisa bertambah,” sebutnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk memanfaatkan semua potensi hutan tanpa harus merusaknya.

“Hutan banyak memiliki potensi untuk menambah pendapatan masyarakat, mulai dari tanaman, madu lebah galo-galo, madu lebah luar, dan potensi lainnya,” katanya.

Pihaknya berharap melalui workshop pelatihan ini dapat menambah pengetahuan kelompok untuk pemanfaatan perhutanan sosial dan penguatan petani hutan, sehingga nantinya bisa diaplikasikan di nagari masing-masing.

Anggota Komisi III DPRD Sumbar Ismunandi Sofyan mengatakan, dirinya sengaja mengganggarkan dana pokir di Dinas Kehutanan karena daerah Agam banyak dikelilingi oleh hutan sehingga kelestariannya perlu dijaga.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan dan memotivasi masyarakat agar bisa memanfaatkan hasil hutan untuk menambah pendapatan, seperti menjadikan destinasi wisata, budidaya lebah madu galo-galo, dan hasil hutan bukan kayu (HHBK) lainnya,” kata legislator dari fraksi Partai Gerindra itu.

(Bryan)

0Shares
To Top