Kaba Agam

Dipimpin Langsung Kepala BNPB, Agam Gelar Rakor Pemulihan Pasca Bencana

Canduang,kaba12 — Kepala BNPB Letjen.TNI Suharyanto pimpin langsung rapat koordinasi yang membahas strategi pemulihan pasca bencana banjir bandang banjir lahar hujan Gunung Marapi yang melanda wilayah Kabupaten Agam, Sabtu,(11/5) lalu di Posko Utama Penanganan Darurat Dampak Bencana Agam di Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Rabu, (15/4).

Rakor yang dihadiri Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Agus Hariadi, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Mochammad Hasan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, unsur Forkompimda Agam, dan jajaran Pemkab.Agam itu, membahas berbagai hal terkait dengan langkah-langkah strategis proses pemulihan pasca bencana.

Dalam laporannya, Sekab.Agam H.Edi Busti, selaku koordinasi posko penanganan bencana banner bandang lahar hujan Gunung Marapi kabupaten Agam menjelaskan, wilayah terdampak langsung bencana banjir lahar hujan Gunung Marapi antara lain Nagari Bukik Batabuah di Kecamatan Canduang, Nagari Sungai Pua di Kecamatan Sungai Pua, Nagari Koto Tuo di Kecamatan IV Koto, Nagari Kubang Putiah di Kecamatan Banuhampu, Nagari Balai Gurah dan Nagari Batu Taba di Kecamatan Ampek Angkek.

Ditambahkan Edi Busti, korban jiwa akibat bencana ini telah mencapai 22 orang, termasuk satu korban longsor di Kecamatan Palupuh dengan jumlah pengungsi mencapai 144 orang, yang sudah ditangani secara optimal di 4 lokasi pengungsian termasuk operasional dapur umum.

Sementara menurut Letjen.TNI.Suharyanto Kepala BNPB, pihaknya telah mengidentifikasi kerusakan yang terjadi dan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov dan Pemda serta TNI-Polri untuk mengembalikan keadaan seperti semula, namun ini membutuhkan waktu,” ungkapnya.

Ditambahkan, pemantauan sumber bencana di Gunung Marapi dan Gunung Singgalang dilakukan menggunakan drone dan helikopter, bekerja sama dengan para ahli dari berbagai bidang terkait mitigasi bencana.

Ditegaskan, untuk mengantisipasi dampak bencana susulan, bagi masyarakat yang tinggal di daerah berbahaya dan khawatir akan bencana susulan, pemerintah telah menyiapkan rencana relokasi, dimana Kementerian PUPR telah menyiapkan 200 rumah untuk dibangun kembali.

Suharyanto memberi referensi, relokasi yang pernah dilakukan saat bencana Gunung Semeru, dimana 2000 Kepala Keluarga berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” relokasi ini diharapkan dapat mengantisipasi dan meminimalisir korban jiwa di kemudian hari jika bencana susulan terjadi, “sebutnya.

Kepala BNPB itu mengharapkan, penanganan bencana di Kabupaten Agam dapat berjalan efektif dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal secepatnya, dimana pemerintah memberi dukungan maksimal untuk proses pemulihan pasca bencana di Kabupaten Agam.

-HARMEN.-

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top